Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 54


__ADS_3

Sagara membawa dea berkeliling memasuki mal terbesar di negeri itu.


“ bagaimana tanganmu? “ Tanya Sagara sambil menatap tangan kiri gadis itu.


Dea mengangkat tangannya sambil menunjukkannya di depan Sagara,” Ini sudah lebih baik . Rasa sakitnya juga sudah menghilang!” ucap Dea sambil tersenyum.


“ Secepat itu?” tanya Sagara .


“ Lumayanlah, Kita tidak harus memeriksanya ke rumah sakit, ini tidak apa apa,” ucap Dea.


“ ingat , aku ini tangguh hehehe..” celetuk Dea seraya mengangkat kedua tangannya bak seorang jagoan.


Pria itu menatapnya dengan tatapan terpukau, Dea memang selalu berhasil membuat suasana menjadi sangat ceria. Senyuman gadis itu dan tawa Dea membuat siapa pun nyaman di sekitarnya.


“ Kau mau makan apa? “ tanya Sagara.


“ Es cream! Aku mau es krim yang isinya banyak, tiga warna tiga rasa aku mau itu!!” seru Dea dengan penuh semangat.


“ baiklah nona, sesuai keinginanmu!” ucap Sagara.


Mereka berjalan menuju gerai penjual es krim. Penampilan keduanya tentu saja selalu menjadi sorotan orang orang. Bahkan mereka dikira sepasang artis yang sedang melakukan rekaman film kolosal di tempat itu.


Sagara dan Dea berdiri di barisan antrean menuju penjual es krim.


“ apa kita harus mengantri juga?” tanya Sagara.


Dea mengangguk,” tentu saja, kau pikir bisa seenaknya di sini,”celetuk Dea sambil menatap gerai es krim itu dengan tatapan berbinar binar.


“ Duduklah di sana, biar aku mengambilnya untukmu, kau terlalu banyak berdiri di perusahaan tadi,” ucap Sagara.


“ bolehkah?” tanya Dea yang dibalas anggukan kepala oleh Sagara.


Gadis itu tersenyum,” baiklah aku duduk di sana!”ucap Dea yang langsung berlari sambil berjingkrak seperti anak kecil menuju tempat duduk di seberang mereka.


Dea duduk sambil menatap ke arah barisan para pengantre.


Sagara bersinar diantara semua orang.


Bukan hanya merkea pasangan yang mengantri di sana, ada pasangan lain yang juga berdiri di sana.


Semua mata para wanita tertuju pada pria tampan berkharisma yang berdiri dan mengantri dalam barisan untuk membeli es krim. Tentu saja hal ini membuat mereka iri karena pasangan mereka tak bersikap semanis sagara.


“ lihat dia, sudah tampan sepertinya juga kaya masih mau berdiri dan mengantri untuk kekasihnya, kalian para laki laki harus belajar dari dia!” ucap salah saru pembeli wanita.

__ADS_1


“Dia benar, kau sangat menyebalkan, apa kau tidak mau mengantri untukku?” tanya yang lain pada pacarnya sendiri.


Tentu saja hal ini membuat para pria merasa harga diri mereka terluka karena seorang pria tampan yang begitu perhatian pada pasangannya membuat para wanita berteriak iri padahal hanya perkara mengantri membeli es krim saja.


Sontak para pria yang berdiri dengan pasangannya bertindak maskulin, meminta pasangan masing masing duduk menunggu dan berlagak keren untuk menyaingi Sagara.


Dea menatap mereka sambil tertawa cekikikan, “ hahahha... mereka merasa terintimidasi dengan aura tuan Sagara, memang ya aura pimpinan itu sangat berbeda hahaha...” Dea tertawa cekikikan sambil menatap barisan itu.


Para wanita duduk di kursi tunggu yang sejajar dengan kursi Dea.


“nona, apa pria tampan di sana kakakmu? Boleh minta nomornya? Dia sangat tampan!” ucap gadis A.


“benar, boleh kan minta nomor kakakmu, dia tampan sekali, siapa tahu kita bisa jadi ipar!” tukas yang lain.


Dea malah dikerumuni oleh perempuan yang berpikir kalau dia dan Sagara adalah kakak beradik karena perbedaan tinggi mereka yang mencolok juga wajah Dea yang sangat menggemaskan dan malah terlihat seperti anak remaja.


Dea terkejut bukan main, dia dikira adik bukan pasangan, ini benar benar di luar perkiraan.


“ apa kalian pikir aku adiknya?” tanya Dea terkejut.


“ tentu saja, kan mana mungkin kau pacarnya, kau masih remaja!” ucap mereka sambil menatap Dea dengan tatapan penuh harap.


Dea menatap ke arah suaminya sambil memicingkan matanya,” cihh.. tidak mau!!” ketus gadis itu sambil mengusir mereka,” sana kalian, dasar menyebalkan, dia tidak akan mau menatap kalian, standar orang itu terlalu tinggi!” celetuk Dea yang merasa kesal karena para wanita mulai menunjukkan taring mereka untuk mendekati Sagara.


Semuanya sibuk membicarakan Sagara yang sangat tampan. Dea hanya menatap mereka dengan tatapan kesal karena membicarakan suami orang dan menganggap Dea sebagai anak kecil.


Sementara itu di barisan para pria, Sagara juga dia buat panas karena kata kata para jomblo yang berdiri di dekat Sagara.


“hey bro, dia adikmu kan? Aku juga datang ke sini mengantarkan adikku berbelanja, boleh minta nomor adikmu? Aku akan beri nomor adik perempuanku, kita barter, siapa tahu bisa jadi ipar!” ucap pria di depan Sagara seraya melirik Dea yang duduk manis di sana sambil memainkan ponselnya menunggu Sagara.


“ Dia bukan..


Puk!


Satu tepukan muncul lagi di pundak Sagara, kali ini dari sisi belakang seorang pria tampan nan muda berkacamata hitam menatap Sagara seolah mereka akrab,” kenalkan adikmu padaku, aku akan menjaganya dengan baik! Aku mapan, kaya, independen dan tentu saja memikat!” ucap pria itu dengan penuh percaya diri.


Sagara mengerutkan keningnya, dia benar benar terkejut mendengar ucapan para pria itu tentang istrinya yang mereka pikir adalah adik Sagara.


Ptass!


Sagara menepis tangan merkea semua, tak nyaman berdiri di dekat mereka,” Berengsek, dia istriku bangsat!” ucap Sagara dengan nada datar dan dingin serta tatapan mata tajam menusuk bak seorang malaikat maut yang siap mencabut nyawa mereka.


Degh!

__ADS_1


Pria pria itu sontak menjauh dan malah memberikan barisan paling depan pada Sagara saking menyeramkannya pria itu,” si.. silahkan lebih dulu!” ucap mereka sambil menenggak saliva mereka masing masing.


Wajah Sagara mengatakan segalanya, kalau dia sedang kesal. Dia menatap mereka dengan tatapan penuh amarah,” jaga mata kalian keparat!” umpat Sagara sambil berjalan ke depan dengan gagah.


Dia membeli es krim yang diminta Dea,” Sebaiknya kuminta Lin membeli mesin es krim ini ke mansion, menyebalkan sekali!” batin pria itu.


“ Bayar tunai atau kredit tuan?” tanay kasir.


Sagara mengeluarkan black cardnya, saatnya pamer pada para pria yang merasa sok jagoan ingin mendekati istrinya.


“ bayar dengan ini!” ucap Sagara menunjukkan kartu bisnis unlimited nya.


Semua prai itu terdiam, pelan pelan mereka berjalan mundur dari haluan karena merasa tak sanggup bahkan untuk menyaingi seorang tuan muda Sagara.


Sagara tersenyum tipis,” jangan pikir bisa mendekati wanitaku!” batin pria itu .


Sagara menyelesaikan pembayarannya. Dia membawa es krim itu dan menghampiri Dea.


“ ini untukmu,” ucap Sagara sambil menyerahkannya pada Dea.


Dea mendongak sambil menatap es krim dengan mata berbinar binar, tetapi matanya juga menangkap wajah para gadis yang menatap suaminya seperti sedang menatap harta karun, bersinar-sinar .


“ Terimakasih suamiku!!” celetuk Dea yang malah langsung memeluk Sagara dan tersenyum dengan jahil.


Sgaara terkesiap, “ ehh... hati hati tanganmu!” ucap Sagara.


“ tak apa-apa, suamiku memang sangat perhatian!” puji Dea seraya mengusap lengan Sagara dan memeluknya dengan erat.


Para wanita itu dibuat menelan ludah sendiri, pria itu tak tergapai, Sagara jauh di atas mereka, saingan mereka adalah seorang gadis cantik menggemaskan.


“ Kenapa tidak bilang kalau itu suaminya? Dasar menyebalkan!”


Dea menatap mereka semua sambil terkikik geli,”hahahaha aku berhasil!” bisik Dea sembari mengambil es krim dari tangan Sagara.


“ terimakasih untuk ini!” Seru Dea dengan senyuman bahagia.


"Tentu saja istriku!" balas Sagara sembari menepuk pucuk kepala istrinya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2