
"Tapi ada gunanya juga, karena aku tak perlu cape cape mencari tahu sendiri tentang Juragan Sardi.Hhmm mulai ada petunjuk ini... Aku harus mencari sopir itu "gerutu Adit dalam hati. "
"Dit... Adit... hhoooyyy... kok malah bengong si??!! "panggil ce Ida membuyarkan lamunan dari Adit. "
"Eehh iya ce maaf.. Ohh iya ce ,bukannya sopir itu namanya kan pak Joko kan ya?? Ce Ida tahu dimana rumahnya?? "tanya Adit disela kekagetannya barusan. "
"Iya katanya pak Joko,waktu itu juga ketemu kamu, pas lagi cek DNA anak yang dilahirkan si Ela itu. Cece kurang tahu rumahnya si Dit.. Tapi cece pernah di kasih nomor ponselnya.Katanya kalau cece ketemu kamu, nomor ponselnya suruh diberikan kamu, "ucap ce Ida sembari membuka ponselnya mencari nomor kontak pak Joko. "
"Seriusan ce?? "ucap Adit sumringahh. "
"Serius lah, masa cece bohong.. Ini nomornya bisa kamu save dulu "ucap ce Ida sembari memperlihatkan ponselnya yang tertera nomor kontak dari pak Joko. "
Dengan segera Adit mencatat nomor ponsel pak Joko.
"Wahh...Yang Kuasa memang baik nech. Mempermudah diriku menjalankan misi yang diberikan dari tuan Bayu "gerutu Adit dalam hati sambil senyum senyum sendiri. "
"Ce, terima kasih ya. Ini ada sedikit rejeki buat cece "ucap Adit sembari memberikan dua lembar uang ratusan ribu pada ce Ida. "
Ce Ida dengan sumringah dan gerak cepat menerima uang pemberian dari Adit.
"Waahhh... cece yang trima kasih.. dikasih rejeki sama Adit. Semoga kamu lekas jadi orang sukses ya Dit?? "ucap ce Ida dengan sangat senangnya. "
"Aaminnnn...trima kasih doanya ya ce. Oh ya, sudah dulu ya ce. Adit mau masuk rumah dulu. Mau ambil barang milik ibu yang tertinggal "ucap Adit buru buru, supaya ce Ida tidak mengajak ngobrol terus terusan. "
"Ok Dit, sekali lagi terima kasih ya Dit "ucap ce Ida kembali. "
Adit hanya menyunggingkan senyum dan mengangguk menoleh pada ce Ida. Kemudian Adit masuk rumahnya.
Di dalam rumah Adit merasa sedikit lega, karena tak menyangka jika misi yang sedang di jalaninya akan secepat ini mendapatkan petunjuk.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Sementara Ela dan Juragan Sardi telah kembali dari luar negeri,beberapa hari lalu.
__ADS_1
Saat ini Ela menggunakan identitas palsu.Dengan bantuan Juragan Sardi, Ela memiliki nama baru yakni Eli.
Kedua rekan sesama narapidana,telah menjadi TKW dengan identitas baru juga. Itu juga Juragan Sardi yang merekayasa.
Saat ini Ela sudah berada di rumah yang diberikan oleh Juragan Sardi. Yang waktu itu ditempati oleh dua rekan sesama narapidana.
Juragan Sardi agak sedikit heran, kenapa Ela memilih mengoperasi plastik wajahnya untuk serupa dengan Putri.
"Sayangku Ela, kenapa kamu merubah wajahmu mirip Putri? Padahal kan, aku sudah berhasil menyingkirkan Arjun?? "tanya Juragan Sardi penasaran. "
"Juragan itu lupa apa pikun?? Kalau waktu itu aku sudah pernah bilang.Jika aku belum melihat sendiri makam mas Arjun,aku belum percaya kalau mas Arjun sudah mati "jawab Ela dengan sinisnya. "
"Secara tidak langsung, kamu ga percaya sama aku dong?? "rajuk Juragan Sardi. "
"Makanya tunjukan dulu makam mas Arjun, baru aku percaya "ucap Ela melirik sinis pada Juragan Sardi. "
"Ela sayang.. aku sudah turuti semua maumu. Apa kamu ga kasihan sama anak kita. Dia butuh kasih sayang ibunya. Kenapa si, harus menunggu dendammu terbalaskan dulu?? "rayu Juragan Sardi. "
"Aku sudah punya segalanya, istriku juga telah lama meninggal. Jadi sudah tidak ada halangan lagi untuk kita bisa bersama sayang.. "rayu Juragan Sardi kembali. "
"Sayang, kenapa kamu diam? "tanya Juragan Sardi membelai surai hitam Ela. "
"Ga apa apa Juragan, aku hanya lelah saja. Pengen istirahat "ucap Ela sekenanya. "
"Ya sudah, istirahatlah "ucap Juragan Sardi. "
Elapun melangkah ke kamarnya. Sementara Juragan Sardi termenung, melamunkan saat meninggalnya istrinya.
#Flash Back on#
"Ada apa si Joko pagi pagi kemari? "gerutu Juragan Sardi melihat kedatangan Joko dengan sangat terburu buru kerumahnya. "
"Maaf Juragan, pagi pagi saya datang kemari. Anu Juragan, tolong pinjami saya uang Juragan. Saat ini anak saya sakit, harus segera di bawa ke rumah sakit. Tapi saya ga ada uang "ucap Joko si sopir pribadinya. "
__ADS_1
"Hutangmu yang dulu dulu juga belum lunas, masih numpuk. Mana bisa kamu mau minjam uang lagi. Bangkrut dong saya, itu duit buat muter usaha saya. Jadi macet di kamu kan??!! "ucap Juragan Sardi dengan sinisnya. "
"Tolonglah Juragan, satu kali lagi.. Ini terakhir saya pinjam ke Juragan.. bujuk Joko sembari berlutut di kaki Juragan Sardi. "
"Kalau saya bilang engga ya engga. Maksa amat si kamu!! "bentak Juragan Sardi. "
Joko pun berdiri dari berlututnya, dengan wajah sangat emosi.
"Baiklah Juragan, kalau Juragan tidak mau meminjamkan uang buat saya. Jangan salahkan saya yang akan membongkar aib masa lalu Juragan pada istri Juragan. Kalau sebenarnya anak yang di rawatnya adalah anak dari selingkuhan Juragan dengan istrinya Adit si Ela "ancam Joko menatap sinis pada Juragan Sardi. "
"Silahkan saja kalau kamu berani macam macam. Saya akan pecat kamu sekalian, biar kamu tak punya pekerjaan!! "bentak Juragan Sardi. "
"Saya tidak takut, jika Juragan pecat saya. Daripada saya tetap kerja dengan orang keji seperti Juragan. Pantes tuh, jika Juragan berjodoh dengan Ela. Sama sama jahat, kenapa Juragan ga ikut dipenjara sekalian dengan Ela "bentak Joko berlalu pergi dari rumah Juragan Sardi. "
Tanpa Juragan Sardi sadari, istri Juragan Sardi telah lebih dulu mendengar semua pembicaraan itu.
Istri Juragan Sardi melangkah menemui Juragan Sardi yang sedang terbengong melihat kepergian Joko.
"Oohhhhhh jadi anak yang selama ini aku rawat itu anak kandungmu dengan si Ela?? Pantes dari awal kamu bawa kemari, aku pernah ngomong kan??!!Sangat mirip dirimu!!! Tega kamu bohongi aku!! "hardik istri Juragan Sardi sembari memegangi dadanya yang terasa sakit. "
"Jangan dengerin Joko sayang, dia itu bohong "rayu Juragan Sardi mencoba membujuk istrinya agar percaya. "
Sementara Joko telah pergi meninggalkan rumah Juragan Sardi. Joko mengkhawatirkan anaknya. Joko mencoba mencari pinjaman ke para tetangga yang lain. Namun tidak ada yang meminjaminya. Akhirnya nyawa anaknya tak terselamatkan. Anak Joko meninggal mengenaskan dengan kondisi kejang kejang dan demam yang sangat tinggi.
Sementara istri Juragan Sardi di hari yang sama juga meninggal dunia. Karena sangat syok dan kaget dengan berita yang tak sengaja di dengarnya.
Walaupun Juragan Sardi telah memberikan pengertian bahwa apa yang di ucapkan Joko itu bohong. Tapi istri Juragan Sardi tak percaya. Karena dia telah mendengar sendiri semua percakapan Juragan Sardi dengan Joko.
#Flash Back Of #
"Hhmmm gara gara Joko istriku meninggal, tapi impas dech. Anak dia juga meninggal. Jadi aku tak perlu repot repot balas dendam. Nyawa di bayar nyawa. Sudah deal, impas "gerutu Juragan Sardi disela melamunnya. "
π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³
__ADS_1
Hay ka, hari Senin Author mau ngemis vote..
Bagi vote dongg...