Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Curhatan Vani


__ADS_3

"Mas, kok kamu ada disekitar sini?? tanya Vani disela menanti pesanan makannya dan Arjuna di cafe tersebut. "


"Kebetulan aku baru selesai meeting dengan klien dan akan balik kantor. Tapi aku lihat kamu. Jadi aku berhenti sejenak "jawab Arjuna tersenyum manis. "


Vani hanya ber hooh ria.


Vani memberanikan diri meminta maaf atas kesalahannnya dulu.


"Mas, aku minta maaf atas sikapku dulu padamu. Semua itu aku...


Belum juga Vani selesai berucap, Arjuna telah menyela terlebih dulu.


"Sudahlah Van, kamu tak perlu minta maaf. Aku sudah memaafkanmu. Aku juga tahu,semua kelauan burukmu padaku dulu. Bukan karena kemauanmu. Tanpa sepengetahuanmu, mamah Rani ke kantor ku menjelaskan semuanya.Saat aku sedang mengurus percerean kita "jawab Arjuna.


"Aku ga ngerti apa yang barusan kamu ucapkan mas ?"tanya Vani menyelidik. "


"Kamu ingat waktu kamu mengembalikan sertifikat rumah dan surat surat mobil serta uangku?? Beberapa jam kemudian mamahmu datang "ucap Arjuna. "


#Flash back on #


"Akhirnya balik juga sertifikat dan surat surat mobil serta uang yang Vani ambil dariku "gerutu Arjuna sembari menata berkas berkas yang berserakan di meja. "


Niat hati ingin segera pulang, karena akan segera ke rumah sakit. Untuk bergantian dengan papah Erik guna menjaga mamah Ega.


Namun disaat Arjuna telah selesai menata semua berkasnya. Dan akan keluar dari ruang kerjanya.


Ketika akan membuka pintu, tiba tiba di depan pintu telah ada mamah Rani .


"Mah, maaf Arjun mengagetkan mamah. Arjun ga tahu ada mamah di balik pintu "ucap Arjun ramah dan sopan. "


"Ga apa apa kok nak Arjun. Mamah yang minta maaf, telah lancang ke kantor kamu. Karena ada hal yang sangat penting yang ingin mamah sampaikan mengenai Vani "ucap Mamah Rani dengan mimik wajah sangat serius. "


"Silahkan masuk dan duduklah mah "ucap Arjuna mempersilahkan mamah mertuanya masuk. "


Setelah keduanya sama sama duduk, Arjuna memberanikan diri bertanya.


"Memangnya ada apa dengan Vani mah?? Apa sesuatu telah terjadi pada Vani? "tanya Arjuna penasaran. "


Mamah Rani dengan sangat serius dan mata berkaca kaca. Menceritakan semuanya, jika sebenarnya Vani adalah seorang anak yang baik.


Hanya papah Reno salah mendidiknya.

__ADS_1


Sehingga Vani tumbuh jadi seorang wanita yang ambisius dan materialistis.


Vani juga dijadikan alat untuk balas dendam pada Arjuna.


Mamah Rani bercerita jika Vani telah mengetahui semua kelakuan jahat papah Reno. Vani telah menyadari semuanya. Namun Vani malu waktu itu untuk meminta maaf pada Arjuna.


"Nak Arjun, mohon jangan membenci Vani. Karena Vani tidak bersalah, maafkanlah Vani. Saat ini Vani sudah berubah. Bahkan sudah tidak dekat lagi dengan papahnya "ucap mamah Rani memohon. "


"Baiklah mah, Arjun akan memaafkan semua kesalahan Vani. Tapi Arjun juga minta maaf, karena sebenarnya Arjun menikahi Vani juga karena terobsesi dengan mantan istri Arjun. Dimana wajah Vani sangat mirip. Arjun minta maaf ya mah, Arjun sudah mengurus percerean Arjun dan Vani "ucap Arjuna panjang lebar. "


"Iya nak Arjun ga apa apa. Yang penting nak Arjun jangan membenci Vani, apalagi sampai dendam dengan Vani"ucap mamah Rani. "


"Baik mah, Arjun tidak akan benci sama Vani kok. Jadi mamah ga usah khawatir "jawab Arjuna tersenyum ramah. "


"Ya sudah nak Arjun, mamah permisi pamit pulang. Mohon maaf mengganggu nak Arjun. Dan terima kasih telah bersedia memaafkan Vani "pamit mamah Rani sembari bangkit dari duduknya. "


#flash back of #


Setelah mendengar cerita dari Arjuna, mata Vani berkaca kaca. Tak menyangka jika mamah yang pernah tak dihiraukannya dulu, sangat mengasihi dan peduli dengannya. Bahkan sampe detik ini.


Kemudian Arjuna balik bertanya pada Vani, untuk apa mobil Vani mau di jual.


Dengan rasa enggan, akhirnya Vani juga bercerita tentang penolakan perjodohannya dengan lelaki pilihan papah Reno.


Vani ingin menjual mobil karena untuk kebutuhan hidupnya bersama mamahnya.


Karena semua tabungan dan perhiasan yang Vani punya, telah di monopoli oleh papah Reno.


Setelah mendengar semua penuturan dari Vani, hati Arjuna menjadi iba. Dan Arjuna dengan sukarela akan menolong Vani.


Dengan jalan akan memberikan Vani pekerjaan, namun tidak di kantor yang sama dengan Arjuna.


Arjuna akan menempatkan Vani di kantor cabang milik Arjuna, yang kebetulan lokasinya tak jauh dari kontrakan Vani.


Arjuna tidak mengijinkan Vani untuk menjual mobilnya.Arjuna mentransfer sejumlah uang ke rekening Vani. Untuk kebutuhan Vani dan mamah Rani.


Karena kebetulan Arjuna masih menyimpan nomor rekening Vani.


Vani sangat terharu dengan kebaikan Arjuna. Padahal dulu Vani sangat jahat padanya. Hingga tak terasa air mata Vani tertumpah.


"Mas Arjun, kenapa sangat baik sama aku?? Sedang dulu aku sangat bersikap buruk padamu"ucap Vani tertunduk di sela isak tangisnya. "

__ADS_1


"Van, sudahlah. Yang lalu biar berlalu. Aku tak pernah ingin membalas semua kelakuan burukmu dulu padaku, dengan aku juga berbuat jahat padamu. Hapuslah air matamu, malu dilihat banyak orang "Hibur Arjuna sembari memberikan tisue pada Vani. "


Vanipun menerima tisue pemberian Arjuna, dengan mengusap air mata.


"Sekarang kamu makan, dan nanti aku akan antar kamu pulang ke kontrakanmu. Aku juga telah memesan makanan untuk mamahmu. Kamu ga usah khawatir dengan mobilmu. Pasti sekarang sudah sampai di kontrakanmu"ucap Arjuna panjang lebar. "


Vanipun menatap keluar, ternyata memang mobilnya sudah tidak ada.


Vanipun menyantap makanannya.


Berbeda dengan mamah Rani yang sedang panik. Karena tahu tahu mobil Vani sudah berada di depan kontrakan. Namun Vaninya tidak ada di dalam mobil.


Sedang mamah Rani juga tidak tahu siapa yang telah membawa pulang mobil Vani.


Mamah Rani mencoba menelfon Vani, namun ternyata ponsel Vani tertinggal di dalam mobilnya.


"Aduhhhhh, dimana kamu nak??? Semoga kamu baik baik saja.. "gerutu mamah Rani mondar mandir didepan kontrakan. "


Sejenak Vani juga teringat akan mamahnya. Karena Vani telah pergi terlalu lama, pasti mamahnya khawatir.


Vani akan menelfon mamahnya ,namun tiba tiba Vani menepuk jidat. Setelah mencari ponsel di tasnya tidak ada.


"Aduhhh, ponselku kan ada di dalam mobil.. "Gerutu Vani masih bisa di dengar oleh Arjuna.


"Kenapa Van??Kamu kok bingung gitu? "tanya Arjuna penasaran. "


"Aku mau telfon mamah, takutnya mamah khawatir karena aku perginya sudah lama. Tapi ponselku malah tertinggal di mobil "jawab Vani singkat. "


"Kamu ga usah khawatir, pasti asistenku yang antar mobilmu .Sudah memberitahu keberadaanmu saat ini sedang denganku "Jawab Arjuna. "


"Kalau kamu masih khawatir, biar aku telfon asistenku ya "ucap Arjuna kembali. "


Namun ketika Arjuna akan menelfon asisten yang disuruh anter mobil Vani ke kontrakan Vani. Ternyata batre ponselnya habis. Dan Arjuna tidak membawa power bank.


like... like...like..



vote... vote... vote....


__ADS_1


favorite.. favorite...


__ADS_2