Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Kelelahan


__ADS_3

Merina memasak ditemani jagoan kecilnya. Seperti biasa dengan candaan dan guruan. Keceriaan Tama dan Merina terdengar sampai kamar Arjuna.


"Seneng sekali ibu dan anak itu "gerutu Arjuna sembari melajukan kursi rodanya menuju dapur. "


Setelah sampai di dapur, Arjuna melihat Merina sedang memasak sambil sesekali berjoget bersama Tama. Hati Arjuna trenyuh, tiba tiba ingat akan mantan istrinya.


Yang suka sekali masak sambil dengar musik. Arjuna tesenyum melihat tingkah lucu Merina dan Tama. Hingga tak sadar, dirinya terkekeh.


Membuat Merina dan Tama menoleh ke arah sumber suara.


Sejenak Merina terdiam, tersipu malu. Namun berbeda dengan Tama. Tama menghampiri Arjuna.


"Om Jujun, ayuk ikut Tama menyanyi dan menari. Biar tambah rame "ucap Tama terkekeh memegang tangan Arjuna, layaknya mengajak berdansa. "


Arjuna terkekeh kembali melihat tingkah lucu Tama, yang tak malu malu berjoged sekenanya di depan Arjuna.


Hingga papah Erik juga mendengar suara Arjuna tertawa. Papah Erik ikut terbangun, dan penasaran kenapa Arjuna bisa tertawa sengakak itu.


Papah Erik bangkit dari pembaringannya,dan melangkah mencari sumber suara Arjuna.


Setelah mengetahui keberadaan Arjuna. Papah Erik ikut terkekeh melihat Tama yang sangat lucu berjoged sekenanya.


Tanpa sadar, papah Erik ikut berjoged dengan Tama. Membuat Arjuna semakin ngakak sampai berair matanya.


Sementara Merina hanya geleng geleng kepala tersenyum dan terus saja memasak.


Setelah merasa cape, papah Erik dan Tama berhenti. Keduanya minum air dingin yang ada di kulkas dapur.


Papah Erik mengajak Tama keruang tengah untuk membaca sebuah dongeng. Arjuna juga tak mau kalah, ikut turut serta ke ruang tengah.


Papah Erik berpura pura merengek seperti anak kecil meminta di bacakan sebuah dongeng.


Tama mengambil satu buku cerita rakyat berjudul Malin Kundang.


Tama membacakan cerita Malin Kundang dengan sesekali mempraktekannya layaknya seorang aktor.


Arjuna dan papah Erik terkesima dengan kepintaran anak yang baru berumur 5 tahun.


Tak terasa waktu makan malam telah tiba, semua telah siap di meja.


Seperti biasa papah Erik mengajak Tama ikut serta makan malam. Sementara Merina melakukan ritual mandi sorenya yang sempat urung karena mendahulukan aktifitas memasaknya.


Setelah selesai mandi, Merina mengecek ruang makan. Apakah Arjuna dan papah Erik serta Tama telah selesai makan malamnya.


Namun ternyata belum, malah papah Erik mengajak serta Merina untuk makan malam namun Merina tak bersedia. Dengan alasan masih kenyang.


Merina tahu batasan antara majikan dan pelayan. Merina tahu diri, hingga tak begitu saja menerima tawaran papah Erik.

__ADS_1


Merina kembali ke kamarnya untuk melihat televisi sembari menunggu majikannya selesai makan malam.


Tak berselang lama, Tama datang menghampiri Merina.


"Mama, kakek Erik sama om Jujun telah selesai makan malam "Ucap Tama menatap mamanya yang asik menonton televisi. "


"Iya sayang, kamu disini saja ya. Biar mama ke ruang makan untuk membersihkan meja makan "jawab Merina mengusap rambut Tama."


Bukan Tama namanya kalau berdiam diri saja di kamar. Tama malah mengikuti Merina ke ruang makan.


Membuat Merina kaget karena tak tahu jika Tama ada dibelakangnya.


"Ya Tuhan... Tama..bikin kaget mama saja.. Tama ngapain ngikutin mama? "tanya Merina sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang karena kaget. "


"Hheee maaf mamaku sayang.. Tama kan ingin bantu mama "jawab Tama cengar cengir. "


Akhirnya Merina mengijinkan Tama membantunya. Membawa beberapa perlengkapan makan yang bukan terbuat dari beling.


Semua peralatan kotor dibawanya ke dapur dan segera dicucinya. Sementara Tama asik duduk menunggu sampai mamanya selesai mencuci.


Setelah semua bersih dan rapi, barulah Merina mengambil sepiring nasi dicampur lauk pauk. Untuk dirinya makan malam.


Merina makan di dapur ditemani jagoan kecilnya. Sampai selesai dan mereka kembali ke kamar untuk istirahat.


Tak lupa Merina mencuci piring dirinya tang terpakai untuk makan.


Sementara Bayu dan Putri sedang kelelahan, karena banyaknya tamu yang datang. Diluar perkiraan mereka, tamu yang datang 2x lipat dari tamu tamu yang diundang.


Waktu telah menunjukan pukul 10 malam, namun masih saja ada tamu yang datang.


Hingga rasa lelah benar benar mendera Putri. Putri duduk disinggasana pelaminan.


Bayu tahu jika istrinya pasti lelah, hingga Bayu mengumpulkan para asistennya. Untuk diberi tugas menjamu tamu yang datang.


Bayu juga meminta tolong ibu panti serta orang tuanya untuk menggantikan posisi Bayu dan Putri untuk menyalami para tamu.


Sementara Bayu akan mengajak Putri untuk beristirahat. Tanpa pikir panjang, Bayu membopong tubuh Putri dan membawanya ke kamar hotel yang telah di booking jauh jauh hari.


Putri ingin menolak, karena malu dilihat oleh banyaknya tamu yang masih ada di tempat resepsi.


Namun Bayu memberi isyarat lewat kode matanya. Hingga Putri pasrah saja ketika dirinya dibopong Bayu.


Setelah sampai di kamar, Bayu membaringkan tubuh Putri dipembaringan yang telah dihias sedemikian rupa.


"Mas, kenapa bawa aku ke kamar. Ga enak sama para tamu yang masih berdatangan "rajuk Putri manyun. "


"Sini duduk dulu, aku lepasin dulu ikatan mahkotamu itu "ucap Bayu mengalihkan pembicaraan. "

__ADS_1


Putri seperti kerbau dicucuk hidungnya, menurut saja tanpa ada bantahan.


"Aku ga tega sama kamu sayang, karena aku tahu kamu kelelahan "ucap Bayu menjawab pertanyaan Putri yang sempat dialihkan dengan Bayu mencopot mahkota di kepala Putri.


Bayu menyibak gaun pengantin Putri hingga ujung paha.


"Kamu ga usah berpikiran mesum dulu sayang, aku hanya ingin memijit kakimu ini. Pasti pegal kan, berdiri dari pagi sampai malam "oceh Bayu terkekeh. "


Dengan sangat perlahan lahan, Bayu memijit kedua kaki Putri bergantian dari kaki kanan beralih ke kaki kiri.


Hingga Putri tak sadar, dirinya tertidur pulas. Bayu menyunggingkan senyum, dan menghampiri istrinya.


"Kasihan istriku kecapean, tidurlah sayang "ucap Bayu mengecup kening dan bibir Putri. "


Bayu bukannya ikut tidur di samping Putri. Namun dirinya kembali ke pesta pernikahannya.


Menemui para relasi bisnisnya yang barusan sempat ditinggal begitu saja.


Bayu meminta maaf pada semua relasi bisnisnya karena tak sopan meninggalkan para tamu begitu saja.


Semua rekan bisnis Bayu bisa memahami karena Bayu mengantar istrinya untuk beristirahat.


Hingga penghujung waktu telah tiba, pukul 12 malam barulah pesta benar benar telah usai.


Bayu melangkah gontay ke kamar hotelnya. Dilihatnya Putri telah terjaga dan duduk melamun.


"Sayang, kamu kok bangun si. Tidur lagi saja, pasti kamu masih cape kan? "ucap Bayu mendekati Putri jongkok dihadapan Putri. "


"Mas, mana aku bisa tidur nyenyak dengan gaun pakaian seperti ini? "rajuk Putri masih dengan mata ngantuknya. "


Bayupun membantu Putri membuka resleting gaun pengantinnya yang sangat berat itu.


Bayu menelan salivanya ketika melihat punggung mulus istrinya. Sang adik juga merespon rasa Bayu.


Pemandangan indah tersebut seolah telah menyetrum diri Bayu terutama adik Bayu yang sudah tidak tahan ingin meloncat keluar dari kandangnya..


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙈🙈🙈


hy ka mmpir novelku yang lain yuk



Jangan lupa like, vote, favorit..


Agar author semangat up. 😊😊😊😊


Thanks untuk yang sudah kasih dukungannya.😘😘😘

__ADS_1


Salam sehat selalu, diberkati selalu untuk semua para readers. 😊😊😊😊😊


__ADS_2