
Kabar kembalinya Sagara telah tersiar ke seluruh anggota keluarga.
Keluarga besar Maureer bahkan keluarga Kerajaan Eropa Barat turut menyambut kedatangan Sagara.
Yefta dan Dyroth bersama anak buahnya memperkenalkan diri sebagai anggota resmi kelompok Macron yang dipimpin oleh Dea.
Tentu saja mendengar hal ini Sagara cukup terkejut karena tak menyangka kalau istrinya memimpin sebuah grup besar seperti itu.
Sagara mendapatkan banyak kejutan begitu dia kembali dan semuanya adalah hal baik yang harus disyukuri.
Kelompok organisasi yang dia pimpin juga menyambut kedatangannya. Semuanya tampak antusias dengan kembalinya Sagara dalam keadaan yang lebih sehat.
Sagara dan Dea sedang melakukan kencan romantis, hanya mereka berdua setelah sekian lama.
Putra putri mereka sedang bersekolah dan akan bergabung dengan mereka setelah pulang sekolah nantinya.
Dea membawa suaminya ke makam Albert. Tempat yang dia sering kunjungi bersama anak anaknya. Bukan hanya karena Albert berjasa menyelamatkan dirinya, tetapi juga karena pemandangan di area tugu peringatan itu sangat luar biasa indah.
Hamparan taman bunga alami mengelilingi tugu itu, banyak hewan hewan cantik hidup bebas di sana.
"Kak Gara, bagaimana kondisimu saat ini? sejak kau tiba, aku belum mendengar perihal kondisimu sekalipun," tanya Dea yang duduk di samping Sagara sambil menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.
" Semua telah kembali normal sayang, aku memiliki jantung yang baru, dan tumor di paru-paru ku sudah diangkat sepenuhnya," terang pria itu sambil menggenggam erat tangan istrinya.
" Jantung baru!? A.... apa kau..." Dea menatap suaminya dengan wajah terkejut.
Sagara mengangguk," Donor jantung, kerusakan pada jantung benar benar tidak bisa dianggap sepele, ada indikasi lain dan dokter Arthur memutuskan agar menjalani operasi donor jantung," jelas Sagara.
Dea terdiam sejenak, pantas saja perlu waktu yang begitu lama bagi Sagara untuk pulih. Operasi jantung dan pengangkatan tumor juga penyembuhan mental yang dia lakukan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Dea mengusap dada suaminya sambil menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Itu... pasti sakit..." ucap Dea dengan suara sendu.
Sagara menggenggam tangan Dea," semua sepadan selama aku bisa kembali untuk kalian sayang," ucap Sagara.
Dea tersenyum," Berjanji padaku, kau tidak akan sakit lagi," ucap Dea.
Sagara menatap Dea, dia bangkit berdiri sambil menarik tangan istrinya dengan lembut.
Keduanya berdiri di tengah tengah taman bunga itu, tepat di hadapan tugu peringatan Albert.
Sagara menatap kedua netra istrinya, wajah cantik dan lembut Ibu dari anak anaknya itu membuat Sagara tersenyum.
Dia mengusap kepala Dea dengan lembut sambil tersenyum.
" Di hadapan seluruh alam semesta, aku berjanji padamu akan selalu di sisimu sampai maut memisahkan kita, aku berjanji dan akan ku tepati," ucap Sagara dengan sungguh-sungguh.
"Di hadapan tugu peringatan penyelamatmu dan anak-anak kita, aku Sagara Maureer berjanji akan memberikan kebahagiaan pada kalian," ucap pria itu.
__ADS_1
" Aku memang tidak sempurna, pasti akan membuat kesalahan bahkan mungkin membuatmu bersedih, namun aku akan menjamin bahwa sepanjang hidup ini hanya ada dirimu dan keluarga kecil kita yang menerangi jalanku," Ucapnya sambil tersenyum dengan lembut.
Hati Dea berdebar-debar. Dia benar benar bahagia karena suaminya telah kembali.
Wanita itu memeluk Sagara dengan erat dan lagi lagi dia menangis.
"Aku sangat mencintaimu... sangat sangat mencintai mu!" ucap Dea dengan sungguh-sungguh.
Sagara menarik nafas dalam-dalam, rasanya hatinya bergejolak. Semua yang terjadi beberapa tahun ini merupakan ujian yang sangat berat bagi keluarga mereka.
Ditatapnya wajah Dea, ditariknya tengkuk Dea, diusapnya pipi wanita itu.
"Aku pun mencintaimu sayang," ucap Sagara sembari menyambar bibir ranum istrinya.
Keduanya menikmati waktu mereka di sana. Saling mengutarakan perasaan masing-masing.
Di tengah-tengah taman yang begitu indah mereka berdua memadu kisah cinta mereka yang akan berlanjut sampai selamanya.
Langit menjadi saksi pengukuhan hubungan mereka yang kuat. Tak peduli puluhan tahun maupun ribuan tahun, mereka akan terus bersama.
"Ngomong-ngomong, apa kau tahu siapa pendonormu?" tanya Dea.
"Seorang mahasiswa baik, dia mengalami kecelakaan, sampai akhir hidupnya dia menyelamatkan orang lain dengan menjadi pendonor, selama hidupnya dia melakukan hal yang bahkan tak bisa dilakukan tiga perempat manusia di muka bumi ini," ujar Sagara.
Jantung yang ada di tubuh Sagara saat ini adalah jantung milik seorang mahasiswa yang mengalami kecelakaan tragis. Mahasiswa tersebut telah mendaftarkan seluruh bagian dirinya sebagai pendonor aktif jika suatu saat terjadi sesuatu pada dirinya.
Dan Sagara menjadi salah satu pasien yang selamat atas kebaikan mendiang orang itu.
Sagara menarik Istrinya dan mendekap Dea di dalam pelukannya," Dia seseorang yang berhati besar seperti dirimu, aku sudah bertemu dengan keluarganya, mereka orang-orang yang sangat baik," jelas Sagara.
Dea mengangguk paham,"Terimakasih sudah mau menyelamatkan suamiku, siapapun dirimu, ku harap kau tenang di sana," ucap Dea seraya menepuk dada suaminya dengan lembut.
Keduanya menghabiskan waktu yang romantis, menebus semua waktu yang telah hilang dan tidak mereka lalui bersama.
Setelah mengajak istrinya kencan, Sagara dan Dea melaju menuju sekolah si kembar.
"Hari ini, aku ingin membawa kamu dan anak anak ke Restoran Elf," ucap Sagara.
Dia berencana memperkenalkan keluarganya secara resmi pada anak buah dan organisasi yang dia pimpin.
Sebenarnya, dia sudah mengurus hal ini sejak dia bangun dan dalam pemulihan. Kelompok Elf telah beroperasi kembali sejak dua tahun yang lalu.
Sagara ingin membawa keluarganya mengenal orang-orang nya dan juga semua bisnis yang dia miliki.
"Restoran Elf? Restoran di atas danau itu ya? Dengar dengar mereka mengganti nama mereka," ucap Dea.
Sagara mengangguk," hu um, aku yang menggantinya," ucap Sagara.
" Apa Ruka pernah membawamu ke sana?" tanya Sagara.
__ADS_1
Dea menggelengkan kepalanya. Meski dia tahu suaminya memimpin sebuah organisasi, namun data terperinci tentang kelompok itu tetap saja sulit ditemukan, terutama lokasi markas utamanya yang sama sekali tidak diketahui orang lain.
"Selama enam tahun ini tak pernah sekalipun!?" tanya Sagara terkejut.
Dea mengangguk," pernah beberapa kali dia mengajakku, tapi aku sibuk dan saat aku bisa, Ruka malah sedang sibuk, jadi belum ada kesempatan," ujar Dea.
Sagara mengangguk paham," Setelah kembali dari rumah sakit, aku sepertinya punya banyak pr yang harus diselesaikan!" ucap pria itu.
" Dan aku punya banyak yang harus kujelaskan padamu!" imbuh Dea.
Sagara menyerngitkan keningnya," Apa maksud mu? Apa terjadi sesuatu yang lebih besar dari tragedi bangsawan Eldrich itu?" tanya Sagara.
Dea tersenyum," ini masalah identitasku," ucap Dea.
" Aku sudah tahu kau Anggota kerajaan Eropa Barat, apa masih ada yang belum.ku ketahui?" tanya Sagara.
" Aku ketua kelompok Macron," bisik Dea.
"APA!?" Sagara terkejut bukan main. Untuk informasi yang satu ini dia benar benar belum tahu.
Dea mengangguk," Apa kau keberatan?" tanya Dea.
Sagara cukup syok, siapa yang tidak terkejut saat tahu istrinya adalah seorang ketua kelompok Mafia.
" Bu.. Bukan keberatan, hanya saja... " Sagara menatap wajah Dea.
Cantik, lugu, polos, lembut dan keibuan.
"Hanya saja?" tanya Dea
Sagara menangkupkan kedua tangannya di wajah Dea.
" Kau cantik, manis, lembut, seperti anak remaja polos dan lugu, tapi bisa bisanya kau ketua kelompok Mafia!? Sangat tidak sesuai dengan citraku Dea!!" ucap Sagara.
" Hahaha.... Kau dulunya juga begitu kan, terlalu tampan, lembut, konyol dan aneh untuk jadi ketua kelompok organisasi Elf!" balas Dea.
Sagara tak habis pikir," Wahhh.... Ini benar benar gila!!! " ucap Sagara.
Di saat yang sama, panggilan telepon menghentikan pembicaraan mereka.
Baik Dea maupun Sagara menerima panggilan dari anggota masing-masing.
"APA!???" keduanya sama sama berteriak terkejut saat mendengar laporan anak buah masing-masing.
" Segera temukan mereka!" ucap keduanya serentak.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗