Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Menyusahkan


__ADS_3

Erik emosi pada tingkah istrinya.


"Kamu berbuat apa pada Merina, mah?!!"


"Untung aku kesini untuk melihatmu!! Kalau tidak, aku tidak tahu perbuatan busukmu pada Merina!!Dasar tidak tahu diri!! Lama lama aku masukin kamu di panti jompo!! "bentak Erik berkaca pinggang. "


"Papah suka ya sama Merina??! Seperti sama Putri!! Selalu saja papah membelanya!! "cebik Ega. "


"Kamu itu sudah ga waras ya mah!! Sudah kena musibah kaya gitu masih saja ga tobat!! Ga sadar!! "bentak Erik kemudian berlalu dari kamar. "


"Pah, mamah laper.. tolong suapinn"teriak Ega. "


Namun lagi lagi Erik tak menghiraukan. Erik menuju dapur mencari keberadaan Merina.


"Merina, maafin istri saya ya?? Padahal sudah berpuluh puluh kaki, saya nasehati tapi tetap saja ga berubah. "


"Ga apa tuan besar.. namanya juga orang tua"jawab Merina menoleh tersenyum pada Erik. "


"Ngomong ngomong mana ni jagoanmu?? "taya Erik celingukan mencari Tama. "


"Habis makan langsung bobok tuan besar. Katanya ngantuk banget "jawab Merina singkat.


"Ya sudah, kalau kamu selesai cuci piring. Kamu juga istirahat dulu. Toh kamu bangun pagi sekali "saran Erik sambil berlalu dari dapur.


Erikpun tidur siang, namun tidak di kamarnya. Erik memilih tidur di kamar tamu. Sebelah kamar Arjuna.


Arjuna juga sehabis makan siang, dirinya istirahat tidur di kamar.


Merina menuruti keinginan Erik. Setelah mencuci piring, Merina menyusul anaknya di kamar.


Dirinya berbaring di sebelah jagoan kecilnya. Pandangan menerawang ke atap langit langit kamar.


"Mas Iman, kenapa kebersamaan kita terasa singkat. Baru satu tahun aku menikah denganmu. Kamu sudah pergi meninggalkanku untuk selamanya "gerutu Merina. "


"Jika kamu masih hidup, alangkah bahagianya hidupku mas. Bersama jagoan kita yang sangat tampan sepertimu. Sangat pintar juga "gerutu Merina kembali. "


Tak terasa merenung, lama lama mata Merina terpejam.


Selagi semuanya tertidur nyenyak di siang hari. Berbeda dengan Ega. Dirinya ingin bangkit dari pembaringan namun tak bisa bergerak sama sekali.


Ega ingin melangkah ke kamar mandi, karena sudah tak kuat menahan kencing.


"Aduhh, kenapa badanku benar benar tak bisa di gerakkan sama sekali?? Aduhh kebelet pipis banget,, gimana nech... "gerutu Ega.

__ADS_1


"Aku juga laper belum makan siang, ngapain juga Merina yang nyuapin aku. Harusnya papah atau Arjun!! "gerutunya kembali. "


Karena sudah benar benar tak bisa menahan rasanya. Ega pun kencing di tempat. Kasur menjadi basah dan bau.


"Addduhh ttuhhhhh kann,, jadi ngompol ginii. "gerutunya kembali. "


"Paahhhhh... Arjunnnn.... "teriak Ega dengan lantangnya.. "


Namun tidak ada satupun yang menyahut. Hingga Ega berteriak kembali, kali ini lebih kencang..


"Papah.. Arjunn.... tolongin mamah... "teriak Ega. "


Hingga teriakan kali ini benar benar membangunkan semua orang.


Erik dan Arjun segera ke kamar Ega, namun keduanya bersamaan memencet hidungnya.


"Bau banget, mamah ngompol ya??!! "sindir Erik. "


"Iya pah, maaf. Mamah sama sekali ga bisa bangun .Sakit luar biasa pah "ucap Ega berkaca kaca. "


"Itu teguran mah, dari Tuhan. Karena selama ini mamah telah jahat sama Putri. Juga sama Merina dan anaknya "sindir Arjuna. "


"Jun, mamahmu ini lagi sakit. Malah kamu ngomong seperti itu?? "cebik Ega. "


"Percuma Jun, ngomong sama mamah. Yang ada kita malah jadi emosi sendiri " sindir Erik. "


"Mah, maafin papah ya. Kayanya jalan satu satunya mamah berada di panti jompo saja "ucap Erik. "


"Ga pah, mamah ga mau kalau di taruh panti jompo.. Tega amat papah "tolak Ega menangis..


"Terus mau bagaimana lagi?? kamu diurusin Merina, dikasih makan juga ga mau kan?? Kalau ga, nanti papah nyari kusus perawat pribadi buat urus mamah dech.. "cebik Erik kesal. "


Erik keluar dari kamarnya melangkah ke kamar Merina, niat hati ingin minta tolong gantiin celana istrinya.


"Mer, Merina..


"Iya tuan besar ada apa ya?? "Sahut Merina yang sedang sibuk mengangkat jemuran. "


"Saya ingin minta tolong, istri saya ngompol, juga kasurnya basah. "ucap Erik murung. "


"Oh iya tuan besar, begini tuan besar. Biar nyonya besar ga ngompol lagi. Sebaiknya tuan besar beli pampers yang kusus orang tua "ucap Merina. "


"Saya ga tahu Merina "jawab Erik garuk garuk kepala ."

__ADS_1


"Kalau begitu biar saya yang beli, itu di depan kan ada toko swalayan kusus pampers.Saya nitip Tama sebentar ya tuan besar. Karena Tamanya sedang tidur "ucap Merina. "


Erikpun memberikan uang pada Merina untuk membeli pampers buat istrinya.


Erikpun menunggui Tama yang sedang tidur siang dengan nyenyaknya. Sementara Merina berlari kecil menuju ke sebrang jalan. Tepatnya sebuah toko kusus pampesr dan tisue tisue.


Setelah Merina mendapatkan pampersnya, Merina segera berlari kecil kembali untuk segera kembali ke rumah Arjuna.


Merina langsung masuk ke kamar Ega, yang di mana ada Arjuna. Sedang menyuapi Ega.


Merina menunggu sejenak sampai Ega selesai makannya.


"Tadi disuapin aku disembur ,oohh maunya sama anaknya "batin Merina. "


Setelah selesai disuapin Arjuna, Merina mengganti celana Ega.


"Maaf tuan muda, bisa keluar sebentar?? Saya ingin mengganti celana nyonya besar "ucap Merina sembari tertunduk. "


Arjuna lekas keluar, dan Merina segera mengganti celana Ega, beserta bajunya yang basah.


"Maaf nyonya besar, saya buka ya baju dan celananya. Mohon mmaff ini kain selimut yang tipis saya pake sebentar buat celemek badan nyonya besar "ucap Merina dengan sangat hati hati. "


"Tumben ni orang ga cingcong cingcong "batin Merina. "


Sebelum di ganti, Merina mengelap tubuh yang kena ompol. Agar tidak bau dan tidak gatal.


Setelah selesai, Merina meminta tolong Erik dan Sopirnya untuk menggeser tubuh Ega. Kekasur sebelah yang ga kena ompol.


Untung kamar Erik memakai kasur busa yang kecil kecil.Satu pembaringan 2 kasur. Karena sesekali Erik tidur dilantai jika cuaca sangat panas.


Sehingga gampang untuk mengambil 1 kasur yang tak begitu berat. Berbeda jika dirumah Erik sendiri. Kasur busanya begitu tebal dan berat.


Erik tak bisa membayangkan jika kejadian ini terjadi di rumah sendiri. Untung di rumah Arjuna.


Kasur yang terkena ompol di ambil oleh Merina, dan dijemur dihalaman rumah. Karena cuaca sedang panas panasnya.


"Trima kasih ya Mer, maaf jadi kamu tambah repot. Tapi nanti saya akan mencari perawat pribadi untuk merawat istri saya "ucap Erik. "


"Sama sama tuan besar "jawab Merina. "


"Saya ada kenalan perawat tuan besar. Dia juga tahu tentang persendian .Jadi bisa lebih hati hati dalam merawat nyonya besar "ucap Merina. "


"Boleh dech Merina, tapi nanti setelah saya panggil dokter kusus tulang ke sini. Karena ga mungkin mengangkat tubuh kaya kerbau membawanya ke rumah sakit "ucap Erik menghela nafas panjang. "

__ADS_1


😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬


Jangan lupa like, vote, favorit.. Biar author semangat up.. 😊😊😊


__ADS_2