Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Karina


__ADS_3

Ruangan inap Karina tampak berbeda hari ini.


Terlihat tuan besar Maureer dan isterinya memasuki kamar itu dengan wajah khawatir begitu tahu berita kecelakaan yang menimpa Karina.


Selain mereka, Sagara dan istrinya juga mengunjungi Karina bersama Mike. Sedang si kembar sedang asik bermain bersama si kembar dewasa di sisi lain rumah sakit itu.


Tuan dan Nyonya Maureer berjalan tergesa-gesa. Terutama Nyonya Maureer yang tampak memasang wajah panik.


Dia masuk ke dalam ruangan kamar inap Karina dan menatapnya gadis itu.


" Nak Karina!!" ucap nyonya Maureer sambil menatap sedih atas kondisi Karina.


Luka lebam di sekujur tubuh Karina tampak jelas dan menyakitkan. Hal ini membuat nyonya Maureer dan suaminya merasa bersalah.


"Astaga, siapa yang melakukan ini padamu nak, pasti sakit sekali," Nyonya Maureer mengusap lembut Surai gadis itu dan menatapnya dengan penuh kasih sampai membuat Karina terdiam membeku karena untuk pertama kalinya dia merasakan kasih sayang yang hangat dari seorang Ibu.


"Si-siapa nyonya cantik?" Karina tampak gugup, dia menatap nyonya Maureer dengan kedua bola mata yang membulat sempurna.


"Haha... panggil Mama Maureer sayang, mulai hari ini, kami akan jadi keluargamu," ucap Nyonya Maureer sambil menggenggam tangan Karina.


Karina tertegun dengan mata membulat.


Dari segi penampilan, jelas Karina hanyalah seorang gadis polos, lugu dan kampungan yang bahkan tak secantik pelayan di kediaman Maureer.


Pakaiannya lusuh, wajahnya tak pernah dioles make up, tubuhnya kurus dan kecil, pendek, bahkan terlihat dekil.


Tapi nyonya Maureer, dengan kelembutan hati menggenggam tangannya dan mengusap kepalanya seolah sedang memperlakukan putrinya sendiri.


Karina terdiam seribu bahasa, baru kali ini dia bertemu dengan seseorang yang menerimanya tanpa mengejek dirinya.


"Ke-keluarga?" Tanya Karina dengan wajah gugup.


Selama dia hidup, satu-satunya yang menganggap dirinya keluarga adalah mendiang kakeknya, tuan Mahendra.


Setelah kepergian sang kakek, Karina tak punya siapapun di sisinya.


Ayah dan Ibunya telah lama meninggalkan dirinya, paman, bibi bahkan seluruh sepupunya tidak pernah mengakuinya sebagai keluarga.


Mereka hidup enak di kota, hidup tenang dengan semua warisan peninggalan tuan Mahendra.


Selama tuan Mahendra hidup, anak-anaknya hanya membuat susah dirinya. Cucu-cucunya berlagak orang kaya padahal pekerjaan pun belum punya.


Selalu merendahkan Karina dan tidak peduli dengan kehidupan kakek Mahendra di kampung.


Saat kakek Mahendra sakit-sakitan, hanya Karina yang selalu setia di sisinya dan dibantu oleh keluarga Maureer.


Tuan Maureer dan istrinya mengirim orang untuk membantu merawat Kakek Mahendra. Mereka berusaha membalas Budi pada kakek Mahendra atas jasanya yang tak terungkapkan bagi keluarga besar Maureer.


Kakek Mahendra adalah sahabat baik ayah tuan Maureer. Sejak tahu jasa kakek Mahendra, tuan Maureer dan istrinya berusaha sebisa mungkin membalas Budi.


"Benar sayang, kamu adalah anggota keluarga, mulai hari ini kamu akan tinggal bersama Papa dan Mama," ucap nyonya Maureer.


" Ma, apa dia akan menjadi adikku?" tanya Yonathan dengan wajah tersenyum, demikian Mike dan Sagara juga penasaran.


"Dia akan jadi ipar kalian!" ucap Nyonya Maureer.

__ADS_1


" Ipar!?"


Sontak mereka semua terkejut. Gadis kampungan itu akan diperistri oleh salah satu dari anak keluarga Maureer.


" Ma, jangan mengada-ada, Mike sudah punya kekasih, bagaimana mungkin Mama melakukan ini?" protes Mike tak senang.


" Dengar dulu, dia akan Mama Jodohkan pada Adam Saudara kalian!" ucap Nyonya Maureer sambil merangkul Karina.


Inilah alasan Karina datang ke kota itu sebagai orang baru. Perjanjian Kakek Jefri Maureer dengan Kakek Mahendra di masa lalu harus ditebus dengan mengadakan pernikahan antaran kedua keluarga.


Satu-satunya yang belum memiliki pasangan di antara mereka hanyalah Adam, oleh sebab itu, nyonya Maureer dan suaminya berencana menjodohkan gadis itu kepada Adam.


"Apa Adam akan setuju Ma? Lagipula siapa dia? Apa dia kerabat kita? Kenapa aku tidak ingat kita punya kerabat?" tanya Mike heran.


"Sebenarnya, Kakek kalian dan Kakek Mahendra, adalah teman lama. Kakek Mahendra memiliki jasa besar dalam hubungan Papa dan Mama juga perusahaan Maureer."


"Beberapa bulan yang lalu, pengacara Kakek menyampaikan niat menjodohkan salah satu dari kalian dengan Karina, pilihan kami jatuh kepada Adam, usianya juga tak muda lagi," jelas nyonya Maureer.


"Masalah Adam setuju atau tidak, bukan hal yang boleh diputuskan oleh Adam, janji ini harus dipenuhi!" ucap Nyonya Maureer dengan tegas.


Mereka semua mendengar dengan seksama. Tetapi melihat kepribadian gadis itu yang bertolak belakang dengan Adam sungguh sangat meyakinkan kalau Adam akan menolak mentah-mentah perjodohan ini.


"Aku tidak yakin, kasihan dia nanti,' bisik Yonatan pada Sagara.


Sagara juga mengangguk setuju. Mereka berdua jelas tahu karakter kakak Keda mereka, sangat keras dan kejam.


" Aku yakin kak Adam akan setuju!" ucap Dea tiba-tiba sambil tersenyum menatap gadis polos itu.


Sontak Mike, Sagara dan Yonatan menatap heran pada Dea.


Dea menatap mereka bertiga," Mantan pacarnya yang bodoh itu," ucap Dea sambil tersenyum.


Dea tahu jelas masalah yang sedang dihadapi Adam. Karena selama enam tahun belakangan, mereka sangat dekat dan sering berbagi cerita dan saling memberi solusi satu sama lain.


Dea tahu ada seorang perempuan yang terus mengganggu Adam, bahkan tak segan datang ke grup Sagara untuk mencari Adam.


"Dia pasti akan menerimanya," ucap Dea.


Karina menatap mereka dengan wajah lugu, dia tidak merasa terancam di ruangan itu. Dia tidak merasa dikucilkan bahkan mereka memperlakukannya sangat baik.


"Apa Karina akan menikah dengan salah satu dari mereka?" tanya Karina pada Nyonya Maureer.


" Bukan Karina," Dea duduk di sisi Karina yang lain sambil menggenggam tangan gadis itu.


" Biar ku perkenalkan,"


" Yang berwajah tampan itu suamiku, Sagara, yang disebelahnya adalah kak Mike, dia sudah punya pacar, dan yang satunya lagi adalah Kak Yonatan, dia juga sudah menikah, "


"Yang akan menjadi suami kamu nanti adalah Kak Adam, pria yang menyelamatkan kamu dan membawamu ke rumah sakit ini," jelas Dea.


Karina terhenyak," Karina akan menikah dengan pria seram itu!? Apa dia mau!? Dia sangat suka marah-marah, wajahnya terus terussan berkerut seperti kulit lembu!"


"Wajahnya tak pernah tersenyum, sangat menyebalkan! Kenapa Karina harus menikahi dia!?" Karina tampak sedikit tidak setuju dengan keputusan mereka.


Mendengar penjelasan Karina, sontak seisi keluarga tertawa.

__ADS_1


" Hahaha... Ternyata kalian berdua sudah memiliki kesan yang dalam, ini sangat bagus!!" ucap Yonatan.


"Bagus apanya!?" suara bariton si tukang Marah Adam terdengar.


Semuanya menoleh, dan tampaklah Adam berdiri di pintu masuk sambil bersandar dengan kedua tangan masuk ke dalam kantongnya


"Kau pikir aku mau menikahi mu!? Jangan kepedean, dasar gadis kampung!" ejek Adam.


Karina mengerucutkan bibirnya," Tuh kan, om-om tukang marah," ucap Karina dengan wajah cemberut.


" Nak, jangan begitu, sini duduk dan dengarkan penjelasan Mama," Nyonya Maurer dengan lembut memanggil putranya.


Adam memutar malas kedua matanya menatap Karina,"Dasar gadis narsis,"ejek pria itu lagi.


"Om-om tukang marah, mirip nenek lampir!!" balas Karina.


" Jangan membalasku!" kesal Adam.


" Cih... Nyenyenyenye.... Jengen membeles kee.. "


"Bodo amat!! "


"Om-om sok ganteng!!" balas Karina lagi.


" Kau!!!"


"Dasar, kalau bukan karena aku, kau sudah dipukuli sampai mati semalam, dasar bloon!"


Adam menatapnya sambil berkancah pinggang.


" Iya, aku tahu, tapi jangan terus menerus merendahkan aku, aku juga punya perasaan, dasar om jahat!!" Karina menatap Adam dengan mata berkaca-kaca.


kedua netra mereka saling bertemu satu sama lain. Tampak aliran listrik yang tinggi mengalir di antara keduanya.


" Sudah, cukup! "


"Hentikan ini, kalian berdua jangan berdebat lagi, baru juga bertemu sudah berkelahi!!" Nyonya Maureer menatap mereka berdua bergantian.


" Adam keluar, ikut Mama!" senggak nyonya Maureer dengan tegas.


"Ma... Tapi ini salah si jelek ini!!" kesal Adam.


" Salah Om jahat! Bukan salah Karina!!" balas Karina.


" Apa kau!!"


"Om yang apa!??"


" HENTIKAN!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2