Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Kegelisahan Novi


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama mereka untuk mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan pernikahan.


Dikala Novi tengah sibuk memilih design undangan yang cocok, Pras terus hanyut dalam lamunannya.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?," tanya Novi.


Pras tidak menjawab apapun sampai Novi mengguncang badannya hingga lamunan Pras buyar.


"Kamu kenapa sayang? apa yang kamu pikirkan?" tanya Novi lagi.


"Apa sebenarnya kamu tidak ada niatan serius padaku," tebak Novi.


"Kamu bicara apa sih len?" kata Pras keceplosan nama Alena.


"Oh...jadi dari tadi kamu memikirkan Alena, kamu masih berharap dia hidup dan aku disini hanya pelampiasanmu dan semua yang kamu katakan itu bohong," kata Novi marah kemudian ia pergi meninggalkan Pras.


"Nov, dengarkan aku dulu!" panggil Pras tapi Novi terus berjalan meninggalkan Pras.


Pras menarik tangan Novi.


"Apa Pras? kamu belum benar-benar mencintaiku, aku tidak masalah tapi jika kamu hanya menjadikanku pelampiasan, aku tidak bisa menerimanya," tangis Novi.


Pras memeluknya.

__ADS_1


"Siapa bilang aku tidak mencintaimu? lalu mengapa aku ingin menikahimu jika tidak ada sedikitpun cinta untukmu? siapa bilang kamu hanya pelampiasan?" tanya Pras.


Novi merasa tersentuh dengan ucapan Pras.


Ia terdiam sejenak dan menghela nafas panjang.


"Tapi jika tidak begitu lalu mengapa kamu memikirkan Alena disaat sedang bersamaku?" Novi balik bertanya.


"Ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan sekarang karena aku belum yakin akan hal itu," jawab Pras singkat.


"Kenapa tidak bisa kamu jelaskan sekarang? apa yang kamu sembunyikan, jika kamu tak mempercayaiku lalu untuk apa kita akan menikah?" tanya Novi dan meneteskan airmata.


Pras menarik tangan Novi dan memeluknya.


"Tenanglah sayang! jangan menangis, pernikahan ini akan tetap terlaksana secepatnya, kamu dan Alvaro adalah tanggung jawabku," kata Pras menghibur Novi.


Ada apa dengan Alena? kenapa harus Alena? apa Alena masih hidup? semua pertanyaan itu sekarang ada difikirannya.


Novi berusaha untuk tetap bisa tersenyum walau hatinya gelisah.


Ia ingin dinikahi Pras tapi ia juga tak ingin menyakiti hati seseorang.


Ini adalah awal kegelisahan Novi karena sebenarnya Alena masih hidup.

__ADS_1


Akankah mereka berdua bahkan bertiga bertemu?


Akankah cinta Alena berhasil direbut sahabatnya?


...****************...


"Mas apakah bisa mengerti perasaanku saat ini? kegundahan hati ini terulang lagi saat nama dia kembali kamu sebut, aku tidak meminta apapun selain kebahagiaan yang kamu janjikan, tapi setelah nama itu kamu sebut, aku jadi semakin takut jika pernikahan ini hanya jadi bencana dihidupku, akan menjadi luka untuk diriku dan Al karena aku tidak akan sanggup mas," gumam Novi dalam hati.


Kini semua tanya itu berkumpul dihatinya.


Semua pertanyaan itu kembali menghantui dirinya sehingga ia memilih untuk kembali memikirkan hal itu.


"Mas, bisa kita ngobrol berdua sebentar? tolong temui aku di teras sekarang," pinta Novi tanpa mendengar jawaban Pras.


Pras segera beranjak dari kursi yang ia duduki dan segera menemui Novi.


"Ada apa sayang? kamu nggak apa-apa kan?" tanya Pras.


"Aku tidak sedang baik-baik saja, aku capek dengan ini semua, semua ini bukan untuk aku, sekarang aku harus bangun dari mimpi ini," jawab Novi sedikit emosi.


"Kamu kenapa? ada apa, kenapa tiba-tiba kamu begini?" tanya Pras pada Novi.


"Entahlah mas! aku tidak bisa mempercayai ini semua, keadaan ini membuat aku capek, aku ingin memikirkan ulang pernikahan ini," jawab Novi dan berlari pergi meninggalkan Pras.

__ADS_1


Novi pergi membawa rasa kecewanya.


Ia menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2