
Bunda.. " teriak Raisa.
Rama langsung membawa Ratih ke rumah sakit dia takut terjadi apa-apa dengan istrinya.
Setelah 30 menit kemudian mereka sampai dirumah sakit. Dan Ratih pun langsung dibawa ke ruang UGD untuk mendapat pertolongan pertama.
Setelah 15 menit kemudian ada seorang suster yang keluar dan menyuruh suami pasien untuk masuk.
Rama lalu masuk dan melihat Ratih sudah sadar , saat Rama akan mengusap rambut Ratih tapi Ratih langsung menepisnya.
Tiba-tiba ada seorang dokter cantik berkerudung biru datang menghampiri.
"Permisi , apa bapa suami dari ibu Ratih". Tanya dokter tersebut.
"Iya dok saya suaminya, memang nya istri saya kenapa ya dok". Ucap Rama penasaran
Lalu dokter cantik itupun tersenyum.
"Selamat ya Bu pak, Sekarang istri bapa tengah hamil dan usia kandungan nya sudah 3 minggu".. jelas dokter tersebut.
"Apa dok saya hamil". Ucapku begitu lirih, disaat aku ingin pergi dari mas Rama. Tapi sekarang aku hamil bukannya aku tidak bersyukur dengan rezeki dari Allah, tapi aku ga sanggup bila harus dimadu.
"Iya Bu. jaga baik-baik ya kandungannya dan jangan banyak pikiran, kalau gitu saya permisi". Ucap dokter.
Setelah dokter itu pergi , mas Rama lalu memeluk ku. Namun aku cepat cepat mendorong nya agar tidak terlalu lama memeluk ku
"Alhamdulillah sayang kamu hamil. Terimakasih Ya Allah, kau memberi kami amanah lagi akan kami jaga baik-baik". Ucap mas Rama menitipkan air matanya
Melihat mas Rama seperti ini, aku bingung dilain sisi aku begitu bahagia dengan kehamilan kedua ku ini tapi disisi lain aku sangat kecewa pada mas Rama.
******
__ADS_1
Dalam mobil.
"Asik akhirnya aku mau punya adik terimakasih Ya Allah". Ucap anakku..
"Apakah kamu bahagia sayang". Ucap mas Rama pada Raisa
"Tentu saja aku sangat bahagia akhirnya aku ada temen main ayah.." Seru Raisa yang begitu sumringah.
Aku hanya tersenyum tipis melihat Raisa yang begitu ceria saat mengetahui jika aku sedang hamil.
Berbeda dengan putri yang sedari tadi hanya diam saja tak sepatah katapun dia Ucapkan. Apakah dia kesal karna aku tengah mengandung..
"Selamat ya Ra atas kehamilannya, semoga aku secepatnya menyusul". Seru putri yang sedari tadi hanya diam.
Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya...
Setelah 30 menit kamipun sampai dirumah dan ketika kami masuk ternyata ada ibu dan bapak ku sedang duduk diruang tamu.
Waalaikumsalam.."
Saat melihat kedua orangtuaku, aku langsung memeluk mereka dengan erat aku sungguh rindu dengan mereka karna sudah cukup lama tidak bertemu.
"Ibu sama bapak kapan datang, kenapa ga ngabarin Ratih dulu. Biar Ratih jemput ibu sama bapa".. Ucapku bertubi-tubi pada mereka
" Ibu sama bapa sengaja tidak memberi tahumu biar jadi kejutan". Jawab ibuku.
"Kakek, nenek". Ucap Raisa lalu mencium tangan ibu dan bapak.
"Cucu nenek, cantik sekali".. memeluk sang cucu.. lalu bergantian dengan bapak memeluk Raisa.
"Pak Bu. " Ucap mas Rama lalu mencium tangan mertuanya.
__ADS_1
Dan disusul oleh putri mencium tangan ibu dan bapakku..
"Kamu putri anaknya pak Burhan kan ya dan juga sahabat nya Ratih". Seru ibuku..
"Iya bude saya putri yang suka maen sama Ratih"..
"Apa kabarmu put, sudah lama sekali tidak bertemu. Kamu lagi ngapain disini put".. " tanya ibuku
"Emm aku disini lagi...
"Dia lagi nginep Bu, sebelum dia mendapatkan kontrakan yang baru, jadi untuk sementara dia nginep dulu disini.".. jawabku dengan cepat aku tak ingin orangtuaku tahu masalah ini..
"Ohhh..
"Kakek sama nenek tahu ga kalau ada berita bahagia hari ini. " Ujar Raisa.
"Berita apa memang nya, Kakek mau tau dong beritanya". Ucap bapaku.
Raisa lalu melirik ke arahku dan mas Rama sambil tersenyum senyum..
"Kabar bahagia nya bahwa Raisa akan punya adik.. ". Seru Raisa begitu antusias.
"Alhamdulillah". Ucap bapak dan ibuku.
Setelah bercengkrama diruang tamu bersama keluargaku. Kami putuskan untuk istirahat dikamar masing-masing tapi ibu dan bapakku memilih tidur bersama cucunya..
"Mas selama ibu dan bapa masih berada disini, aku mohon jaga sikap mu sama putri jangan sampai mereka tahu yang sebenarnya..
"Kamu tahu sendiri bapakku kalau sudah marah apalagi dia punya darah tinggi, aku ga ingin terjadi apa apa".. Ucapku pada mas Rama saat sudah berada dalam kamar.
"Iya sayang kamu tenang aja, nanti mas juga akan bilang sama putri soal ini.".. Ujar mas Rama.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama ngobrol denga mas Rama akupun memilih tidur dengan membelakangi suamiku..