
Adit dan Arjuna sama sama penasaran dan berdebar debar membuka amplop yang berisi hasil tes DNA tersebut.
"Coba Dit, kamu dulu yang buka hasil dari tes DNAnya??!! "perintah Arjuna melirik pada Adit. "
"Sebaiknya mas Arjun dulu saja dech,, coba buka mas?? "malah Adit memerintah balik. "
Papah Erik jadi geregetan melihat tingkah keduanya.
"Tadi pada penasaran sampai pada ga bisa diam, nunggu hasil tes DNA nya.Sekarang udah dapat malah pada takut buka, bagaimana si kalian ini??!! Sini biar semuanya papah saja yang buka!! "sindir papah Erik akan merebut amplop berisi hasil tes DNA milik Arjuna dan Adit. "
Namun keduanya seperti anak kecil yang enggan diminta jajannya.
Hingga keduanya sama sama membuka amplop yang berisi kertas putih perlahan lahan.
Keduanya sangat lambat sekali seperti membuka hasil kelulusan sekolah atau diterima engganya di sebuah sekolahan.
Hingga keduanya sama sama membola ketika tahu isi kertas tersebut.
Papah Erikpun menjadi penasaran dan merebut paksa hasil tes DNA,baik milik Arjuna maupun milik Adit.
Saat membaca hasil tes DNA milik Arjuna dan milik Adit, tak sama halnya dengan Arjuna dan Adit. Mata papah Erik membola.
"Loh kok hasilnya seperti ini semua?? "gerutu papah Erik. "
"Jun, bayinya Ela ternyata bukan anakmu.."ucap papah Erik menatap sendu Arjuna. "
Kemudian papah Erik beralih menatap ke Adit.
"Dit, ini juga hasilnya negatif denganmu.. "
Arjuna dan Adit saling berpandangan.
"Pikirku malah hasil tes DNA milikmu positif mas Arjun?? "sela Adit menatap Arjun. "
"Aku juga berpikiran yang sama sepertimu, waktu aku buka hasil milikku negatif. Pikirku malah hasil tes DNA mu itu yang positif "jawab Arjuna heran. "
"Jadi bayi itu bukan anak kita berdua??!! Terus anak siapa?? "ucap Arjuna dan Adit serentak berpandangan. "
Arjuna, Adit, serta papah Erik segera keruang rawat Ela. Ela terhenyak kaget melihat kedatangan Adit. Karena kemarin Adit sengaja tak menemui Ela, hanya untuk melakukan tes DNA. Sehingga Ela tak tahu jika Adit telah datang dari kemarin.
__ADS_1
"Mas Adit, kamu ngapain kemari? "tanya Ela melotot. "
Adit balas melotot pada Ela.
"Awalnya aku kemari ingin tahu sebenernya anakmu ini anak siapa. Tapi aku benar benar sangat kecewa. Aku akan segera urus perpisahan kita "ucap Adit sambil melempar hasil tes DNA ke wajah Ela. "
"Kamu itu bener bener... aarghh.. sudahlah.. mas Arjun, om Erik. Aku pamit pulang, toh sudah jelas hasil tes DNA tersebut bukan anakku "pamit Adit pada Arjuna dan papah Erik.
Ela menyeringai puas,menatap kepergian Adit. Dirinya memang sudah sejak lama ingin berpisah dari Adit ,namun Adit yang selalu ingin mempertahankan pernikahan.
Jika Ela menggugatpun tidak akan berhasil, karena memang selama pernikahan Adit selalu menafkahi lahir dan batin Ela.
Adit tidak pernah lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah. Hanya Ela saja yang tek pernah puas dengan hasil kerja Adit.
Seberapapun uang yang Adit beri selalu saja kurang buat Ela. Karena Ela tripikal wanita yang boros yang suka dengan belanja on line.
Ela suka berfoya foya, hutang on line di mana mana hanya untuk menuruti keinginannya shopping ataupun makan enak.
Ela tersenyum menatap Arjuna yang sedang menatapnya tajam.
"Mas Arjun, kamu lihat sendiri kan ??Kalau bayi ini bukan anak mas Adit. Tapi ini anakmu.. "ucap Ela dengan yakinnya. "
"Kamu itu ngomong apa si mas??Tega banget ya kamu?? Ini anakmu mas.. hasil cinta kita berdua "ucap Ela meyakinkan. "
"Masih saja kamu ga mengaku ya??!! Ini lihat sendiri!! "bentak Arjun sambil melempar hasil tes DNA miliknya ke wajah Ela. "
Ela membukanya, dan menautkan alis..
"Mas, ini ga mungkin mas. Ini eror kali laboratoriumnya mas "bela Ela. "
"Kamu bilang ga mungkin?? Kamu bilang eror laboratoriumnya?? Berarti punya Adit juga eror dong hasilnya?? Kita sama sama La, cek di laboratorium disini bersama sama. Kemarin Adit kesini untuk diambil darahnya untuk sample tes DNA. Begitu juga aku. Jadi apanya yang eror?? Kamu tuh yang eror.. Ihhh bisa ya,,perbuatan siapa lagi ini..!??"sindir Arjuna. "
"Jun, sudahlah Jun. Ga usah diperpanjang. Untuk apa juga kamu mempertanyakan siapa ayah dari anak itu. Yang terpenting, sekarang kamu sudah ga ada urusan lagi sama Ela "lerai papah Erik mencoba meredam emosi Arjuna. "
Tanpa berpamitan dengan Ela, Arjuna dan papah Erik pergi meninggalkan ruang rawat Ela begitu saja.
Sementara Ela teriak teriak histeris memanggil nama Arjuna.
"Mas... mas Arjun... kamu ga bisa campakkan aku begitu saja... mas.. aku ga mau... "
__ADS_1
Hingga para perawat berdatangan untuk menenangkan Ela.
"Dasar!! Bayi sialan!! Gara gara kamu aku kehilangan segalanya!! "umpat Ela dengan seenaknya melempar bayinya. "
Untung salah satu perawat lincah reflek langsung menangkap bayi Ela. Kalau tidak pasti bayi tersebut sudah jatuh dan mati.
"Bu, ibu yang sabar ..sadar bu.. ini anak ibu.. masa ibu mau membunuhnya?? "ucap salah satu perawat sinis karena tak suka dengan tingkah Ela. "
"Jika kamu mau??!! Ambil saja bayiku!! "ucap Ela sekenanya. "
Sementara sepanjang perjalanan pulang, Adit menggerutu sendiri.
"Kok bisa ya?? Anak itu bukan anakku?? Apa jangan jangan sebelum Ela bermain denganku,telah bermain dengan lelaki lain?? Tapi siapa?? Setahuku sebelum Ela ke kota J, hampir tiap hari kita bermain?? "gerutu Adit sambil garuk garuk kepala. "
"Aku kok jadi penasaran juga, sebenernya siapa ayah dari bayi itu?? Kalau bukan aku dan juga bukan mas Arjun?? "gerutunya kembali. "
Arjuna juga merasakan hal yang sama dengan Adit. Sepanjang perjalanan pulang, dirinya bertanya tanya sendiri di dalam hati.
"Kata Adit, sebelum ke kota J. Adit dan Ela setiap hari berhubungan??Tapi kenapa kok tes DNA ga cocok sama Adit?? Apa iya si, Adit bohong?? Kalau memang sebenarnya sudah cere seperti yang Ela bilang, tapi ngomongnya belum?? "gerutu Arjuna di hati. "
Kegelisahan Arjuna terbaca oleh papah Erik.
"Kamu kenapa Jun?? Kecewa dengan hasil tes DNA barusan?? "tanya papah Erik menyelidik. "
Arjuna terhenyak kaget "Lagi heran saja pah, kalau yang Adit bilang bener tapi kok kenapa hasil tes DNA Adit negatif?? "
"Bisa jadi sebelum dengan Adit, Ela pernah berhubungan dengan lelaki lain tanpa sepengetahuan Adit "ucap papah Erik dengan yakinnya. "
Arjuna hanya ber ho oh ria saja. Sambil manggut manggu.
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
Mohon maaf jika hasil tes DNA tidak sesuai yang diinginkan beberapa readers.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Hheee karena memang sudah dibikin alurnya seperti ini oleh author 😊😊😊😊😊
Jangan lupa like, vote, favorit..
Thanks buat yang telah dukung like, vote, fav, serta koment.. 😊😊😊😊😊
__ADS_1