Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Vani Sadar


__ADS_3

Setelah mendapatkan bukti bukti kecurangan papahnya sendiri,dari para rekan bisnis Arjuna yang dulu menjadi rekan kerja papahnya. Vani segera melajukan mobilnya ke kantor papahnya.


Vani ingin memastikan langsung tindak kriminal tersebut apakah benar dilakukan oleh papahnya.


Tak berselang lama, Vani telah sampai di kantor papahnya. Ketika Vani akan membuka pintu ruang kerja papahnya. Vani mendengar papahnya sedang bercakap cakap dengan seseorang di balik telfonnya.


Tak sengaja Vani mendengar pembicaraan yang tak semestinya Vani dengar dari mulut papahnya sendiri .


Papah Reno sedang terbahak bahak menceritakan Arjuna pada seseorang di balik telfon.


Bahkan papah Reno juga berucap jika dirinya telah melempar semua kesalahannya pada Arjuna di depan Vani.


Papah Reno terbahak bahak karena usaha memprovokasi Vani agar benci terhadap Arjuna telah berhasil.


"Hhaa iya benar sekali, memang saya dulu yang telah melakukan semua kecurangan.Namun semua saya buat seolah Arjuna yang telah merebut rekan bisnis saya. Itu memang sengaja saya lakukan, agar anak saya tidak mengetahui kejahatan masa lalu saya. Saya tidak ingin anak saya membenci saya setelah tahu betapa bejatnya saya, memanipulasi keuntungan para klien saya. Sehingga masuk di kantung saya. "


"Gubragggg"Vani membuka pintu ruang kerja papahnya dengan sangat keras. "


Vani mendekati papah Reno, dan melempar bukti bukti kejahatan papahnya ke atas meja.


"Jadi seperti ini sifat papah yang sebenarnya!! Vani sangat kecewa dengan papah!! Vani sudah tahu semuanya!! Tolong papah kembalikan sertifikat rumah dan surat surat mobil milik mas Arjun sekarang juga!! "bentak Vani sinis. "


Papah Reno membuka satu persatu berkas berkas yang Vani lemparkan dimeja. Papah Reno terhenyak kaget setelah membuka semua berkas tersebut yang ternyata adalah bukti kejahatannya sendiri.


"Darimana kamu dapatkan semua ini nak? "tanya papah Reno penasaran. "


"Papah tak perlu tahu darimana Vani mendapatkan semua ini. Itu semua cuma kopian. Yang aslinya ada pada Vani. Jika papah tak menyerahkan semua surat surat penting dan uang yang terakhir Vani kasih. Dengan terpaksa Vani serahkan bukti bukti tersebut ke kantor polisi!! "ancam Vani ketus. "


"Emang kamu berani, dan tega menjebloskan papah kandungmu sendiri ke penjara? "tanya papah Reno tersenyum sinis. "


"Pah, daripada nantinya Vani yang dipenjara karena tidak mengembalikan semua surat surat penting milik mas Arjun.Mending papah yang masuk penjara "cebik Vani sinis. "


"Apa salahnya papah menyerahkan semuanya, biar kita sama sama aman. Papah tak di penjara, akupun tak di penjara.Karena mas Arjun mengancam Vani, akan melaporkan Vani ke kantor polisi. Jika Vani tak mengembalikan semua surat surat penting milik mas Arjun. Sekarang Vani tanya, apa papah juga tega melihat Vani masuk penjara hanya demi ambisi papah?? "ucap Vani panjang lebar. "

__ADS_1


Hingga akhirnya papah Reno mengalah. Memberikan semua surat surat penting milik Arjuna beserta uang yang terakhir Vani berikan.


Setelah mendapatkan itu semua, Vani beranjak pergi dari ruang kerja papah Reno tanpa pamit.


Vani segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir mobil.Untuk segera melajukan mobilnya menuju ke kantor Arjuna.


Hanya butuh waktu 20 menit, Vani telah sampai di kantor Arjuna. Vani langsung saja masuk ke ruang kerja Arjuna tanpa permisi.


Tanpa ada sepatah katapun, Vani meletakkan surat surat penting milik Arjuna dan uang Arjuna yang di ambilnya. Ditaruh semuanya di meja kerja Arjuna.


"Itu sudah aku kembalikan, jadi kita sudah tidak ada urusan lagi. Silahkan kamu urus percerean kita. Aku tahunya beres saja "ucap Vani berlalu dari ruang kerja Arjuna. "


Arjuna hanya diam saja tak berkata apapun, kemudian menyimpan sertifikat rumah, surat mobil, serta uang yang sempat di rampas Vani.


Setelah itu Arjuna kembali berkutat dengan seabreg berkas berkas kantornya.


Sementara Vani melajukan mobilnya menuju rumah. Dengan sejuta rasa kecewa pada papahnya.


Tak berselang lama sampailah Vani di rumah dengan mata berkaca kaca. Vani berlari kecil ke dalam rumah menuju kamarnya, tanpa menghiraukan mamahnya yang sedang berada di halaman rumah sedang asik melihat lihat semua tanaman kesukaannya.


Kelakuan Vani tersebut mengundang rasa penasaran mamah Rani.


Segera mamah Rani melangkah masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Vani. Untung saja kamar tidak di kunci.


Mamah Rani pun mendekati Vani mengelus surai hitam anaknya yang sedang menangis sembari tertelungkup.


"Kamu kenapa nak, coba kamu ceritakan pada mamah. Siapa tahu mamah bisa bantu cari solusinya "tanya mamah Rani lirih. "


Vanipun membalikkan badannya, Vani bergeser posisi. Kepalanya dibaringkan di pangkuan mamah Rani.


Kemudian Vani menceritakan semuanya pada mamah Rani. Vani memohon maaf pada mamah Rani.


Karena selama ini Vani tak pernah mendengar nasehat dari mamah Vani.

__ADS_1


"Mah, Vani minta maaf. Selama jadi anak mamah, Vani tak pernah mendengar nasehat dari mamah. Vani hanya mematuhi semua perintah papah. Hingga Vani tumbuh menjadi seorang wanita yang materialistis "ucap Vani sembari terus menitikkan air mata. "


Mamah Rani tersenyum bahagia sembari terus mengusap surai hitam Vani.


"Nak, mamah sangat bahagia sekali. Sekarang kamu telah benar benar menyadari semua kesalahanmu. Mulai sekarang, rubahlah semua perilakumu.Carilah pasangan yang setia, jangan hanya kamu pentingkan kekayaan saja. Karena kekayaan hanya semu, bisa hilang hanya dalam sekejap mata "nasehat mamah Rani pada anak semata wayangnya. "


"Baik mah, mulai sekarang Vani tidak akan menuruti kemauan papah. Tapi mulai sekarang Vani akan selalu ingat pesan mamah. Dan akan Vani praktekkan dalam keseharian hidup Vani" ucap Vani tersenyum manis pada mamah Rani."


"Sudah ya sayang, kamu tak usah bersedih lagi. Jadikan ini sebagai pelajaran hidupmu. Agar kedepannya kamu jadi wanita yang lebih baik "hibur mamah Rani. "


Sejak saat itu, Vani benar benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Vani juga telah terima dirinya menjadi janda.


Itu juga karena kesalahan Vani sendiri.


Sejak Vani tahu kejelekan papahnya, Vani sudah tak sedekat dulu lagi dengan papahnya.


Bahkan Vani sering menghindar dari papahnya. Vani masih belum bisa memaafkan kesalahan papahnya.


Apalagi papah Reno juga tidak pernah mengucap maaf pada Vani. Papah Reno juga masih angkuh. Masih kokoh dengan pendiriannya.


Jika semua kecurangan yang pernah dilakukannya juga semata mata demi untuk mengidupi anak dan istrinya.


😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱


Jangan lupaike, vote favorit.. 😊😊😊


Biar author semangat up. 😘😘😘


Mohon maaf jika karya author ini masih banyak kekurangannya, author lagi mencoba terus untuk bisa berkarya lebih baik lagi. 🙏🙏🙏🙏


Author juga mengucap banyak banyak terima kasih, atas dukungan like, vote, favorit dari para readers 😘😘😘😘


Mohon maaff jika tidak bisa membalas komentar satu persatu.Dikarenakan up juga terputus putus karena sambil mengurus baby.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2