Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Keinginan Mamah Rani


__ADS_3

"Kalau kamu masih khawatir, biar aku telfon asistenku ya "ucap Arjuna kembali. "


Namun ketika Arjuna akan menelfon asistennya yang disuruh antar mobil Vani ke kontrakan Vani. Ternyata batre ponselnya habis. Dan Arjuna tidak membawa power bank.


"Aduh, ponsel batre lowbet Van. Bagaimana kalau sekarang saja kita ke kontrakanmu "ajak Arjuna. "


"Baiklah mas "jawab Vani tersenyum manis. "


Keduanya lekas bangkit dari duduknya,tak lupa Arjuna meninggalkan beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja. Untuk membayar makanan mereka.


Arjuna dan Vani bergegas melangkah ke arah mobil Arjuna. Segera keduanya masuk dalam mobil, Arjuna memerintah asistennya untuk segera melajukan mobil ke arah kontrakan Vani.


Sementara di kontrakan, mamah Rani terus saja gelisah. Namun dirinya sudah tidak mondar mandir lagi.


Mamah Rani duduk di kursi depan kontrakan sambil menangis sesenggukan.Terus saja menatapi ponsel, berharap Vani telfon dirinya.


"Nak, kamu dimana si?? Jangan buat mamah khawatir seperti ini. Semoga kamu baik baik saja ya sayang...hiks hiks hikss "gerutu mamah Rani. "


Tak berselang lama, mobil yang dinaiki Arjuna dan Vani telah sampai di depan kontrakan Vani. Vani dan Arjuna keluar dari mobil tersebut.


Mamah Rani bangkit dari duduknya ketika melihat siapa yang datang. Mamah Rani berlari menghambur ke pelukan anaknya.


"Hiks hiks hiks, syukurlah nak. Kamu tidak apa apa. Mamah sangat khawatir. Saat mamah keluar dari kontrakan melihat mobilmu. Tapi kamu ga ada .Mamah terus saja menelfonmu, ponselmu berdering ternyata di dalam mobil "ucap mamah Rani menangis terus. "


"Sudahlah mah, jangan nangis lagi. Kan Vani sudah ada di sini. Lebih baik kita masuk yuk?? "ajak Vani sambil mengusap usap punggung mamah Rani, kemudian merangkulnya masuk dalam kontrakan. "


"Mas Arjun, masuk dulu yuk?? "ajak Vani menoleh pada Arjuna sembari tersenyum manis. "


Arjuna membalas senyuman Vani sembari masuk dalam kontrakan.


Setelah mamah Rani, Vani, dan Arjuna duduk. Vani menceritakan jika mobilnya sempat mogok. Namun bertemu dengan Arjuna tanpa disengaja.


"Maaf mah, memangnya asisten Arjun tidak memberitahu mamah. Jika Vani sedang sama Arjun? "tanya Arjuna menyelidik. "

__ADS_1


"Ga ada nak Arjun. Kemungkinan waktu asisten nak Arjun sampai kontrakan, saya lagi ada di kamar mandi. Jadi waktu asisten nak Arjun datang, saya ga tahu. Nak Arjun jangan marahi asistennya ya, kasihan "jawab mamah Rani. "


"Iya mah, Arjuna ga akan marahi asisten Arjuna kok. Oh iya maaf ya mah, biarpun Arjun sudah bukan menantu mamah. Tapi ga apa apa kan, jika Arjun selamanya mangggilnya mamah?? "ucap Arjuna tersipu malu. "


"Ga apa apa kok nak Arjun, mamah malah seneng banget. Mamah juga sudah anggap nak Arjun sebagai anak mamah. Karena mamah kan ga punya anak laki laki "jawab mamah Rani tersenyum ramah. "


"Baiklah mah, terima kasih. Kalau begitu Arjun pamit ya mah. Karena masih ada urusan di kantor yang harus segera di selesaikan "ucap Arjun bangkit dari duduknya sembari mencium tangan mamah Rani. "


"Baiklah nak, terimakasih sudah antar Vani. Kamu yang hati hati ya nak "ucap mamah Rani sejenak mengusap bahu Arjuna. "


"Trima kasih ya mas Arjun, sudah anter Vani juga mobil Vani "ucap Vani tersenyum ramah. "


Setelah berpamitan, Arjuna lekas meninggalkan kontrakan Vani. Arjuna juga berpesan pada Vani, mulai besok Vani sudah mulai bisa bekerja di cabang kantor Arjuna yang tak jauh dari kontrakan Vani.


Arjuna melangkah dengan pasti menuju ke mobilnya dengan suasana hati bahagia.


"Ternyata jika kita mampu menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita. Hati ini rasanya senang, bisa berguna buat orang lain "gerutu Arjuna sembari masuk mobil. "


Dalam hati Arjuna, dirinya ingin bisa berguna untuk orang orang yang ada di sekelilingnya yang membutuhkan uluran tangannya.


Seperginya Arjuna, mamah Rani merasa lega. Karena anaknya pulang dalam kondisi sehat, selamat. Tidak seperti apa yang sempat dipikirkan olehnya.


Mamah Rani sebenarnya menginginkan Vani rujuk dengan Arjuna. Karena mamah Rani sudah mengetahui segalanya tentang diri Arjuna.


Bahkan mamah Rani juga melihat perubahan positif dalam diri Arjuna. Aura kebaikan memancar pada wajah Arjuna.


"Nak, duduklah.Mamah ingin bicara sebentar saja "perintah mamah Rani pada Vani. "


Vani pun langsung duduk disamping mamah Rani "ada apa mah, sepertinya kok wajah mamah serius banget? "tanya Vani menatap lekat mamahnya. "


"Van, apa kamu ga kepikiran untuk rujuk dengan Arjun?? Kalau mamah lihat, Arjun telah berubah kok "ucap mamah Rani dengan tersenyum dan mengusap bahu Vani. "


"Memang mas Arjun telah berubah jadi lebih baik, tapi bukan berarti Vani harus rujuk sama mas Arjun. Maaafkan Vani mah, karena Vani dari awal tidak mencintai mas Arjun. Kita sama sama menikah karena terpaksa. "

__ADS_1


"Vani menikahi mas Arjun karena dulu papah yang minta untuk ajang balas dendam. Vani juga tahu, mas Arjun dulu nikah sama Vani juga karena terobsesi oleh mantan istrinya. Karena wajah Vani mirip sekali dengan Putri. "


Demikian jawaban panjang lebar dari Vani atas pertanyaan mamah Rani.


"Nak, lain dulu lain sekarang. Dulu sifat kalian sama sama kurang baik. Namun sekarang kalian berdua sama sama telah berubah jadi lebih baik. Apa salahnya kamu buka hatimu untuk Arjun. Cinta datang karena telah terbiasa. Dan cinta tumbuh karena sering bertemu "ucap mamah Rani. "


"Maaf mah, Vani ga bisa. Lagian mas Arjun kan di vonis ga akan bisa kasih keturunan.Sedangkan Vani kelak ingin punya anak mah "tolak Vani kembali. "


"Masalah anak kan bisa adopsi Van? "ucap mamah Rani kembali. "


"Maaf mah, Vani inginnya yang benar benar darah daging Vani dan suami Vani "tolak Vani kembali. "


"Hhmm ya sudahlah terserah kamu Van, tapi mamah berharap suatu saat nanti kamu bisa luluh dan menerima Arjun kembali "ucap mamah Rani sembari menghela nafas panjang.


Sementara Arjuna telah sampai di kantor,namun ketika akan masuk ruang kerjanya. Ada asistennya berdiri di depan pintu ruangan Arjun.


Asisten yang telah mengantarkan mobil Vani sampai ke kontrakan.


Arjuna membuka pintu ruang kerjanya yang telah di kuncinya. Kemudian Arjuna masuk ruang kerjanya di ikuti oleh asisten tersebut.


"Ada apa kamu kemari?? !!Pasti mau minta maaf kan?? !!"hardik Arjuna menatap sinis asistennya. "


"Iya bos, saya mau minta maaf. Waktu saya mengantar mobil non Vani, saya sudah manggil manggil mamah non Vani, tapi tidak ada jawaban. Bahkan saya sempat menunggu lama, tapi mamahnya non Vani tidak keluar juga dari dalam rumah. Saya akhirnya pulang. Saya berkali kali telfon bos, untuk memberitahukan semua ini. Namun nomor bos ga aktif. Saya minta maaf ya bos "ucap asisten tersebut panjang lebar sembari tertunduk. "


"Ya sudahlah, lain kali kalau saya di telfon ga aktif. Kamu samperin saya ke lokasi dimana saya berada. Kan kamu tahu saya lagi ada di cafe. Ya sudah, saya maafkan. Lain kali lebih teliti lagi jangan ceroboh ya? "jawab Arjuna tegas. "


"Baik bos, terima kasih "ucap asisten tersebut kemudian berlalu meninggalkan ruang kerja Arjuna. "


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Hari Senin, author mau ngemis vote vote vote..😊😊😊😊


Yuk kaka readerss bagi votenya donggg... 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2