Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 98


__ADS_3

Suasana hening menyelimuti mansion Tulip. Berita operasi tuan muda pemilik mansion telah tersebar ke seluruh penghuni mansion.


"Kak ayolah makan dulu, aku jauh jauh datang ketempat ini bukan untuk melihat wajah mu yang murung itu!!!"Omel Dyroth yang telah tiba beberapa jam.lalu di mansion itu.


Dia tiba dengan wajah berseri-seri tetapi malah disambut dengan wajah sendu kakak seperguruannya.


Dea yang sedang bad mood malah menolak makan. Dia cemberut dan terus menutup mulutnya.


Para pelayan dan teman temannya yang ada di sana juga sudah angkat tangan tak bisa menghadapi keras kepala wanita yang tengah mengandung itu.


" Dyroth, jangan di desak, kakak sedang sedih," bisik Lucy yang merasa Dea butuh waktu untuk menenangkan dirinya.


Dyroth tak senang dan tak bisa tenang jika melihat Dea bertingkah seperti ini.


" Kalau kau tidak makan, jangan salahkan aku menjemput suamimu dari tempatnya saat ini Dea!!"suara bariton Yefta terdengar menggema di ruangan makan utama mansion itu.


Tampak Yefta berjalan masuk dengan wajah datar nan dingin yang menusuk.


Yefta datang ke tempat itu setelah menerima telepon dari Dyroth tentang keadaan Dea saat ini.


"Kenapa kalian terus menerus mendesak nyonya, bisa saja ini bawaan bayinya!!" protes Ruka yang tak senang nyonya mudanya didesak seperti itu.


" Diam kau tukang tidur, aku lebih kenal si pembuat onar ini dibanding dirimu, kau tidur saja sana!" kesal Yefta seraya menatap Dea dengan tatapan tajam.


" Dyroth berikan makanannya padaku!!" kesal Yefta.


sepiring makan siang diberikan Dyroth pada Yefta. Pria itu sedang ada urusan penting dengan anak buahnya tiba tiba d


mendengar kabar kalau Dea saudaranya menolak untuk makan dan mengunci mulutnya.


Dia tau kondisi Dea harus banyak makan dan mendapatkan asupan nutrisi yang baik karena dia sedang mengandung. Tetapi setelah mendengar kabar operasi Sagara dia malah menutup mulutnya dan berulah dengan mogok makan.


Dyroth menghempaskan bokongnya ke atas kursi dan duduk tepat di samping Dea dengan sebuah sendok menggantung di tangannya.


" Makan! jangan sampai kau membuatku marah Dea!" tegas Dyroth.


Dea memalingkan wajahnya dengan cemberut dan menolak untuk makan.


" Dea makan!" hardik Yefta sekali lagi sambil mendekatkan sendok itu ke mulut Dea.


Dea menatap Yefta dengan wajah cemberut. Bibirnya mengerucut kedua matanya mulai menganak sungai.

__ADS_1


Yefta menatap wajah sendu Dea. Hanya sekali lihat dia sudah tahu masalah hati Dea saat ini. Sebenarnya Dia tidak pernah bersikap kekanakan seperti ini, tetapi mengingat detail penjelasan dokter beberapa hari lalu, Yefta merasa harus sabar menghadapi tingkah Dea selama masa kehamilannya ini.


" Kakak tahu kau merindukan suamimu, kakak tahu kau khawatir, tapi merindukan dan mengkhawatirkan seseorang juga butuh tenaga, kau harus makan Dea!" ucap Yefta sembari menyisipkan anak rambut Dea ke belakang telinganya.


"Kakak!?" semua orang di dalam ruangan itu tercengang.


" Kenapa kalian terkejut? dia adik kandungku!" ucap Yefta dengan santai.


Semua orang tercengang. Bagaimana tidak, Yefta pria yang dikira adalah teman baik yang dianggap saudara kandung rupanya adalah benar benar saudara kandung seibu sebapak Dealora.


" Dea makan dulu baru ngambek! atau aku benar benar akan marah!" ancam Yefta.


"Kak...." Dea menatap kakak laki-lakinya yang lahir lima menit lebih awal dari dirinya.


Tak kuasa menahan tangisannya, Dea langsung menghamburkan pelukannya pada Yefta dan menangis sesenggukan dalam pelukan pria yang memang adalah kakaknya , kakak kembarnya.


Seisi Mansion dibuat tercengang dengan hubungan kedua orang itu. Belum lagi kata kata Yefta mengkonfirmasi bahwa mereka adalah anak kembar yang beda selang waktu lima menit saja.


Yefta dapat merasakan kekhawatiran adik perempuannya. Dia meletakkan mangkuk makanan itu dan memeluk Dea dengan erat seraya menepuk nepuk punggung kecil perempuan itu.


Yefta yang menjaga Dea dari kejauhan, dia yang mendukung Dea untuk menikah dengan sagara. Sejak awal dia sudah tahu kenapa Dea memilih menikahi Sagara. Yefta akan mendukung apa pun yang dilakukan adiknya selama tidak berbahaya dan membuat Dea bahagia.


Dea akhir menangis tersedu sedu. Melampiaskan rasa khawatir dan rasa takut yang menyerbu hatinya sejak Sagara masuk ke dalam ruangan operasi dan sampai detik ini belum ada kabar sama sekali dari sekretaris Lin, Barak maupun Bima.


“ Kak.. kau itu pendekar, kenapa kau bisa menangis hanya karena sepotong pria? Jangan cemen ahh... bagaimana kau akan menghadapui hari harimu ke depannya kalau kau lemah begini!” celetuk Dyroth yang tak senang melihat Dea menjadi lemah seperti saat ini.


“ kau ini tidak punya perasaan ya? Suami kakakku sedang bertaruh nyawa di luar sana dan kau meminta istrinya untuk tenang? Hanya manusia tak berperasaan seperti dirimu yang sanggup melakukan itu!” balas Lucy seraya menatap tajam ke arah Dyroth.


"Apa gunanya coba menangis dan jadi lemah, apa penyakitnya bisa langsung sembuh!?" Ketus Dyroth.


" Dasar manusia tidak berperasaan, apa kau akan tersenyum saat seseorang mti di tanganmu!? Apa yang kau ketahui, kau hanya seorang pria tak punya perasaan, kau tak mengerti perasaan perempuan!" Kesal Lucy.


"cihh... Iya, si paling mengerti perasaan orang!!" Balas Dyroth seraya memutar malas kedua bola matanya.


“ Ck.. Dyroth mulutmu itu ya!! Mau ku jahit sekarang keparat!?” hardik Yefta.


“ cihh aku berbicara fakta, kita menangis sampai mereok dan meggelepar seperti ikan yang dikeluarkan dari kolam pun, suami kakak tidak akan langsung sembuh dalam hitungan detik, kalau kau menangis dan jadi lemah seperti ini bahkan menolak makan...” Dyroth menatap Dea dengan tegas.


“ mungkin kau akan segera kehilangan dua nyawa!” tegas pria itu mengisyaratkan janin di rahim Dea.


Seketika semuanya terdiam. Kata kata Dyroth memang kejam dan tak berperasaan tetapi logikanya sama sekali tidak bisa di bantah.

__ADS_1


“ Ya sudah lanjutkan saja bujuk dia terus, jangan kasih makan, turuti cengengnya, maka besok kita akan mendengar kabar buruk!” kesal Dyroth.


Dia benar benar tak senang ketika Dea menangis percuma untuk hal yang tak bisa diselesaikan dengan tangisan.


“ Bersikaplah rasional dan buka mulutmu untuk makan! Aku tidak mau kedatanganku ke sini sia sia karena melihatmu menangis seperti anak kecil!” ucap pria itu sambil menyendokkan makanan ke arah Dea.


Dea mengusap air matanya. Dyroth memang kejam dan pandai bersilat kata. Tetapi kata katanya selalu benar dan sesuai dengan kenyataannya.


“Aku makan sendiri..” ucap Dea sambil mengambil sendok dari tangan Dyroth.


Berkat kata kata sarkas dari Dyroth, Dea akhirnya mau makan sampai benar benar kenyang.


Dyroth dan Yefta sama sekali tidak meninggalkan ruangan itu. Demikian Lucy, Ruka serta Yonatan dan istrinya.


“ Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya Dyroth.


“ Sudah lebih baik, maaf dan terimakasih,” ucap Dea.


Dyroth menghela nafas pelan, ia menggenggam tangan wanita itu,” Kak, kata-kataku tadi memang kejam dan tidak berperasaan seperti yang seseorang sebutkan padaku,” Dyroth menyindir Lucy.


“ Tapi di saat seperti ini kita harus bisa berpikir rasional, jangan hanya karena memikirkan kakak ipar, kakak sampai melupakan ada janin yang harus kakak rawat dan pertanggungjawabkan, “ ucap Dyroth.


“ Coba pikir, jika terjadi sesuatu pada keponakanku, apa yang bisa kakak kakatakn pada kakak ipar saat dia kembali nanti? Dia bisa sedih kak, oleh karena itu kuatkan dirimu dan gunakan logika serta otak cerdasmu itu!” ucap Dyroth panjang lebar untuk menambah rasa semangat di diri Dea.


“ Terimakasih, kau memang sangat mengerti aku,” ucap Dea sambil tersenyum ceria.


“ Kalian berdua membuatku iri, yang saudara kandung siapa , yang saudara abal abal siapa?” celetuk Yefta.


“ hahahha tentu saja kau yang abal-abal!” ejek Dyroth sambil tertawa bersama Dea dan yang lainnya.


Lucy tertunduk dnegan wajah sendu. Dia menatap Dyroth yang sangat dekat dengan Dea. Dia berusaha memahami Dea tetapi yang dia lakukan ternyata tak semanis yang dilakukan oleh Dyroth.


“ Aku benar benar bodoh..” batin gadis itu sambil perlahan lahan pergi dari sana.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2