
Sementara Ega telah mengomel ngomel pada Arjuna dan papah Erik. Yang telah bersedia menghadiri pernikahan Putri.
"Jun, kamu itu mau maunya saja datang ke pernikahan si mandul??! Kalau mamah jadi kamu,ihhh ogahhhh!!! "sindir Ega ketus. "
"Palingan nikahnya ga bertahan lama, terus cere..Secara apa yang mau diharapkan dari seorang wanita mandul kaya Putri??! "sindir Ega kembali. "
"Mah, mau sampai kapan mamah akan membenci Putri??! "bentak papah Erik. "
"Selamanya pah, karena Putri wanita pembawa sial!! Papah sampai opname di rumah sakit karena siapa??!! Arjun sampai sekarang ga bisa jalan karena siapa??!! Apa kalian telah lupa???!! Itu semua karena ulah si mandul Putri!! "cebik Ega sinis. "
"Jun, kamu saja yang jagain mamah ya. Papah mending tidur di rumah. Kepala sakit denger mamahmu ngoceh mulu "ucap papah Erik berlalu meninggalkan Ega dan Arjuna. "
"Pah, tunggu pah. Arjun juga ikut pulang.. "ucap Arjuna sembari melajukan kursi rodanya mengejar papahnya. "
Papah Erik menghentikan langkahnya mendengar anaknya memanggil.
"Ada apa lagi Jun?? Papah mau istirahat di rumah saja "ucap papah Erik melirik pada Arjuna. "
"Arjun ikut pah, karena Arjun juga besok akan ke kantor. Arjun mau mengajukan proposal kerjasama ke satu perusahaan ternama dari luar negri pah. Arjun mau malam ini mempelajari dan mengecek ulang proposalnya, agar benar benar sempurna. Biar bisa menang tender "ucap Arjuna panjang lebar. "
"Wah, hebat kamu Jun. Ini baru anak papah. Yang semangat ya, fokus untuk menata masa depanmu yang lebih baik. Tak usah kamu pikirkan masa lalumu "ucap papah Erik menyemangati Arjun sambil menepuk pundaknya. "
Kemudian Arjuna dan papah Erik kembali ke rumah bersama sama. Mereka tak menghiraukan Ega. Karena Ega tak kunjung berubah selalu saja mengomel.
Sejak papah Erik alami kecelakaan dan juga Arjuna alami kecelakaan. Sikap mamah Ega benar benar tambah bawel. Selalu menyangkut pautkan semua musibah itu dengan Putri.
Sementara mamah Ega meneteskan air mata, karena ditinggal sendirian oleh papah Erik dan juga Arjuna.
"Tega banget suami dan anakku, masa aku ditinggal sendiri. Padahal kondisiku seperti ini. Kenapa juga, sakitku ini kok ya betah banget. Ga kunjung pulih.. sungguh menyiksa sekali "gerutu mamah Ega. "
"Kenapa kok suami dan anakku masih saja membela Putri. Padahal semua musibah yang terjadi juga karena ulah Putri. Aku hanya mengingatkan suami dan anakku, malah mereka marah dan tak menghiraukan aku yang tak berdaya ini.. hiks hiks hiks.. "gerutu mamah Ega di sela isak tangisnya. "
Tak berselang lama, papah Erik dan Arjuna pulang. Mendengar suara deru mesin mobil, Merina menautkan alis.
"Loh itu kan suara mobil tuan besar?? Kok pulang ya?? "gerutu Merina sambil berlari ke arah pintu gerbang untuk membukakan pintu. "
Setelah mobil masuk garasinya, Arjuna dan papah Erik segera masuk rumah.
Namun papah Erik berhenti sejenak, dan menghampiri Merina.
__ADS_1
"Nak, tolong entar masakin buat makan malam. Karena kami mau tidur di rumah, ga nginep di rumah sakit "perintah papah Erik pada Merina. "
"Baik tuan besar "jawab Merina singkat sambil membungkukkan badan. "
Merina lekas ke dapur karena jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Terlebih dahulu Merina ke kamar, untuk berpamitan pada Tama jika dirinya akan memasak.
Tama sedang asik di kamar dengan semua buku buku sekolahnya.
"Jagoan mama, kalau nyari mama ada di dapur ya sayang. Mama mau masak buat makan malam kakek Erik sama om Jujun "pamit Merina bersimpuh di hadapan Tama. "
"Iya mamaku sayang, masaknya yang enak. Hati hati mama, jangan sampai kena minyak. Nanti kalau Tama sudah selesai kerjain tugas dari bu guru, pasti Tama ke dapur untuk bantu mama "jawab Tama sumringah. "
"Iya Tama anaknya mama yang sangat pintar. Kalau tugasnya ada yang ga tahu, nanti tanya ya sama mama "ucap Merina tersenyum mengelus rambut Tama. "
Tamapun mengangguk dan menaik turunkan alisnya sembari terkekeh menggoda mamanya.
Merina beranjak ke dapur untuk memasak. Belum saja mulai memasak, Arjuna memanggil manggilnya.
"Mer, Merina.. cepat kesini.. tolongin aku "teriak Arjuna. "
Merina langsung saja berlari ke kamar Arjuna. Namun tak mendapati sesuatu yang mencurigakan.
"Ada apa tuan muda? "tanya Merina singkat."
"Aku ingin mandi, tolong siapin aku air. Juga tolong tuntun aku ke kamar mandi "jawab Arjuna singkat. "
Merina tak menjawab, langsung saja ke kamar mandi menyiapkan air di bathup. Setelah selasai, Merina memapah Arjuna masuk ke kamar mandi.
"Saya tinggal ya tuan muda, karena saya mau memasak makan malam "ucap Merina tertunduk. "
"Jangan dulu, kamu tunggu di luar kamar mandi, aku masih butuh pertolonganmu "cegah Arjuna nenatap lekat Merina yang sedari tadi tertunduk. "
"Baiklah tuan muda, tapi jangan lama lama ya? "jawab Merina jutek. "
Setelah menunggu beberapa menit, keluarlah Arjuna. Merina lekas memapah Arjuna ke kursi rodanya.
Setelah itu dirinya akan beranjak ke luar dari kamar Arjuna. Namun Arjuna menggapai tangan Merina.
"Tunggu dulu Merina, tolong pakaian aku baju sebentar saja "ucap Arjuna memelas ."
__ADS_1
"Aduhhhhh, masa aku suruh makein baju!! Yang benar saja!! "gerutu Merina di batin. "
"Mer, kok kamu diam.. "tanya Arjuna mengguncang guncang tangan Merina. "
"Biar saya panggilkan tuan besar saja ya tuan muda? "saran Merina gugup. "
"Emang kalau kamu yang bantuku pake baju kenapa?? Kan tugas utamamu merawat aku?? Papah lagi istirahat, kasihan kalau dibangunin "ucap Arjuna sekenanya. "
Dengan sangar terpaksa Merina menyanggupi permintaan Arjuna. Merina mengambil piyama yang bersih di dalam lemari beserta kaos dalam.
"Maaf tuan muda, ambil sendiri itunya ya?? "ucap Merina terunduk. "
"Ambil itu apa Mer?? "tanya Arjuna sengaja menggoda Merina. "
"****** ***** ,tuan muda ambil sendiri dan pake sendiri "jawab Merina memalingkan muka. "
"Ohh ituuu, iya ya baik. Sekarang tolong pakaian bajuku "perintah Arjuna pada Merina. "
"Sebaiknya tuan muda bawahannya dulu, biar saya tunggu diluar. Baru saya pakaian atasannya "ucap Merina melangkah ke arah pintu tanpa menghiraukan Arjuna. "
Arjuna melangkahkan kursi rodanya ke arah almari dan mengambil dalaman.
Dengan susah payah Arjuna memakaianya sendiri serta bawahan piyamanya. Setelah itu baru memanggil Merina.
"Sebenarnya tuan muda bisa kok pake baju sendiri. Itu saja buktinya pake bawahannya sendiri juga bisa "rajuk Merina jutek. "
"Hhmm ya sudah kalau ga mau menolong saya, gajimu bulan depan akan saya potong separo "ancam Arjuna menaik turunkan alisnya. "
Merina percaya saja dengan ancaman Arjuna. Hingga mau saja memakaikan baju untuk Arjuna. Setelah selesai Merina berlalu dari kamar Arjuna tanpa permisi.
"Huh, nambahin pekerjaan saja. Sudah pinter berpakaian sendiri saja manja minta di pakein baju "gerutu Merina sambil berjalan menuju dapur. "
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
hy ka mmpir novelku yg lain yuk
Mohon maaf up terputus putus sambil jaga anak.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Trimakasih yang sudah dukung lewat like, vote,favo