Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 79


__ADS_3

Seluruh mata tertuju pada kedatangan perempuan cantik berwajah lembut dengan aura keibuan yang sangat kuat.


Sekretaris Lin dan Dea terperangah dengan wajah syok melihat sosok Amira yang dirangkul oleh Yonatan memasuki bangsal itu.


Jantung Dea berdegup kencang, air matanya lolos begitu saja saat dia menatap wajah Amira. Kedua netra Amira bertemu dengan netra Dealora.


Seolah waktu berhenti, Dea dan Amira saling menatap untuk beberapa detik, buliran bening bak kristal terjatuh dari pelupuk mata kedua perempuan itu.


" No... Nona... apa itu... an... anda!?" Ucap Amira dengan suara bergetar sambil melangkah dengan air mata membasahi kedua pipinya.


Dea terkejut bukan main, dia sontak berlari dan menghamburkan pelukannya pada Amira," AMIRA!!!" Pekik Dea sambil memeluk perempuan itu erat erat. Dea menangis sesenggukan sambil memeluk sahabat sekaligus orang terdekatnya.


" Amira... apa yang terjadi padamu hiks hiks hiks... Apa yang sebenarnya kau alami!? apa ini benar benar dirimu!!" ucap Dea sambil menatap perempuan itu.


"ini saya nona, ini saya Amira, hiks hiks hiks.... akhirnya saya bisa bertemu dengan anda, nona saya merindukan anda!!" Amira juga menangis sesenggukan.


Kedua wanita itu saling memeluk satu sama lain.


"Lin!?' panggil Sagara.


" Tu.. tuan, nona itu adalah Amira, pelayan di kediaman bangsawan Eldrich, dia perempuan yang sedang kita cari!" ucap Sekretaris Lin dengan wajah terkejut karena Amira datang dengan sendirinya ke mansion itu.


"Apa maksudnya ini?apa mereka saling mengenal?" tanya Yonatan bingung.


" Hubungan mereka lebih erat dari kau ketahui Kak. Dea sangat menyayangi istrimu," ucap Sagara seraya menatap Amira dan Dea yang sedang berpelukan sambil menangis.


" Yonatan, apa dia istrimu!?" nyonya Maureer berdiri menatap Yonatan dengan wajah marah.


Yonatan terdiam sejenak. Wajah ibunya mengatakan segalanya, bahwa wanita itu sedang kesal saat ini.


" Jawab Mama!" senggak nyonya Maureer dengan nada tegas.


" I... iya ma, dia sudah menjadi istriku!!" tegas Yonatan mencoba untuk berani walau kemarahan Mamanya adalah hal yang paling dia hindari.


Dea merangkul perempuan itu dengan erat. Dia juga penasaran sebenarnya kenapa Amira sampai menikah dengan kakak iparnya.


"Duduklah dulu, kamu sedang hamil kan?" bisik Dea.


Amira membalas dengan anggukan kepala," iya, tapi tuan itu sedang di marahi. Sepertinya keluarganya tidak menyukaiku nona," bisik Amira.


Dea juga cukup cemas dengan tanggapan mertuanya mengenai Amira," tenanglah dulu,kita dengarkan saja," ucap Dea seraya Membersihkan wajah Amira dari sisa air mata.


Dea merangkul perempuan itu tanpa menanyakan apapun meski dia penasaran. Dia memilih menunggu Amira menjelaskan semuanya perlahan lahan, apalagi mendengar dari Yonatan kalau Amira tengah mengandung anak mereka.


Sedang nyonya Maureer tengah menyidak Yonatan saat ini. Tak ada yang berani memotong saat wanita itu sudah angkat bicara.

__ADS_1


Nyonya Maureer yang biasanya lembut dan penuh kasih sayang, malah terlihat sangat menyeramkan hari ini.


Wanita itu menatap Yonatan dengan wajah ditekuk," Apa dia sedang hamil anakmu?" tanya Nyonya Maurer dengan suara pelan tapi tajam menusuk.


"iya, dia sedang mengandung anakku Ma," ucap Yonatan dengan suara lantang tapi jauh di lubuk hatinya dia sudah ketakutan akan amukan ibunya.


"Apa pun yang mau Mama katakan, Yonatan sudah menikahi Amira, dan Yonatan akan bertanggungjawab atas perbuatan Yonatan!" tukas pria itu dengan tegas.


"Bertanggungjawab katamu hah!?" pekik nyonya Maureer yang langsung menunjukkan taringnya.


"Mama... tenang Ma, biarkan dia jelaskan kejadian nya!" Adam menahan ibunya agar tak terlalu marah.


Nyonya Maurer membelakangi Yonatan seraya memijit pelipisnya," Astaga anak-anak ku kenapa jadi sinting semua!!!" geram nyonya Maureer sambil menghela nafas kesal.


" Mike terlalu gila kerja sampai semua takut padanya, Adam malah suka bertarung sampai mencoba melawan banteng, Sagara banyak tingkah, dan sekarang kau!!" nyonya Maureer menunjuk Yonatan.


" Kenapa kau hamili anak orang tapi kau bawa ke hadapan Mama setelah kau menikahinya!!" kesal Nyonya Maureer.


" Sudah berapa lama!!" tanya wanita itu.


" Du.. dua bulan Ma," jawab Yonatan yang nyalinya menciut.


"Dua bulan!? astaga Yonatan!!!" teriak wanita itu lagi seraya menepuk jidatnya sendiri.


Dia melemparkan pandangannya pada Amira yang tampak takut. Amira yang tengah berdiri bersama Dea. Kini dia punya dua menantu perempuan yang sangat menawan.


" A... Amira nyonya," jawab perempuan nitu terbata-bata.


" no.. jangan panggil nyonya, Panggil Mama, sama seperti iparmu," ucap wanita itu dengan lembut.


Amira dan Semua yang ada di sana dibuat terkejut bukan main dengan kelembutan nyonya Maureer saat berbicara dengan Amira.


"Haduhhh gadis cantik, kasihan sekali dirimu anakku," Nyonya Maureer menghampiri dan merangkul Amira dengan lembut.


Dia membelai pucuk kepala perempuan itu dan menatapnya dengan senyuman.


" Kenapa kau menikahi anak tengil itu, dia tidak bisa diandalkan, untuk hidupnya sendiri dia tidak bisa bertanggungjawab, lihatlah betapa kekanak kanakannya bocah berandal itu!" ucap Nyonya Maureer yang malah menjelekkan putranya.


"Ma.. mama... Yonatan tidak seperti itu!!" bantah Yonatan dengan wajah kesal.


" Diam kau! dasar tidak bertanggungjawab!" kesal nyonya Maureer.


" Dea sayang, bawa iparmu ke bangsalmu, Mama mau menghajar anak nakal ini dulu, beraninya dia menyembunyikan istri cantiknya dan cucu Mama!! Dia dan mereka semua harus dihukum!" tukas nyonya Maureer.


" Loh...Ma...kok kami malah ikut!? yang salah kan Yonatan!?" protes Mike tak terima.

__ADS_1


Sagara dan Adam langsung menarik Yonatan dan menahan pria itu di tangan mereka," ini semua gara gara ulahmu kampret!!" geram Adam.


" Kak Yonatan, kupikir kau sekutu, tau taunya kau musuh!!' kesal Sagara dengan suara beratnya.


Glek!!


Yonatan dalam masalah besar, dia menenggak salivanya dengan keras.


"Ruka, Lucy dan Anna temani mereka berdua di bangsal Dea, Tante mau menghajar anak anak nakal ini dulu!!" ucap Nyonya Maureer dengan wajah garangnya.


" Siap Tan!" seru mereka bertiga dengan senyuman penuh kemenangan.


"Ayo kak," Lucy menggandeng tangan Amira dan Dea, membawa mereka menuju bangsal Dea.


"Apa yang akan terjadi pada mereka?" bisik Dea tepat di telinga Ruka.


Ruka tersenyum geli," mereka akan diomeli habis habisan oleh nyonya besar, tak akan ada yang bisa lolos, semuanya akan kena semprotan nyonya besar!" bisik Ruka sambil tertawa cekikikan.


" Benar kak, terakhir kali aku melihat mereka di hukum, mereka disuruh duduk sambil berlutut dengan kedua tangan di atas lalu mengucapkan ratusan kalimat berulang kali sampai enam jam, bayangan betapa sakit lutut mereka!" bisik Lucy sambil tertawa cekikikan.


"Apa Sagara juga?' tanya Dea.


Lucy menggelengkan kepalanya," Baru kali ini Kak Sagara ikut dihukum, dulu kak Sagara tak pernah mau menatap wajah orangtuanya,hahh...tapi itu masa lalu, semua sudah berakhir," ucap Lucy sambil memeluk erat kakak iparnya.


Sementara itu, nyonya Maureer berdiri sembari berkancah pinggang menatap keempat putranya.


Wanita itu menatap tajam terutama ke arah Yonatan yang menyembunyikan keberadaan Amira selama ini.


"Kalian bertiga seret dia kemari!!" titah nyonya Maureer.


"Rasakan kau!!' bisik Mike dengan senyuman jahil.


" Ma..mama...biar Yonatan jelaskan, Yonatan tahu salah, biar Yonatan jelaskan!!!' ucap pria itu yang meronta-ronta dalam cengkraman saudara saudaranya.


" Kemari kau anak nakal!!!" pekik nyonya Maureer menggelegar.


Bima, Barak, Sekretaris Lin dan tuan Maureer hanya berdiri menjadi penonton sambil tertawa cekikikan menatap mereka yang sedang dihukum oleh nyonya Maureer.


" Semuanya perlahan membaik, dengan begini aku akan mati dengan tenang," batin Tuan Maureer dengan senyuman dan tatapan sendu di wajahnya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2