
Belum sempat Katty bertanya pada Tama siapa nama mamanya.Tiba tiba papah Erik mengajak Tama pulang.
"Maaf ya nak, saya harus buru buru mengajak Tama pulang. Karena mamanya barusan menelfon "ucap papah Erik tersenyum pada Katty. "
"Iya om, ga apa apa kok. Mungkin lain waktu kan kita bisa bertemu lagi "ucap Katty tersenyum ramah pada papah Erik. "
Segera papah Erik menggandeng Tama untuk segera pulang. Karena memang Merina telah menelfon, jika Ega rewel saja.
Ngomel ngomel terus mencari Arjuna dan papah Erik.
Katty murung dan merasa kecewa. Hingga Restupun bertanya.
"Kamu kenapa sayang, kok murung? "tanya Restu penasaran. "
"Mas, anak kecil barusan wajahnya mirip sekali dengan wajah masa kecil almarhum kaka aku "jawab Katty lesu. "
"Aku tahu maksudmu sayang, kamu pasti penasaran kan??Dengan mama anak kecil tadi?? Lain waktu kita ke rumah Arjun, kalau ga sekarang juga bagaimana? "hibur Restu menawarkan diri. "
"Kita kan belum mengucapkan selamat pada kedua mempelai mas?? Gara gara aku sibuk dengan anak kecil itu? "ucap Katty murung. "
"Ya sudah kita cepat cepat mengucap selamat pada Bayu dan Putri. Setelah itu kita langsung ke rumah Arjun " ajak Restu menggandeng tangan Katty untuk menghampiri kedua mempelai. "
Setelah berada dekat dengan kedua mempelai, keduanya mengucapkan selamat. Bahkan Restu sempat menggoda Bayu.
"Selamat ya son, semoga langgeng cepat diberi momongan. Seneng ya son, sudah ga khawatir karaten karena akhirnya nikah juga sama wanita idaman loe. Oh iya, jangan lupa di asah terus biar ga tumpul tapi jadi tajam.. gkgkggkgk "bisik Restu ke Bayu terkekeh. "
Bayu tak mau kalah, Bayu balas menggoda Restu.
"Punya loe itu yang bakal karaten, kalau loe ga cepat cepat nikahin Katty. Ati ati loh boy, kelamaan entar Kattynya di ambil orang baru loe nangis nangis gk gk gk "bisik Bayu pada Restu terkekeh. "
Tingkah Bayu dan Restu membuat Putri dan Katty saling berpandangan satu sama lain. Putri menaik turunkan alisnya, sedang Katty mengangkat bahunya.
Setelah puas Restu menggoda Bayu. Restu berpamitan pada Bayu dan Putri untuk pulang.
Dengan alasan masih ada urusan yang harus segera ditangani.
Katty mengapit lengan Restu dan berjalan meninggalkan pesta pernikahan Bayu dan Putri.
Restu akan mengajak Katty ke rumah Arjuna. Untuk memastikan apakah mama Tama itu kaka ipar dari Katty.
Restu sangat mencintai dan menyayangi Katty. Restu tak ingin Katty bersedih. Apapun Restu lakukan demi orang yang Restu sayang.
__ADS_1
Perjalanan tak memakan waktu lama ,cuma beberapa menit telah sampai di rumah Arjun.
Namun rumah Arjun begitu sepi. Seperti tak berpenghuni.
Restu enggan untuk menelfon Arjuna, karena sejak kejadian pemukulan terhadap Putri. Hubungan Restu dengan Arjuna sudah tak seperti dulu.
Bahkan koper berisikan pakaian Restu yang waktu itu, masih berada di rumah Arjuna. Sampai sekarang belum sempat di ambilnya.
Restu memberanikan diri bertanya pada warung depan rumah Arjuna.
"Maaf bu, numpang tanya. Pemilik rumah ini lagi pada kemana ya bu?? Kok saya pencet bel ga ada yang keluar? "tanya Restu pada pemilik warung. "
"Setahu saya ,si perawat mas Arjun yang punya anak satu. Sekarang lagi di rumah sakit nungguin bu Ega .Kalau mas Arjun sama pak Erik kayanya denger denger si, ke pernikahan mba Putri "jawab si ibu warung. "
"Ibu tahu ga, nama perawat yang rawat mas Arjun? "tanya Katty tersenyum ramah. "
"Ibu ga begitu tahu neng.. hhmm Meri apa Rina ya?? Karena si perawat kan sibuk banget neng. Mondar mandir dari rumah ke rumah sakit, kadang gantian jagain bu Ega. Juga antar jemput sekolah. Jadi dia jarang ngobrol sama kita neng "jawab ibu warung tersenyum ramah.
"Ohh iya terimakasih ya bu. Mohon maaf kami telah menggangu waktu ibu "ucap Restu dan Katty serentak. "
"Iya sama sama "jawab si ibu warung. "
"Gimana sayang, apa kita mau menunggu atau mau pulang saja?? "tanya Restu untuk memastikan pada Katty. "
"Pulang saja dulu mas, lain waktu saja kita kemari lagi. Bukannya mas Restu hari ini ada deadline kan? "ucap Katty singkat. "
"Hhmm iya si, maaf ya sayang. Aku telah mengecewakanmu "jawab Restu mengelus pipi Katty. "
"Ga lah mas, aku ga merasa dikecewakan kok. Sudah ga usah manyun gitu mas, entar ilang gantengnya loh "canda Katty terkekeh. "
Kemudian keduanya langsung masuk mobil.Dan Restu memberi perintah pada asistennya untuk mengemudikan mobil ke rumah Katty.
Sebelum Restu menghadiri deadline, terlebih dahulu mengantarkan Katty.
Beberapa menit kemudian, Merina pulang bersama Tama.
Ibu warungpun memanggil manggil Merina.
"Mba, mama Tama.. Sini sebentar "panggilnya sambil melambaikan tangan pada Merina dan Tama. "
Merinapun mendekat sambil terus menggandeng Tama.
__ADS_1
"Barusan ada orang kemari .Nyari nyari mas Arjun sama pak Erik. Orangnya gantenggg banget sama cantikkk banget "ucap ibu warung tersebut. "
"Ibu tanya ga, nama mereka siapa?? "tanya Merina tersenyum ramah. "
"Waduhhhh lupa mama Tama, malah yang wanita yang tanya. Namanya mama Tama siapa?! Terus saya jawab Meri apa Rina gitu?? "jawab ibu Warung sekenanya. "
"Ohh ya sudah ga apa apa bu, terima kasih ya bu atas informasinya "Ucap Merina tersenyum ramah. "
"Iya sama sama mama Tama. "jawab ibu warung tersenyum pula. "
"Kalau begitu, saya permisi dulu ya bu. Lain waktu kita ngobrol lagi "ucap Merina berpamitan pada si ibu warung. "
Dalam hati Merina bertanya tanya, siapa pasangan muda yang barusan datang?? Dan ada tujuan apa mencari majikannya.
Kenapa pula tidak menelfon saja pada Arjuna atau papah Erik langsung. Jika memang suatu hal yang penting.
Merina sempat bertanya tanya dalam hati tentang maksud dan tujuan sepasang sejoli yang sempat bertandang ke rumah. Namun rumah kosong.
"Siapa sebenernya yang barusan kemari ya?? Arghh bodo amat, ga kasih tahu nama. Ya sudah aku ga perlu bilang ke tuan besar Erik ataupun tuan muda Arjun "gerutu Merina sambil menuntun Tama masuk pintu gerbang rumah Arjuna. "
"Mama, tadi waktu Tama ikut kakek sama om Jujun. Tama nabrak tante tante,orangnya baik banget. Tama kan numpahin ice cream di baju tante itu. Tapi tantenya ga marah mah "ucap Tama bercerita pengalamannya ikut papah Erik ke pernikahan Putri. "
Merina pun mensejajarkan tubuhnya dengan Tama.
"Tama sayang, lain kali hati hati jangan ceroboh ya. Untung tantenya baik. Kalau tantenya galak, Tama bisa kena marah.. "nasehat Merina sambil mengelus rambut Tama. "
"Galak kaya nenek Ega ya ma?? "ucap Tama polosnya. "
"Hust.. ga boleh ngomong gitu sayang. Nenek Ega ga galak, cuma nada bicaranya keras ga bisa pelan. Jadi seperti galak "tegur Merina menasehati Tama. "
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Hy ka mmpir novelku yg lain yuk
Jangan lupa like, vote, fav..
Thanks buat readers sayang yang sudah kasih dukungan like, vote, fav, dan koment..
Salam sehat selalu readers sayang... 😊😊😊😊
__ADS_1