Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Sombong


__ADS_3

Putri dan Bayu telah sampai di rumah. Sebelumnya mereka mampir untuk membagi bagikan oleh oleh dari Jepang.


Kepada keluarga panti, karyawan restoran dan toko oleh oleh .Hingga sampe di rumah Bayu agak terlambat .


Setelah di rumah,Bayu juga memerintah salah satu asistennya untuk membagikan semua oleh oleh buat para pelayan, para asisten,serta kaki tangan Bayu.


Setelah tugas pembagian oleh oleh telah selesai. Bayu memberikan oleh oleh untuk orang tuanya juga.


Rasa cape mendera,hingga Bayu mengajak Putri untuk istirahat.


Setelah beberapa jam beristirahat, orang tua Bayu memberikan sebuah undangan pernikahan dari Restu.


Sejenak Bayu tersenyum sendiri,membaca undangan dari Restu. 2 minggu lagi Restu menikah.


"Akhirnya loe nikah juga son "gerutu Bayu. "


Hubungan antara Merina dan Adit juga semakin dekat. Sejak mommy Maria memberikan nomor ponsel Merina pada Adit.


Mommy Maria selalu menyuruh Adit ke restoran untuk menemui Merina dengan alasan mommy Maria ingin makan masakan Merina.


Hingga hampir setiap hati Adit menemui Merina atas perintah mommy Maria. Padahal memang mommy Maria sengaja ingin mendekatkan Adit dengan Merina.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, hingga datanglah hari pernikahan Katty dan Restu.


Bayu mengajak serta Putri dan kedua orang tuanya ke pesta pernikahan Restu dan Katty.


Tak di sangka, di pesta pernikahan tersebut. Putri bertemu dengan mantan suaminya Arjuna.


Namun dengan sombongnya, Arjuna menggandeng Vani menghampiri Putri.


"Hay Put, bagaimana kabarmu?? Sudah ada tanda tanda hamil belum?? Eh maaf, kamu kan susah hamil ya?? Oh iya, kenalin ini calon istriku namanya Vani "ucap Arjuna dengan sinisnya. "


Putri hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Ohh ya sukur kalau sudah punya calon pendamping, semoga langgeng ya? "


"Pasti kita langgeng Put, dan pasti kita juga akan cepat di beri momongan. Iya kan sayang.. oh iya.. ini undangannya.. 1 minggu lagi pernikahanku. Kuharap kalian datang ya "jawab Arjuna sembari menyerahkan undangan pernikahan dirinya dengan Vani kepada Putri. "


Setelah menyerahkan undangan terhadap Putri, Arjuna melihat ada sosok Merina yang sedang bercengkrama bersama Adit.


Arjuna menghampiri Merina.


"Hai Mer, Dit. Apa kabar kalian?? Oh iya, kenalin ini calon istriku .Cantik kan??Oh iya.. Jangan lupa datang ke pernikahanku 1 minggu lagi ya. Entar undangan aku titipkan ke Restu "ucap Arjuna dengan sombongnya. "


Ketika Arjuna akan melangkah pergi, tiba tiba dirinya berhenti.


"Ehh kenapa kalian ga nikah saja. Kalian pasangan yang cocok. Sama sama miskin "ejek Arjuna melirik sinis pada Merina dan Adit. "


Entah kenapa sejak di tolak oleh Merina, dan sejak cere dari Putri. Peringai Arjuna bukannya lebih baik, malah tambah sombong.


Arjuna telah melupakan semua nasehat dan pesan pesan dari papah Erik. Hanya karena sekarang dirinya sedang mengalami kesuksesan di bisnisnya.


Arjuna berpikir, jika dirinya sukses. Pasti wanita manapun tidak akan menolak. Buktinya Vani, langsung mau di ajak nikah.


Padahal perkenalan mereka belum cukup lama. Namun Arjuna tergoda dengan Vani, yang modis,serta wajah mirip sekali dengan Putri.


Arjuna berbangga diri, karena dengan sangat mudah meluluhkan hati Vani. Yang parasnya cantik, masih lajang pula.


Seperginya Arjuna dari hadapan Putri dan Bayu. Keduanya saling berpandangan dan saling menggelengkan kepala.


Tiba tiba Bayu berucap.


"Mantanmu itu, sadarnya ketika mendapat kelumpuhan. Tapi setelah sehat kembali , kembali ke watak aslinya. Kamu lihat sayang, padahal belum lama rayu Merina. Ehhh tahu tahu sudah dengan wanita lain. Tapi kalau diperhatikan lebih seksama, wanita itu wajahnya mirip sekali denganmu sayang... "


"Mas, sudahlah.. Kita ga usah memusingkan hidup dia. Saat ini kita fokus saja dengan rumah tangga kita. Dengan orang orang yang menyayangi kita " ucap Putri santai sambil bergelayut manja di lengan Bayu. "


"Sayang, mamas memang ga salah memilihmu jadi istri mamas. Biarpun barusan kamu telah di cela dibilang susah punya anak sama mantanmu. Namun mamas lihat, raut wajahmu biasa saja. Bahkan tidak terpancing emosi sedikitpun "ucap Bayu menatap lekat manik hitam Putri. "


"Ga usah ngegombal terlalu tinggi mas,,, ga usah muji berlebihan.. entar Putri jadi terbang tinggi.. jatuhnya sakit.. "canda Putri terkekeh. "

__ADS_1


"Kan ada mamas sayang,, kamu tidak akan sampai jatuh ke lantai. Tapi kamu akan jatuh dipelukan mamas "goda Bayu menaik turunkan alisnya. "


"Iidihhhh suamiku yang gwanteng ini, lebaynya ga ketulungannnnnnn "goda Putri mencolek hidung Bayu. "


Sementara Merina juga sedang bercengkrama dengan Adit. Membicarakan tingkah Arjuna barusan.


"Mer, kok kamu diam saja?? Dihina sama mas Arjun? "tanya Adik heran. "


"Lah, mas Adit juga?? Kenapa pula ga ngebales hinaan tuan Arjun?? "Merina balik bertanya. "


"Mer Mer.. ditanya malah nanya. Kalau bagiku itu si ga penting Mer. Biarpun mas Arjun menghina aku miskin, aku ga marah. Toh harta itu hanya titipan. Tak bedanya dengan jodoh atau anak. Semua titipan Yang Maha Kuasa, yang sewaktu waktu bisa di ambil kapan saja. Tanpa kita tahu kapan waktunya "jawab Adit. "


"Iya si mas,tapi aku bersyukur mas. Dulu waktu tuan Arjun nembak aku. Aku ga menerimanya. Wahhh kalau aku terima pasti aku nyesel dech.. Bisa nasibku kaya non Putri.. iihhhh amit amittt 7 turunan "ucap Merina dengan mengeleng gelengkan kepala. "


"Mer, kalau aku yang nembak kamu. Apakah kamu tolak juga?? Mas Arjun yang kaya, yang ganteng saja kamu tolak ya?? Apa lagi aku ya Mer, yang cuma sopir dan duda anak 1 "tanya Adit ragu. "


"Mmaakkkssuddd mas Aditt??"tanya Merina gugup sembari tersipu malu dengan merona pipinya. "


"Jujur Mer, sejak kita semakin dekat. Entah kenapa aku merasa nyaman. Dann... adduhhh bagaimana ya ngomongnya?? Karena aku bukan lelaki romantis yang puitis. Ya beginilah aku Merr... "jawab Adit sembari garuk garuk kepala merasa pesimis. "


"Mas Adit serius atau bagaimana? ""tanya Merina penasaran. "


"I-iya Mer, aku serius.. Bersediakah kamu menjadi ibu sambung anakku?? Dan berkenankah jika aku ingin menjadi ayah sambung bagi anakmu? ""ucap Adit tersipu malu. "


"Mmmmeeerrrrriiiii bbbersediaaaa mmmaassss Aditt "jawab Merina dengan rasa gugupnya. "


Di hari pernikahan Restu dan Katty, menjadi saksi ungkapan cinta Adit ke Merina.


Juga di hari pernikahan Restu pula. Putri bertemu dengan mantan suaminya.


Sementara Arjuna yang saat ini sedang bersama Vani. Sedang merasa bergembira. Karena seminggu lagi dirinya akan menikah dengan Vani.


Padahal papah Erik telah memperingatkam Arjuna, untuk tidak terburu buru. Apalagi belum kenal sepenuhnya dengan Vani dan keluarganya.


Namun Arjuna tak menghiraukan peringatan papah Erik. Dirinya hanya bersandar pada keyakinannya sendiri.

__ADS_1


Jika wajah Vani saja mirip sekali dengan Putri. Sudah pastinya sifat Vani juga tak beda jauh dengan Putri.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


__ADS_2