
Tak berselang lama mobil telah sampai di kediaman Arjuna. Papahnya telah menunggu di teras depan rumah.
Erik begitu senang melihat Arjuna, namun sambil menautkan alis. Pandangan menatap penjuru arah dimana Arjuna melangkah.
Erik sedang mencari cari menantunya namun tak terlihat batang hidung sang menantu yang dikasihinya.
Arjuna melangkah mendekati papahnya. Memeluk erat papahnya.
Erik membalas pelukan Arjuna dengan menepuk nepuk punggung anaknya.
Sejenak mereka melapaskan pelukannya. Erikpun bertanya pada Arjuna.
"Mana istrimu nak? "tanya Erik penasaran. "
"Itu istriku pah"ucap Arjuna menunjuk pada Ela."
"Itu kan istri sirimu nak, yang papah tanyakan istri sahmu?? "tanya Erik menyelidik. "
Arjuna bingung harus berkata apa pada papahnya. Arjuna diam seribu bahasa.
Hingga dirinya terpaksa berbohong pada papahnya. Agar papahnya tidak drop.
"Oh iya pah maaf, Putri sedang sibuk di restorannya jadi tidak bisa ikut pah "jawab Arjuna berbohong. "
Seisi rumah berpikir, jika Arjuna masih ada ikatan pernikahan dengan Putri. Karena mereka semua tahu jika Arjuna telah merobek surat cerainya.
"Mas, jadi kamu sama Putri tak jadi bercere?? Terus aku akan selamanya jadi yang ke dua?? "tanya Ela sedih. "
"Mau ga mau kamu harus mau. Karena jika aku pisah sama Putri. Aku akan kehilangan warisan papah " jawab Arjuna dengan bohongnya. "
Padahal Arjuna telah resmi pisah dengan Putri.
Sekarang Arjuna merencanakan bagaimana caranya membujuk Putri. Untuk berpura pura masih ada ikatan suami istri dengannya.
Arjuna benar benar tak ingin terjadi sesuatu dengan papahnya. Hati Arjuna gelisah. Hingga Arjuna minta ijin pada orang tuanya untuk keluar sebentar, ada hal yang penting yang harus di urusnya.
Padahal Arjuna keluar rumah untuk ke restoran Putri.
Arjuna pergi sendiri, mengemudikan mobil sendiri menuju restoran Putri.
Tak berselang lama, sampailah Arjuna di restoran Putri. Arjuna langsung saja masuk ke ruang kantor Putri.
Walaupun sudah dicegah oleh Katty. Namun Arjuna tak menghiraukan larangan dari Katty.
__ADS_1
Putri yang sedang serius membahas kerjasamanya dengan Bayu menjadi kaget.
"Kamu ngapain lagi kesini mas??! "tanya Putri ketus. "
"Aku mau minta tolong sama kamu Put "jawab Arjuna dengan mimik memelas. "
"Maaf ya mas, aku sedang sibuk. Tolong kamu pergi sekarang juga " usir Putri pada Arjuna. "
"Tolong dengarkan penjelasanku dulu Put, aku mohon "Ucap Arjuna memohon mohon. "
Putri menatap lekat pada Bayu seolah meminta persetujuannya. Bayu menganagguk.
Hingga Putri mempersilahkan duduk Arjuna. Sementara Putri masih di tempat duduknya, dan di sebelahnya Bayu duduk di lengan kursi yang sedang di duduki Putri.
"Sekarang coba kamu ceritakan, apa tujuanmu kesini??! "tanya Putri penasaran. "
Arjuna menjelaskan kenapa dirinya datang menemui Putri.Arjuna ingin meminta tolong pada Putri, agar ber pura pura masih menjadi istri sahnya.
Karena Arjuna ga mau kalau papahnya sampai drop .Jika mengetahui dirinya telah berpisah dengan Putri.
"Gila apa kamu mas!! Aku ga mau!! Enak saja kamu menyuruhku untuk tetap bertahan pura pura jadi istrimu!! "cebik Putri sinis. "
"Put, apa kamu mau kalau papahku sampai drop?? "tanya Arjuna memelas. "
"Lagian sepintar pintarnya kita menyembunyikan kebohongan. Pasti suatu saat akan terbongkar " ucap Putri kembali. "
Arjuna tertunduk lesu "Jadi kamu ga mau Put, berpura pura kalau kita masih resmi jadi suami istri?? "
"Maaf mas, aku ga bisa. Gini saja mas,sewaktu waktu aku pasti jenguk papah. Tapi kalau aku suruh tinggal bersamamu maaf saja aku tak bisa " tolak Putri ketus. "
"Tolonglah Put, demi papahku. Apa kamu tega kalau papahku sampe kenapa kenapa?? "bujuk Arjun. "
"Sudah ya mas, tolong jangan paksa aku. Silahkan kamu pergi, cari cara sendiri untuk menjelaskan pada papahmu. Aku sudah ga mau terlibat lagi urusan keluargamu. Aku juga sudah janji pada mamahmu untuk tindak menunjukkan mukaku di hadapan kalian "ucap Putri jutek. "
Arjunpun tak bisa berkata lagi, Arjuna akhirnya keluar dari ruangan Putri dengan langkah gontay.
"Gara gara mamah, jadi rumit. Coba kalau mamah ga usah larang Putri ketemu papah. Pasti semuanya akan terasa mudah "gerutu Arjuna sambil berjalan menuju mobilnya. "
Arjuna mengemudikan mobil menuju rumah. Setelah sampai rumah dirinya langsung menuju lantai atas kamar Putri.
Arjuna langsung membersihkan diri dan kemudian berbaring. Terlelap dalam mimpi.
Sementara Ela sedang merencanakan sesuatu untuk membuat Putri celaka. Ela percaya dengan ucapan Arjuna, jika Putri telah membatalkan gugatan cerenya terhadap Arjuna.
__ADS_1
"Aku harus ambil langkah seribu, bagaimana caranya aku singkirkan Putri dari kehidupan mas Arjun. Aku ga ingin selamanya jadi yang kedua. Aku ingin jadi satu satunya "gerutu Ela mondar mandir di dalam kamarnya. "
"Ohhh iya ya, aku kan disini punya kenalan preman. Si Dodo ya si Dodo, aku minta bantuan Dodo saja untuk memperlancar rencanaku. Aku juga masih punya simpenan perhiasan, bisa aku jual untuk membayar Dodo "gerutu Ela kembali. "
"Besok pagi saja aku pergi menemui Dodo. Kalau sekarang percuma sudah sore. Aku juga sudah males keluar rumah "gumamnya lagi. "
Ela pun mengetahui kalau Arjuna sedang tidur, hingga Ela menggunakan kesempatannya untuk menelfon Dodo.
Ela turun ke lantai bawah, mencari tempat yang aman buat menelfon. Tak lama kemudian tersambung juga telfon Ela pada Dodo.
Ela : "Dodo, aku punya kerjaan untukmu. "
Dodo : "Kerjaan apa La?? "
Ela : "Nyingkirin istri sah suamiku, agar cuma aku yang jadi istri satu satunya suamiku. "
Dodo : "Baik, besok La kita ketemu dan atur trik untuk nyingkirin istri sah suamimu. "
Dodo : "Tapi ada bayarannya kan La?? "
Ela : " Ada lah Do, kamu tenang saja. "
Ela : " Ya sudah dulu Do. Besok kita bertemu ya? "
Sambungan telfon dimatikan Ela, dirinya tengok kanan kiri memastikan jika tidak ada yang mendengar pembicaraanya dengan Dodo.
Padahal ada sepasang mata yang mengintai dan mendengar percakapan Ela dengan Dodo. Namun Ela tak mengetahuinya.
Ela melenggang dengan cerianya. Namun sepasang mata yang mengintai tersebut menatap sinis pada Ela.
"Dasar wanita licik, lihat saja. Aku akan gagalin usahamu untuk mencelakai Putri!! "gerutu sepasang mata yang mengintai Ela. "
Sementara di restoran, Putri tengah bersiap siap pulang. Karena waktu telah sore. Putri merasa lelah sehingga memutuskan untuk menutup restoran sampai sore saja.
Ga seperti biasa sampai malam hari, restoran baru tutup.
Pikiran Putri tertuju pada perkataan Arjuna yang menjelaskan kalau papah mertuanya itu tak mengetahui jika dirinya telah bercere dengan Arjuna.
Putri gundah gulana, disatu sisi. Hanya papah mertua yang sangat peduli dengan dirinya. Disisi lain, Putri enggan balik rumah itu lagi.
😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬
Mampir krya baru author ka
__ADS_1