
"Aku ingin kamu segera tanda tangani surat cere!! "jawab Putri ketus pula. "
"Kamu mimpi!! Bukannya surat sudah aku robek waktu itu!! "cibir Arjuna. "
"Aku sudah buat lagi, tolong kamu tanda tangani sekarang juga. Dan aku akan cabut tuntutanku " ucap Putri menatap sinis pada Arjuna. "
"Aku ga mau!! "cebik Arjuna. "
"Aku tahu mas, kenapa kamu ga mau tanda tangani surat cere ini. Kamu khawatir akan kehilangan harta papahmu kan??!! "sindir Putri tersenyum sinis. "
"Ooohh jadi kamu bersikeras bercerai dariku juga karena kamu sudah tahu. Kalau papah akan mewariskan semuanya padamu??!! "bentak Arjuna. "
"Aku sama sekali ga tahu. Bukannya kamu tahu sendiri, aku ga pernah komunikasi dengan papah. Sejak mamahmu mengusirku. Aku tahu karena mamah dan Ela yang memberi tahu aku"ucap Putri ketus. "
"Kamu ga perlu khawatir mas, jika benar papah memberikan semua hartanya padaku. Tak sepeserpun akan aku terima "ucap Putri yakin. "
"Jadi cepat tanda tangani surat cere ini!! "perintah Putri. "
"Apa aku bisa pegang kata katamu tadi?? "tanya Arjuna ragu. "
"Kamu ga usah ragu mas, aku tak akan ingkar janji. Asal kamu cepat tanda tangani surat ini segera!! "ucap Putri. "
"Kalau aku tetap tak mau bagaimana?? "Tanya Arjun menyelidik. "
"Kalau kamu ga mau, aku pastikan warisan itu jatuh ke tanganku. Dan aku ga akan biarkan kamu ikut menikmatinya!! "ancam Putri. "
Sejenak Arjuna terdiam, berpikir apakah akan dia tanda tangani atau tidak.
Putripun geram.
"Mas!! cepat jawab!! Kamu mau tanda tangan atau tidak!! "bentak Putri. "
Arjuna menghela nafas berat, dan akhirnya Arjuna mau menanda tangani surat cerenya.
"Mana suratnya, biar aku tanda tangani "cebik Arjuna murung. "
"Tapi awas kalau sampai kamu robek kembali!! "bentak Putri sembari mengeluarkan surat cerenya dan pulpen. Memberikan pada Arjuna untuk di tanda tangani. "
Arjuna terdiam lagi.. menatap surat cere dihadapannya.
"Mas!!!Cepat tanda tangan!! Malah bengong!! "bentak Putri sambil menggebrak meja pelan. "
Arjuna terhenyak kaget mendengar gebrakan meja dan bentakan dari Putri. Membuat tersadar dari lamunannya.
"Iya iya sabar si kenapa!! "sambil menanda tangani surat cerenya. "
__ADS_1
"Ini!!! Sudah kan!! "Ucap Arjuna sembari menyodorkan surat cerenya. "
"Baik, terima kasih .Hari ini juga, aku akan cabut tuntutanku "ucap Putri bangkit dari duduknya."
Bayupun ikut bangkit dari duduknya. Mereka berjalan berdampingan menuju ruang kantor lapas. Untuk mencabut tuntutannya pada Arjuna.
Setelah berhasil meminta tanda tangan dan mencabut tuntutan terhadap Arjuna. Putri mengajak Bayu pergi meninggalkan lapas tersebut
Tersungging senyum di bibir Putri, walaupun tak dipungkiri. Matanya agak berkaca kaca.
Karena dirinya tak pernah berpikir sedikitpun jika rumah tangganya akan hancur seperti ini. Hancur oleh kelakuan sahabat baiknya sendiri yang menusuknya dari belakang.
Namun ada kelegaan tersendiri, ketika bisa lepas dari beban ini.
Lega dimana dirinya tidak lagi berbagi suami. Lega dirinya tidak lagi tinggal seatap dengan madunya.
Dan lebih lega lagi, dirinya tidak melihat secara langsung percintaan suami dan madunya.
Semua beban sudah lepas dari diri Putri. Dirinya kini telah siap menyandang status barunya. Status seorang janda.
Walaupun dulu tak pernah terpikirkan akan menjadi seorang janda.
Memang, segala sesuatu apa yang kita impikan dan harapkan. Kadang tak sesuai dengan yang kita dapatkan.
Memang benar kata pepatah "Jodoh, rejeki, maut sudah ada yang atur.
"Put, kamu kenapa?? "tanya Bayu menoleh pada Putri yang ada di sampingnya. "
Putri terhenyak kaget dari lamunanya.
"Ga apa apa kok mas" jawab Putri singkat. "
Bayu menuntun Putri melangkah menuju mobilnya.
"Harus dituntun, kalau ga entar jalannya bisa nabrak "ledek Bayu terkekeh. "
"Put, apa kamu nyesel telah bercerai dari Arjun??Sehingga kamu murung seperti ini?? "tanya Bayu penasaran. "
Putri yang sedari tadi tertunduk, menengadahkan wajahnya. Sejenak menoleh ke Bayu yang ada disampingnya sambil terus berjalan.
"Kamu salah mas, aku sama sekali ga nyesel kok. Aku malah sudah lega "ucap Putri dengan yakinnya. "
"Sukurlah kalau begitu, sekarang kita mau kemana sayang?? "ucap Bayu terkekeh. "
"Balik restoranlah mas. Aku ga enak kalau lama lama pergi. Kasihan juga Katty kerepotan "jawab Putri sekenanya. "
__ADS_1
"Oh iya ma, entar aku titip masakan buat mommy sama daddy ya?? Doyan ga si mas?? "tanya Putri penasaran. "
"Hheemm doyan banget sayang,,, maunya tiap hari dibawain. Cuma aku ga enak lah sama kamu. Tiap hari minta dibungkusin buat daddy sama mommy "jawab Bayu jujur. "
Berjalan sambil bercerita memang membuat ringan langkah kaki. Sehingga tak terasa telah sampai didepan mobil.
Segera Putri dan Bayu masuk dalam mobil. Beno pun langsung menyalakan mesin, dan melajukan mobil sesuai dengan keinginan sang majikan.
Seperginya Putri dan Bayu dari lapas. Dalam waktu itu juga Arjuna di bebaskan. Arjuna menelfon mamahnya dengan menggunakan telfon yang ada di lapas.
Arjuna meminta mamahnya untuk menjemput dirinya.
Ega yang mendengar Putri telah mencabut tuntutannya ,sangat bahagia. Begitu pula Erik dan Ela.
Erik salah penafsiran, mengira jika Putri telah memaafkan Arjuna. Erik berpikir, Putri juga membatalkan gugatan cerenya dengan Arjuna.
"Puji syukur, menantuku memang seorang malaikat. Benar benar berhati mulia, dengan suka rela mencabut tuntutannya. Aku yakin,Putri juga telah membatalkan gugatan cerenya. Toh surat cere kan sudah dirobek Arjun. Semoga kedepannya rumah tangga mereka lebih harmonis. Dan semoga Arjun segera talak Ela "gerutu Erik. "
Ega segera berangkat ke lapas mengajak supirnya ikut serta. Tak lupa Ela juga ikut.
Tak berselang lama, Ega dan Ela telah sampai didepan lapas. Arjuna telah menunggu di pintu gerbang lapas.
Ega menitikkan air mata terharu, melihat anaknya telah bebas.Ega langsung memeluk Arjuna .
"Selamat ya sayang, kamu telah bebas. Mamah senang sekali "ucap Ega sumringah. "
Elapun menghampiri Arjuna, ingin juga memeluk Arjuna. Namun Arjuna menepis tangan Ela .
"Kenapa si mas?? Aku juga ingin mengucapkan selamat atas kebebasan suamiku?? Aku juga ingin memelukmu seperti mamah memeluk kamu. "cebik Ela manyun. "
Ega yang melihat kelakuan Arjuna pada Ela hanya tersenyum sinis melirik pada Ela.
Sementara Arjuna tak menghiraukan segala ucapan dari Ela. Bahkan Arjuna merangkul mamahnya melangkah menuju mobilnya.
Sedang Ela, dibiarkannya begitu saja.
"Yah, kejam amat si kamu mas!! Masa aku di kacangin!! "gerutu Ela berlari kecil mengejar Arjuna dan mamah mertuanya yang sudah melangkah jauh. "
Ela tergopoh gopoh masuk dalam mobil. Karena Arjuna dan Ega telah sedari tadi di dalam mobil.
Mobil dijalankan oleh sopir menuju rumah kediaman Arjuna.
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Jangan lupa like, vote, favorit. Agar author semanngat up 😊😊😊😊😊
__ADS_1
thanks buat pendukung setia STM, atas like, vote,dan favoritnya.. 😘😘😘😘
Mohon maaf ya kaka readers semua, tidak bisa balas komentar satu satu.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏