Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 84


__ADS_3

Dea dan Sagara bergegas keluar dari dalam kamar begitu mendengar teriakan Yonatan di depan bangsal mereka.


"Ada apa kak?" tanya Dea sambil membuka pintu masuk bangsal Sagara.


"Aku perlu bicara denganmu adik ipar," ucap Yonatan.


Tiba tiba Sagara berdiri dan memeluk istrinya," Mau bicarakan apa malam malam begini, kau mengganggu waktu kami saja!" ketus Sagara.


"Besok saja!" tambah Sagara .


"Sayang jangan begitu! kita dengarkan dulu! dasar kau ini!" omel Dea seraya menepuk lengan suaminya.


" Tcihhh!!" Sagara menatap kesal ke arah Yonatan yang tersenyum dengan senyuman kemenangan d depan Sagara.


" Aku ingin mendengar semua tentang Amira dengan detail, tolong jelaskan apa yang terjadi padanya di masa lalu sampai hari terakhir kalian bersama!" pinta Yonatan dengan sungguh-sungguh.


Mendengar Kakaknya membicarakan tentang Amira, Sagara segera mengubah posisinya," Baiklah, bicarakan di dalam!" Sagara membawa Yonatan memasuki Bangsalnya.


Mereka duduk di dekat jendela dengan pemandangan bukan di samping mereka.


"Apa yang terjadi pada Amira? apa dia tidak baik baik saja?" tanya Dea penasaran.


Yonatan mengangguk,"jujur saja. aku tidak mengerti wanita, meski pernah memiliki pengalaman berpacaran, hubunganku dengan orang itu juga sangat kaku sampai aku diselingkuhi," jelas Yonatan.


" pfthh!! bisa bisanya tuan muda ketiga keluarga Maureer diselingkuhi, besar sekali nyali perempuan itu!" Sagara terkikik geli seraya menatap Yonatan dengan tatapan mengejek.


" Stthhhh kau diamlah. Ini masalah serius!" hardik Dea.


" Siap nyonya!" balas Sagara yang langsung mengunci bibirnya.


"Coba kakak jelaskan apa yang Amira alami selama bersama kakak, dia adalah gadis yang terlalu pintar menyembunyikan perasaannya, " ucap Dea.


"Kau benar, dia terlihat tenang tetapi di dalamnya sangat kacau, tadi aku sudah melihat betapa kacaunya kerusakan mental yang dialami Amira," jelas Yonatan.


" Dia menangis histeris, ketakutan dan bergumam, aku takut dia mengalami trauma yang lebih parah dari apa yang ku yang akan," jelas Yonatan.


"Sejak kami menikah, memang jelas aku membuat batas dengan Amira agar dia merasa nyaman dan betah di sisiku. Tetapi beberapa saat lalu, dia menangis histeris karena aku memilih tidur di sofa, apa ini menunjukkan perilaku tertentu?" tanya Yonatan.


"Apa makanan, minuman, ruangan bahkan fasilitas yang kalian gunakan juga terpisah?" tanya Dea.


Yonatan mengangguk " tentu saja! bukankah seharusnya begitu? kami pasangan baru, aku ingin dia merasa nyaman dengan privasinya!" jelas Yonatan.

__ADS_1


" Bagaimana dengan waktu berbincang bersama? apa saja yang kalian bahas?" tanya Dea.


"Tentu saja masalah kehamilannya, apa saja yang harus dia lakukan, apa saja yang harus dia makan dan minum, semuanya kami bicarakan dengan baik agar janinnya bertumbuh!" jawab Yonatan dengan percaya diri.


" Lalu saat kalian di depan publik. apa kalian juga berjalan masing masing?" tanya Dea dengan wajah yang mulai masam dan dingin.


" Tentu saja, kami jalan terpisah agar dia nyaman!" jawab Yonatan.


Dea menepuk jidatnya sendiri, dia menatap suaminya yang juga kesal dengan kebodohan kakaknya sendiri.


" Sayang, ternyata ada manusia sebodoh ini!" ucap Dea dengan wajah kesal.


" Kau benar, dia ini sangat dungu!' ucap Sagara tak percaya dengan kebodohan kakaknya.


"Ma.. maksud kalian apa!? jangan sembarang mengataiku dungu! aku melakukan ini untuk kenyamanan Amira, agar dia betah menjadi istriku!" ucap Yonatan.


Pletak!!


Satu pukulan mendarat di perut pria itu " maaf kak, aku harus memukulmu karena kau berubah jadi bodoh!' ejek Sagara.


"Arkhhh apa apaan kau... shhh.. sakit Sagara!!" kesal Yonatan.


" Kak dengarkan penjelasan ku, setelah itu kau harus tahu mengambil sikap seperti apa. Akan kuajari kau cara memperlakukan wanita dengan baik!" tukas Dea.


Kehidupan Amira yang dulunya ceria direnggut oleh kekejaman keluarga bangsawan yang akan menghukum Amira jika Dea kedapatan melakukan kesalahan


Dan sering kali Dea dijebak saudara-saudara nya hingga dia difitnah melakukan kejahatan. Saudara-saudara nya akan menarik Amira dan menghukum Amira atas apa yang dituduhkan pada Dea.


Amira selalu melindungi Dea demikian sebaliknya. Ketika Amira sakit dan dikurung di ruang hukuman, Dea akan mengambil resiko dipukuli kakaknya hanya untuk mengantarkan obat dan makanan untuk Amira.


Kehidupan kedua perempuan ini tidaklah muda. Dea dan Amira harus menyembunyikan segala aktivitas mereka dari keluarga bangsawan Eldrich.


Dea diam diam mempelajari bela diri dan teknologi, Amira diam diam melatih kemampuan bahasa dan analisisnya bersama Dea, keduanya perlahan lahan jadi perempuan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi.


Tetapi karena berkali kali dibodohi oleh janji palsu dan diberi harapan akan keluarga sempurna.


Yonatan mendengar semuanya, bagaimana sifat Amira yang tertutup itu terbentuk karena tekanan mental dan kekerasan yang dia alami di kediaman bangsawan Eldrich.


Dea mungkin tetap d


bertahan dengan karakternya yang pembangkang, tetapi Amira tidak dapat menerima semua tekanan itu sekaligus.

__ADS_1


Hingga Amira memilih bersembunyi dalam sosok patuh yang bukan dirinya. Bersembunyi dalam sosok yang selalu menurut dan pendiam, padahal dia adalah perempuan yang ceria seperti Dea.


"Dia mengalami semua itu, kejam sekali Keluargamu Dea!" ucap Yonatan tak percaya.


"Maka dari itu," Dea menatap Yonatan dengan penuh harap.


" Jaga dan lindungi Amira kakak ipar, dia sudah menderita selama ini, jika kakak benar benar serius ingin menjadikan Amira partner hidup kakak, maka belajarlah memahaminya," ujar Dea.


" Dia orang yang sangat penting bagiku. masa kecilku hingga dewasa selalu ada dirinya, jika dia sampai kenapa-kenapa, jika kau menyakitinya, aku akan membalaskannya berkali-kali lipat sekalipun kau kakak kandung suamiku!" tukas Dea.


"Jaga dia dengan baik kak, Ibu hamil sangat sensitif, ubahlah caramu memperlakukan dirinya, kau benar benar harus banyak belajar!" ucap Sagara.


Yonatan mengakui kesalahannya dalam memperlakukan Amira.


Seharusnya dia lebih dekat dan mengejar wanita itu, bukan membangun benteng yang besar membatasi hubungan mereka berdua.


"Jadi dia adalah orang yang ceria dan menyenangkan? tapi kenapa dia tidak menunjukkannya?" tanya Yonatan heran.


"Itu karena kakak sudah terlebih dahulu menunjukkan sikap kaku kakak, membangun batas dan menjaga jarak," jelas Dea.


" Amira bukan gadis bodoh, dia adalah perempuan cerdas dengan kemampuan analisis yang tinggi, dengan melihat kakak membangun gap, secara tidak sadar Amira akan mengikuti apa yang kakak lakukan, meski hatinya akan memberontak!" ujar Dea.


"Lalu jika semakin lama di tahan maka akan meledak seperti hari ini," tambah wanita itu.


Yonatan paham. Setelah mendengar semua penjelasan Dea tentang istrinya, dia telah mendapatkan inisiatif baru untuk membangun hubungan yang baik dengan istrinya.


" Terimakasih Dea, aku akan mengingat ini. Aku pasti akan membuatnya bahagia, aku janji!!" ucap Yonatan sambil tersenyum bahagia.


"Kalau begitu aku kembali ke kamarku, Sagara bolehkan ku pakai seluruh area mansionmu ini? aku ingin tinggal di sini sampai dia melahirkan, ada Dea di sini, dia akan benar benar nyaman!" ucap Yonatan penuh harap.


Sagara menatap kakaknya," ini akan bagus, setidaknya selama aku dalam masa perawatan, ada yang menemani Dea di sini!' batin Sangat.


" Setuju, kalian akan tinggal di bangsal depan paviliun, suasana indah dan tenang di sana, Kakak iparku pasti akan senang!" ucap Sagara.


" Sayang kau mengijinkan mereka?" mata Dea berbinar-binar.


"tentu saja, aku tau kau juga senang jika begini," ucap Sagara.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2