Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Ajang Balas Dendam


__ADS_3

Kebetulan ketika Vani datang,orang tuanya sedang sarapan. Papahnya belum berangkat ke kantor.


"Emang kenapa lagi dengan mamah mertuamu itu nak? "tanya papah Reno,sembari menyantap sarapannya. "


"Biasalah pah, ditanya masalah anak. Vani nikah sama mas Arjun saja baru beberapa bulan. Sudah ditanya kehamilan "jawab Vani manyun dengan sembari menyantap sarapannya juga. "


"Kamu baik baikin saja mertuamu, selagi rencana kita belum berhasil. Papah si engga masalah kalau kamu ga hamil hamil. Yang paling utama, misimu menikah dengan Arjun hanya untuk mengeruk semua kekayaannya. Karena sebelum papah melihat Arjun bangkrut, papah ga akan tenang Van "ucap papah Reno panjang lebar. "


"Pah, kenapa si masih dendam saja sama Arjun? Masa Vani dijadikan sebagai alat untuk balas dendammu itu? Ga baik loh pah?? "tegur mamah Rani. "


"Sudah dech, mamah ga usah ikut campur. Adanya papah dulu bangkrut juga karena si Arjun. Arjun main curang, makanya hanya dalam waktu singkat perusahaannya berkembang. Semua mitra bisnis papah berpindah tangan ke perusahaan Arjun semua "ucap papah Reno ketus. "


" Mungkin papah saja yang kurang bisa mengambil hati para klien papah. Sehingga berpindah ke perusahaan Arjun semua "sela mamah Rani. "


"Loh, kok malah mamah belain Arjun?? Bukan belain papah? "cebik papah Reno jutek. "


"Mah, pah, kok malah jadi kalian yang bertengkar si?? Vani kemari kan ingin mencari ketenangan. Karena di rumah ada nenek sihir "rajuk Vani ketus. "


"Sudahlah, papah mau ke kantor. Ingat pesan papah ya Van. Bermain yang cantik, dengan otak jangan dengan hati "pesan papah Reno ke Vani. "


"Siap pah, tenang saja. Toh Vani ga ada rasa sama sekali sama mas Arjun. Vani cuma menuruti kemauan papah. Vani juga ga mau keluarga kita miskin gara gara mas Arjun "ucap Vani dengan sangat yakinnya. "


Setelah memberi nasehat pada Vani, papah Reno bangkit dari duduknya. Bergegas melangkah keluar rumah, menuju mobilnya.


Segera papah Reno berangkat ke kantornya. Dengan mengendarai mobil pemberian dari Arjuna.


Mamah Rani hanya geleng geleng kepala melihat kekompakan anak dan ayah.


Entah dengan cara apa lagi, supaya mamah Rani bisa menyadarkan anak dan suaminya. Agar tidak melanjutkan niat buruknya pada sang menantu.


Sementara Vani sedang mencari cara untuk bisa mendapatkan uang yang banyak dari Arjuna.


Setelah dirinya memperoleh ide yang menurutnya cemerlang. Segera Vani pergi, melajukan mobilnya menuju kantor Arjuna.


"Ampun tuh anak, pulang hanya untuk numpang sarapan. Sudah gitu pergi lagi, ga pamitan pula "gerutu mamah Rani. "

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, sampailah Vani di kantor Arjuna. Segera Vani melenggang santai ke ruang kerja Arjuna.


Namun Arjunanya tidak ada, hingga Vani menunggu di sofa di ruang kerja Arjuna.


Karena merasa bosan susah 30 menit menit menunggu. Vani bangkit dari sofa, melenggang menuju ke meja kerja Arjuna.


Duduk dikursi direktur, tangannya mulai iseng.Membuka laci meja kerja Arjuna. Ada sebuah figura namun posisi terbalik, hingga tak terlihat siapa foto dalam figura tersebut.


Vani membalikkan sebuah figura kecil itu, betapa terkejutnya Vani. Melihat siapa yang ada di figura tersebut.


"Ini kan Putri, hhmm jadi mas Arjun masih menyimpan rasa sama Putri. Makanya foto pernikahannya sama Putri masih disimpan "gerutu Vani. "


Kemudian Vani meraba raba lacinya kembali, ada sebuah diary milik Arjuna.


Namun ketika akan membuka dan membaca diary milik Arjuna, Vani mendengar langkah sepatu menuju ke ruang Arjuna.


Vani lekas menaruh figura kembali ke posisinya kembali. Sementara diary milik Arjuna, Vani masukkan ke tasnya.


Vani lekas beranjak dari kursi direktur menuju ke sofa. Vani lekas duduk di sofa, sembari bermain ponsel.


"Sayang, sudah lama kamu menunggu ya?? Kenapa ga kasih kabar mau kemari, kan deadline bisa aku percepat "ucap Arjuna mendekati Vani dan mencium kening serta bibir Vani. "


"Vani belum lama disini kok mas, maaf ya.. Rasanya kangen sekali, jadi Vani kemari "rayu Vani beralih duduk di pangkuan Arjuna. "


"Hhmm biasanya kalau lagi manja gini, ada maunya nech.. "Canda Arjuna mencolek hidung Vani. "


"Pinter suamiku sayang, tahu saja dechh"jawab Vani memainkan telunjuknya mengitari wajah Arjuna. "


"Kenapa sayang, shopping?? Bukannya aku sudah kasih black card buatmu, itu no limit lo sayang "tanya Arjuna heran. "


"Bukan itu mas, aku itu tiap hari jenuh,suntuk. Karena ga ada kegiatan sama sekali. Aku ingin seperti wanita lain, pengen kerja. Pengen punya usaha sendiri. Denger denger dulu kan mantan istrimu juga buka restoran. Pasti kamu yang kasih modal kan mas? "rengek Vani manja. "


"Terus..... maksudmu kamu ingin buka usaha restoran juga?? Kamu saja ga bisa masak kan, walaupun wajahmu mirip mantan istriku "sindir Arjuna. "


"Mas, kamu jangan rendahin aku gitu dong. Beda orang beda keahlian. Walaupun aku mirip Putri. Bukan berarti kita keahliannya sama "rajuk Vani manyun. "

__ADS_1


Sesaat Arjuna menatap Vani yang sedang manyun tertunduk diatas pangkuan Arjuna.


"Wajahmu memang sangat mirip Putri, makanya aku nikahin kamu tanpa pikir panjang. Jika sedang seperti ini kamu juga sangat mirip Putri. Namun memang dari dirimu, ga semuanya mirip Putri. Hanya 25 % saja kemiripanmu. Tidak untuk keseluruhan "batin Arjuna. "


Sejenak Vani menengadahkan wajahnya memandang suaminya.


"Mas, kok kamu melamun? "tegur Vani menatap heran pada Arjuna. "


"Ga kok sayang, lagi nungguin kamu ngomong. Sebenarnya kamu mau apa sayang? "tanya Arjuna penasaran. "


"Mas, aku kan pernah usaha salon dulu. Sebelum aku jadi sekretarismu. Aku ingin buka salon lagi mas, untuk mengisi waktu luangku "rengek Vani manja dengan mengalungkan tangannya di leher Arjuna. "


"Ohh maksudnya kamu mau buka salon, tapi kamu minta aku yang modalin. Gitu kan? "ucap Arjuna ."


"Nahhhh pinter sekali suamiku tersayang.. Mau kan kasih Vani modal? "rengek manja Vani "


"Emang berapa modal yang kamu butuhkan sayang?? "tanya Arjuna menyelidik. "


"Hhmm modal awalnya ga banyak si mas, cuma 250 juta saja "ucap Vani singkat. "


"Kamu bilang 250 juta itu baru modal awal?? Berarti ada modal modal yang lain dong? "tanya Arjuna kembali. "


"Kan alat alat salon mahal mahal mas, belum untuk sewa kiosnya. Belum untuk gaji beberapa karyawan.Uang segitu mah buat suamiku tersayang ga ada apa apanya. Iya kan mas? "bujuk rayu Vani. "


"Pinter banget kalau kamu ngerayu, iya ini aku kasih cek 250 juta. Semoga kelak lancar usaha salonmu, berkembang pesat ya sayang.. "ucap Arjuna sambil meraih cek 250 juta diberikan pada Vani. "


"Makasih ya mas.Oh iya, mamahmu sudah pulang belum mas?? "tanya Vani penasaran."


"Entahlah sayang, karena barusan aku langsung berangkat kantor. Coba nanti aku tanyakan papah ya. Kamu nanti pulang ya sayang, masa aku dibiarin tidur sendirian? "cebik Arjuna. "


"Seperti yang aku bilang tadi pagi mas, jika mamahmu masih di rumah. Aku ga akan pulang. Bagaimana aku bisa hamil, jika selalu di bikin stres sama mamahmu "sindir Vani ketus. "


"Sudah ya mas, Vani pulang dulu. Kabari saja kalau mamahmu sudah pulang. Aku segera balik rumah "ucap Vani berlalu meninggalkan ruang kerja Arjuna. "


Mohon maaf jika karya tak seindah para penulis yang lain. Karena cuma karya remahan.. 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Tahap belajar ya ka readers 💝💝


__ADS_2