Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Ela Melahirkan


__ADS_3

Setelah mendapat undangan dari Putri, Arjuna semakin murung. Menyesali dengan apa yang telah dilakukan olehnya kepada Putri.


Apalagi saat ini kakinya tak kunjung pulih. Arjuna semakin merasa dirinya ini tidak berharga,tidak berguna. Keputus asaan mendera. Melihat mamahnya tergolek lemah tak berdaya.


Hampir setiap hari, telinga Arjuna bising oleh gerutuan mamahnya. Yang tiada hentinya.


Arjuna ingin sekali menghindar pergi dari rumah sakit. Namun tak tega jika papah Erik seorang diri menjaga mamahnya.


Saat ini hanya Tama yang selalu menghibur Arjuna. Disela kejenuhan, ketidak berdayaan. Jika berada dekat Tama, semua rasa putus asa hilang. Hanya ada tertawa lepas tiada beban.


"Malu aku sama Putri, dia seminggu lagi mau menikah. Sedang aku kondisi malah seperti ini "gerutu Arjuna di teras depan rawat inap mamahnya. "


Sementara di sel di mana Ela di tahan. Dirinya sedang merasakan sakit perut. Di saat Ela sedang berkebun bersama para narapidana lainnya.


"Aduhh perutku sakit sekali.. Padahal hari perkiraan lahir 2 minggu lagi .Apa iya si, aku akan melahirkan sekarang?? "gerutu Ela terus saja memegangi perutnya. "


Hingga ada satu polwan mendekati Ela, dan memapah Ela melangkah menuju ruang kesehatan.


Ela terus saja mengerang kesakitan, terus saja dan teruss.


Polwan memanggil para medis, memanggil dokter dan perawat. Dokter memberi instruksi pada perawat agar menyiapkan peralatan.


Karena Ela sebentar lagi akan proses melahirkan.


"Sebentar lagi ya bu ,tahan dulu. Karena kurang satu lagi pembukaannya "Demikian ucap dokter yang menangani Ela. "


Ela terus saja meringis kesakitan dan terus saja mengerang.


Sementara salah satu aparat polisi menelfon papah Erik. Untuk memberitahukan jika menantunya akan melahirkan.


Karena status Ela saat ini masih istri Arjuna. Walaupun cuma istri siri, namun Arjuna belum mengucapkan talak pada Ela.


Karena Ela dalam kondisi hamil, hingga Arjuna belum diperbolehkan mengucapkan talak pada Ela.


Begitu papah Erik mendapatkan kabar dari lapas. Papah Erik mengajak Arjuna untuk lekas ikut ke lapas.


Bukan karena bahagia akan mendapatkan cucu. Namun rasa penasaran yang berbulan bulan di pendam akan segera terkuak.


Papah Erik sudah merencanakan, jika anak yang di kandung Ela lahir. Akan segera di tes DNA, sesuai dengan ke inginan Adit waktu lalu.

__ADS_1


Didesa juga Adit sedang gelisah, memikirkan Ela sudah melahirkan apa belum. Adit tidak tahu jika saat ini Ela berada di tahanan.


Hingga Adit berinisiatif menelfon Arjuna.


Sambungan telfon tersambung ke Arjuna.


Adit : "Mas Arjun, ini Adit. Gimana kabar mas Arjun?? "


Arjuna : "Iya baik nech Dit, baru saja aku mau nelfon kamu. Mau ngabarin kalau Ela saat ini akan melahirkan. "


Adit : "Pas banget mas Arjun, aku telfon mas Arjun juga ingin tanya soal Ela. Kalau boleh tahu dirumah sakit mana Ela saat ini mas? "


Arjuna : "Di sel tahanan di wilayah kota J saya. "


Adit : "Hahhh??!! Kok ditahanan mas, kok bisa?? "


Arjuna : "Ceritanya panjang Dit, Mending kamu kesini saja. Biar lebih jelas aku ceritakan secara langsung. "


Adit : "Baik mas, aku juga niat mau ke kota J. Untuk memastikan anak yang dilahirkan Ela itu sebenarnya anak siapa? "


Arjuna : "Ya sudah dulu ya Dit, ini aku sama papah mau buruan ke lapas. Untuk memastikan sudah lahir apa belum. Mau kita tes DNA sesuai janjiku padamu. Entar aku kirim alamat lapas nya lewat notifikasi chat pesan. "


Kemudian Arjuna dan Adit mematikan sambungan telfonnya.


Aditpun setelah menerima notifikasi pesan dari Arjuna, segera pamitan pada ibunya. Dan menitipkan anaknya pada ibunya.


Adit bergegas mencari transportasi bus umum untuk menuju ke kota J saat itu juga. Didalam perjalanan, Adit bertanya tanya.


Kenapa kok Ela bisa masuk sel, apa yang sebenernya terjadi. Kejahatan apa yang telah Ela lakukan sehingga harus berakhir dipenjara.


Serta siapa yang telah menjadi motif Ela untuk melakukan kejahatan. Rasa penasaran Adit membuat adit ingin cepat cepat sampai di kota J. Dan di lapas dimana Ela di tahan.


Sementara Ela belum juga melahirkan padahal tinggal pembukaan satu lagi. Ela terus saja mengerang kesakitan. Bahkan sesekali menitikkan air mata.


Didalam hati Ela sangat nelangsa, karena harus melahirkan di lapas. Tanpa di dampingi oleh Arjuna.Hati Ela sangat sakit bagaikan tersayat sebuah pisau.


Tak berselang lama, Arjuna dan papah Erik telah sampai di lapas di mana Ela di tahan. Arjuna dan papah Erik mengikuti satu aparat polisi menuju ke klinik kesehatan yang ada di lapas.


"Dok, bisa saya minta tolong. Saya ingin sekali melahirkan di dampingi oleh suami saya "ucap Ela lirih menggenggam tangan sang dokter. "

__ADS_1


Sang dokter merasa iba, hingga menyuruh salah satu perawat untuk keluar memanggil Arjuna.


Karena kebetulan salah satu aparat kepolisian yang bertugas dan berjaga di tempat telah memberi informasi pada dokter.


Jika keluarga dari Ela telah datang. Sehingga dokter meminta salah satu perawat untuk memanggil Arjuna, selaku suami dari Ela. Untuk mendampingi persalinan.


Arjuna dengan tergopoh gopoh menggunakan kursi rodanya segera menuju ruang persalinan. Setelah mendapatkan informasi dari salah satu perawat untuk mendampingi Ela melewati proses persalinannya.


Ela tersenyum bahagia ketika melihat kedatangan Arjuna.


"Mas Arjun, akhirnya kamu datang juga kemari."ucap Ela sendu menggenggam salah satu tangan Arjuna. "


Arjuna hanya diam saja, sama sekali tak merespon apa yang Ela katakan.


Ternyata datangnya Arjuna membawa dampak yang baik buat Ela. Ternyata sang jabang bayi menunggu datangan ayahnya. Yah walaupun belum tentu Arjuna adalah ayah biologis dari bayi yang akan lahir ini.


"Bu, sudah waktunya. Ibu ikuti arahan saya ya.. Biar proses persalinan lancar "ucap dokter setelah mengecek apakah sudah waktunya Ela melakukan proses persalinannya. "


"Ayokk bu tarik nafass,, dorongg... tarik nafaass... dorongg... sedikit lagi bu.. ayokk bu.. sedikit lagi... ayokk bu... teruss.. dorongg. yang kuat. bu... iya... bu... "Begitah arahan dokter. "


"Oek.. oek... oek.. "


Akhirnya lahir juga bayinya.


Sang dokter menggendong bayinya.


"Wahhh bayinya laki laki, ganteng, sempurna. Saya bersihkan dulu ya bu pak "ucap sang dokter silih berganti menatap Ela dan Arjuna. "


Sementara dokter membersihkan sang bayi, sang para perawat membersihkan Ela. Dan segala peralatan yang telah di pakai untuk proses melahirkan.


Untuk sementara waktu Arjuna disarankan keluar dari ruangan terlebih dahulu. Saat Arjuna keluar dari ruangan. Papah Erik menghampiri Arjuna.


"Anaknya laki laki apa perempuan Jun? "tanya papah Erik penasaran. "


"Laki laki pah "jawab Arjuna singkat. "


"Sayangnya belum jelas itu anakmu atau bukan. Coba kalau itu anakmu, papah akan senang sekali Jun "ucap Erik murung. "


Anak siapakah itu...??Hanya author yang tahu.. 😊😊😊

__ADS_1


hay ka like... vote... favorit....


Yang udah kasih dukungan... thanks ya readerss ayanngg... 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2