Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Penasaran


__ADS_3

Sementara papah Erik membawa Tama ke kantin terdekat. Arjuna memberi perintah pada Merina.


Untuk nanti mempersiapkan kamar tamu buat Adit.


Tak berselang lama, papah Erik telah kembali bersama Tama. Dengan satu kantong kresek berbagai macam snack ringan dan ice cream di tangan Tama.


Merina segera berpamitan pada papah Erik dan Arjuna untuk segera pulang ke rumah. Adit pun mengikuti langkah Merina dari belakang.


Adit dan Merina pulang ke rumah Arjuna diantar oleh sopir pribadi papah Erik.


Seperginya Merina dan Adit ,Ega terbangun dari tidurnya dan mengerjapkan matanya.


Ega celingukan mencari keberadaan suami dan anaknya. Keduanya sedang duduk di teras depan ruang rawat inap Ega. Hingga tak mengetahui jika Ega telah bangun.


Ega pun memanggil manggil suami dan anaknya secara bergantian. Hingga muncullah papah Erik dan Arjun bersamaan menghampiri Ega.


"Ada apa mah? "tanya papah Erik menatap istrinya penasaran. "


"Papah sama Arjun habis dari mana, kok lama banget?? "Ega balik bertanya. "


"Emang mamah ga tanya sama Merina, kemana papah sama Arjun pergi?? "papah Erik malah bertanya balik pada Ega. "


Ega pun hanya diam saja, hanya melirik sinis pada papah Erik.


"Bukannya ngejawab malah dari tadi ditanya malah balik nanya "gerutu Ega dalam hati. "


Papah Erik seperti tahu saja isi hati Ega. Hingga papah Erik menceritakan semuanya pada Ega.


Kalau dirinya dan Arjuna habis dari lapas untuk menengok Ela yang sedang melakukan proses persalinan.


"Jadi si kerempeng udah lahiran?? Laki apa perempuan pah, anaknya? "tanya Ega penasaran. "


"Laki laki mah "jawab papah Erik singkat. "


"Wahhh senengnya cucuku laki laki, jadi ada pewarismu pah "ucap Ega sumringah. "


"Mamah lupa ya, kan waktu itu ada Adit datang kerumah. Belum tentu itu anak Arjun,bisa jadi anaknya Adit "ucap papah Erik mengingatkan. "


"Iya mah, Arjun juga udah talak Ela. Lagian belum tentu pernikahan Arjun sama Ela sah. Jika memang ternyata Ela masih sah istrinya Adit "sela Arjun membenarkan ucapan papah Erik. "


"Dari awal kan Arjun ga tahu kalau Ela masih suami orang, Ela kan ngomongnya sudah janda. Juga waktu itu karena jebakan Ela juga, mamah kan sudah tahu bagaimana Ela jebak Arjun. Waktu Arjun di penjara kan Arjun sempat cerita sama mamah kan?? "ucap Arjuna panjang lebar. "

__ADS_1


Papah Erik menautkan alis bertanda bingung.


"Dijebak gimana maksudnya Jun? ""tanya papah Erik penasaran. "


Arjuna segera menceritakan semuanya pada papah Erik, bagaimana dirinya dijebak oleh Ela. Juga bagaimana dirinya tahu kalau Ela menjebaknya.


Setelah mendengar penuturan Arjuna, papah Erik berdecak sambil geleng geleng kepala.


"Benar benar sudah merencanakan dari awal untuk menghancurkan pernikahan Arjun dan Putri. Sungguh keterlaluan si Ela "gerutu papah Erik di hati. "


"Jun, kalau anak itu bukan anakmu apa yang akan kamu lakukan?? Dan jika ternyata anak itu anakmu apa pula yang akan kamu lakukan?? "tanya Ega menyelidik. "


"Jika ternyata bayi itu anak Adit, akan dibawa oleh Adit mah "ucap Arjun singkat. "


"Namun jika anak itu anak Arjun ya pasti Arjun rawat mah. Tapi Arjun tetap pada pendirian Arjun, tidak akan balik sama Ela "ucap Arjun kembali ."


"Terus bagaimana kamu mau merawat bayi itu?? Sedangkan kondisimu saja seperti itu?? "tanya Ega kembali menautkan alisnya. "


"Ya paling minta tolong Merina lah mah "jawab Arjuna singkat. "


"Apa kamu bilang??!! Wanita itu yang merawat bayimu?!!Mamah ga akan setuju!!"cebik Ega jutek. "


"Emang kalau bukan Merina siapa lagi yang mau Arjun mintai tolong?? Emang mamah yang mau rawat?? "sindir Arjuna sinis. "


Waktu telah berlalu begitu cepat, tak terasa telah pagi saja.


Dirumah Arjuna, Merina telah memasak lebih awal. Karena akan ke rumah sakit lebih awal menggantikan Arjuna dan papah Erik. Yang akan kembali lagi ke lapas.


Merina juga tak lupa menawari Adit untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pergi ke lapas.


Setelah Adit selesai sarapan. Merina membawa Tama ikut serta untuk ke rumah sakit. Dengan sangat terpaksa Tama ijin tak bersekolah dahulu.


Karena Merina akan sangat repot jika harus bolak balik dari rumah sakit ke sekolah Tama untuk menjemputnya.


Lagian si Ega suka ngomel ngomel kalau di tinggal barang sejenak.


Segera Merina, Tama dan Adit masuk dalam mobil. Sopirpun langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit dimana Ega di rawat.


30 Menit perjalanan, sampai juga dirumah sakit. Merina segera memberikan sarapannya pada papah Erik.


Sementara papah Erik sarapan bersama Arjuna. Merina yang menjaga Ega. Sementara Tama tak mau masuk karena takut pada Ega.

__ADS_1


Tama diteras depan ruang rawat Ega, bersama Adit yang sedang menunggu Arjuna dan papah Erik yang sedang sarapan.


Hanya 10 menit sarapan papah Erik dan Arjuna selesai. Mereka segera berangkat ke lapas bersama Adit yang sedari tadi telah menunggu.


Segeralah mereka bertiga berangkat ke lapas. Karena sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui hasil dari tes DNA tersebut.


Didalam mobil tidak ada satupun yang bersuara. Suasana hening, mereka asik dengan lamunannya masing masing.


Hingga tak terasa sampai juga di lapas. Segera mereka menemui dokter yang kemarin telah melakukan tes DNA pada bayi Ela.


Namun karena masih pagi, dokter tersebut belum datang. Gelisah, penasaran itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Adit, Arjuna, serta papah Erik.


Arjuna gelisah di kursi rodanya dan Adit tak bisa duduk dengan tenang, mondar mandir terus, sebentar bentar berdecak. Sebentar sebentar garuk garuk kepala yang tak gatal. Bahkan sesekali bertabrakan disela mondar mandirnya .


Membuat papah Erik yang melihatnya jengah dan kesal.


"Kalian berdua kenapa si??!! "tegur papah Erik menatap sinis pada Arjuna dan Adit ."


Setelah mendapat teguran dari papah Erik, barulah Adit bisa duduk dengan tenang.Arjuna juga tidak gelisah lagi di kursi rodanya.


1 jam kemudiann..


Sang dokter telah datang, namun tidak langsung menemui papah Erik, Adit, dan Arjuna.


Sang dokter terlebih dahulu masuk dalam ruang laboratorium untuk mengambil hasil tes DNA anak dari Ela.


Dengan melangkah pasti, sang dokter mendekati Arjuna, Adit, dan papah Erik.


"Pagi semua, maaf telah menunggu lama. Ini hasil tes DNA anak dari nona Ela. "Memberikan dua amplop putih yang diserahkan pada papah Erik. "


"Yang satu hasil dari tes DNA antara tuan Adit dan bayi tersebut. Dan yang satu hasil dari tes DNA antara tuan Arjun dan bayi tersebut "ucap sang dokter."


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan tuan ,karena ada urusan lain " pamit sang dokter tersenyum ramah. "


Papah Erik memberikan amplop yang bertuliskan Adit pada Adit. Juga memberikan amplop yang bertuliskan Arjuna pada Arjuna.


Adit dan Arjuna sama sama penasaran dan berdebar debar membuka amplop yang berisi hasil tes DNA tersebut.


Anak siapa si ya?? Bayi si Ela???? 😊😊😊😊😊


😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧😧

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, favorite.. 😊😊😊


Yang udah dukung memberi like, fav, vote, serta koment.. thanks ya readerss sayang.. 😘😘😘😘


__ADS_2