Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Proses Pemakaman


__ADS_3

Sebelumnya author ingin mengucapkan banyak banyak terima kasih atas dukungan like, vote, fav, serta komentarnya dari para readers. 😊😊😊😊


Author hanya bisa doakan semoga para readers semua yang telah baca karya author ini, selalu sehat, dimudahkan rejekinya. Pokoknya doa yang terbaik buat semua readers. 😘😘


Mohon mmff jika tidak bisa bales komentar para readers 1 per 1. Tapi author akan selalu perhatikan koment yang mengkritik, agar author bisa lebih baik lagi dalam berkaryaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Trimakasih juga buat para readers yang selalu kasih suport😘😘😘😘😘😘


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Arjuna mencari informasi dimana rumah orang tua almarhumah Mia berada. Dengan mengerahkan semua asistennya. Bagaimanapun orang tua almarhumah Mia harus mengetahuinya.Jika anaknya telah meninggal dunia.


Hanya beberapa menit, Arjuna telah mengetahui dimana keberadaan rumah orang tua almarhumah Mia.


Arjuna sendiri yang akan datang ke rumah orang tua almarhumah Mia, untuk memberikan kabar jika anak mereka telah meninggal dunia.


Untuk sementara, Arjuna menitipkan jenazah sepasang suami istri ini di rumah sakit terlebih dulu.


Arjuna juga menitipkan Revano serta Revina pada bu Ina sementara waktu.


Seteleh itu barulah Arjuna berangkat bersama sopirnya menuju ke rumah orang tua almarhumah Mia.


Hanya butuh waktu 20 menit saja, Arjuna telah sampai di rumah almarhumah Mia.


Kedua orang tua almarhumah Mia merasa heran melihat ada sebuah mobil mewah berada di pelataran rumah mereka.


"Yah, kok ada mobil berhenti di depan rumah kita?? Sini yah, buruan kesini.. "Ucap ibu Titi memanggil ayah Toto yang sedang asik menonton acara bola di channel televisi kesukaanya. "


"Mana bu, mungkin cuma numpang parkir saja bu "ucap ayah Toto bangkit menghampiri istrinya ikutan menengok di balik tirai jendala ruang tamu mereka. "


"Loh, tapi orangnya kemari ya bu?? Tapi siapa ya bu?? Kok ayah ga kenal?? "tanya ayah Toto pada istrinya. "


"Ibu mana tahu?? Ayah ini lucu dech.. Mending kita samperin saja yuk yah? "ajak bu Titi pada suaminya. "

__ADS_1


Kemudian suami istri ini, keluar dari rumah menuju ke teras rumahnya. Untuk menghampiri Arjuna.


"Maaf nak ini siapa ya?? Kok datang kemari? "tanya ayah Toto curiga. "


Padahal Arjuna ingin berbicara, namun sudah disela dengan pertanyaan oleh ayah Toto terlebih dulu.


"Mohon maaf pak, ibu. Saya telah mengganggu waktu istirahat kalian berdua. Perkenalkan, nama saya Arjun. Saya teman dari Gio "jawab Arjuna tersenyum ramah. "


"Loh, terus ngapain kamu kesini?? Mau cari Gio?? Cari Gio itu bukan disini tempatnya, tapi di gubugnya!! "ucap ketus ibu Titi. "


"Bu, pak, mohon maaf ijinkan saya berbicara sampai selesai dulu. Jangan di potong dulu ucapan saya "ucap Arjuna menahan geram. "


"Baiklah nak Arjun,silahkan duduk dulu "ucap ayah Toto mempersilahkan Arjuna duduk di sofa di teras depan rumah ."


Arjuna lekas duduk, dan tak ingin basa basi. Karena kasihan dengan jenazah almarhum Gio dan almarhumah Mia,harus segera di makamkan. Tak ingin berlama lama lagi.


"Begini pak, bu. Kedatangan saya kemari ingin memberitahukan jika anak ibu Mia dan suaminya Gio, mereka telah meninggal dunia "ucap Arjuna tegas. "


"Saya yang akan mengurus pemakaman mereka, jika bapak dan ibu bersedia. Mari ikut saya untuk menyaksikan proses pemakaman mereka berdua"ucap Arjuna kembali. "


Kedua orang tua almarhumah Mia meneteskan air mata. Tak bisa berkata apa apa. Keduanya hanya saling pandang.


Dan akhirnya keduanya sepakat untuk ikut dengan Arjuna. Keduanya ingin benar benar memastikan apakah yang diucapkan Arjuna benar adanya.


Dada kedua paruh baya ini bergemuruh, tubuh mereka bergetar. Bahkan keduanya belum terpikirkan bertanya pada Arjuna tentang penyebab meninggalnya anak dan menantunya.


Keduanya hanya menurut saja ketika dipersilahkan oleh Arjuna untuk masuk dalam mobil Arjuna.


Arjuna memerintah sopir untuk segera melajukan mobil menuju rumah sakit di mana jenazah almarhumah Mia dan suaminya berada.


Tak berselang lama, mobil Arjuna telah sampai dirumah sakit. Segera Arjuna mengajak kedua orang tua almarhumah Mia ke ruang jenazah.


Kedua orang tua almarhumah Mia gemetaran, ketika akan membuka kain penutup jenazah.

__ADS_1


Hingga perlahan lahan keduanya memberanikan diri membuka kain penutup jenazah tersebut.


Keduanya langsung menangis histeris ketika melihat jenazah yang ditutup kain tersebut adalah benar benar anak mereka Mia.


Kedua orang tua tersebut juga membuka kain penutup jenazah yang ada di samping jenazah Mia. Dan serasa tak percaya, jika itu benar benar jenazah menantu yang tak pernah di anggap mereka yakni Gio.


Setelah puas melihat kedua jenazah anak dan menantunya. Barulah orang tua almarhumah Mia, bertanya pada Arjuna. Apa yang menyebabkan Mia dan Gio bisa meninggal.


Arjuna menceritakan jika Mia sempat terjatuh dirumah dan pingsan. Hingga Gio yang mendapat kabar dari tetangga langsung saja bergegas pulang untuk membawa Mia ke dokter.


Namun naas, Gio mengalami kecelakaan tunggal saat akan pulang ke rumah hingga meninggal.


"Sekarang dimana cucu kami? "tanya ayah Toto penasaran. "


"Saat ini Vano sedang bersama tetangga almarhumah Mia. Dan bayinya ada di rumah sakit, di dalam inkubator "jawab Arjuna. "


"Bapak, ibu, sebaiknya kita utamakan untuk memakamkan almarhum Gio dan almarhumah Mia terlebih dulu. Baru setelah itu kita ngobrol kembali. Karena ada sesuatu hal yang penting juga yang ingin saya sampaikan mengenai pesan terakhir kedua jenazah di saat saat terakhir mereka "ucap Arjuna panjang lebar. "


Orang tua dari almarhumah Mia, hanya mengangguk saja tanpa bisa berkata lagi.


Arjunapun segera menghubungi semua asistennya dan pihak rumah sakit untuk membantu proses pemakaman.


Sepasang suami istri ini, dimakamkan berdampingan.


"Selamat jalan Mia, Gio. Kalian memang benar benar pasangan setia hingga akhir hayat kalianpun pergi bersama. Aku janji pada kalian, akan merawat anak kalian seperti anakku sendiri "gerutu Arjuna di hati sembari tak terasa air mata menetes. "


1 jam Berlalu..


Arjuna pun menceritakan pesan terakhir dari almarhumah Mia dan Gio. Jika Arjuna yang dititipi untuk merawat anak anak almarhumah Mia dan suaminya. Pada orang tua almarhumah Mia.


Kedua orang tua almarhumah Mia tidak keberatan. Tapi mereka meminta satu hal, jika suatu waktu mereka akan bertemu dan bermain dengan cucu cucu mereka. Arjuna tidak akan menghalanginya.


Arjuna menyetujui permintaan kedua orang tua dari almarhumah Mia.

__ADS_1


Setelah semua jelas dan terselesaikan. Orang tua almarhumah Mia berpamitan pulang pada Arjuna. Dan Arjuna memerintah salah satu asistennya untuk mengantar kedua paruh baya tersebut.


Arjuna juga kembali ke rumah almarhumah Mia, dimana ada bu Ina dan Vano menunggu.


__ADS_2