
Tak terasa pernikahan Bayu dan Putri sudah menginjak bulan ke 6 pernikahan. Namun belum juga ada tanda tanda kehamilan.
Berbeda dengan Katty yang pernikahannya cuma selisih 1 bulan dengan Putri. Saat ini Katty telah hamil 4 bulan.
Putri mulai merasa gelisah, khawatir, tentang dirinya juga tentang pernikahannya.
Kekhawatiran Putri terbaca oleh Bayu.
"Sayang, kok matamu sembab?? Kamu habis menangis ya?? "tanya Bayu menyelidik menatap manik hitam Putri. "
"Ga kok mas, Putri ga habis nangis. Barusan kan habis motongin bawang, matanya jadi berair "elak Putri mencoba tersenyum. "
Namun Bayu tahu jika saat ini Putri sedang berbohong.
"Sayang, mamas tahu. Kamu bohong sama mamas. Iya kan?? "tanya Bayu kembali menyelidik. "
"Kita kan sudah jadi suami istri, kenapa kamu masih bersikap seperti dulu?? Apa apa kamu sembunyikan sendiri. Jika mamas ga cari tahu sendiri, pasti dulu juga ga akan pernah tahu segala permasalahanmu?? "ucap Bayu mencoba membujuk Putri agar mau berterus terang. "
Akhirnya Putri sudah tak bisa memendam nestapanya lagi. Putripun akhirnya membuka suara.
"Mas, Putri minta maaf. Pernikahan kita sudah 6 bulan lamanya. Namun Putri belum juga hamil. Segala cara sudah Putri coba dari masa akan menikah. Namun belum juga nampak hasilnya.Sedang Katty yang nikah selisih 1 bulan dengan kita, saat ini sudah hamil 4 bulan "ucap Putri tertunduk lesu. "
"Ooaalaahhh mamas kira masalah apa?? Ga usah khawatir sayang, saat ini janin anak kita lagi ngumpet, jadi belum terdeteksi.."Canda Bayu terkekeh sembari memeluk Putri. "
"Mas, Putri lagi serius di becandain?? "rajuk Putri manyun. "
"Sayang, mamas juga serius kok. Kan sudah di bilang,kamu ga boleh stres kan?? Jalani hari seperti air mengalir sayang.. Pasti kita bakal punya anak. Sudah jangan sedih ya? "hibur Bayu menciumi Putri. "
"Mending kita jalan jalan saja yuk, ke rumah ibu. Kita ajak main adik adik panti,mumpung ini hari minggu. Kan lagi pada libur sekolah "ajak Bayu meraih tangan Putri untuk bangkit dari pembaringan. "
Putri menuruti keinginan suaminya, dirinya segera bersiap siap. Berganti baju dan bersolek namun riasan Putri tidak terlalu tebal.
Setelah merasa siap barulah Putri dan Bayu berangkat menuju rumah Putri yang saat ini ditempati oleh ibu panti dan adik adik panti.
Terlebih dahulu mereka berdua berpamitan dengan mommy Maria dan daddy Samuel. Setelah itu mereka berdua masuk ke mobil Bayu.
Bayu juga telah memberi 2 asisten kusus untuk berada di rumah keluarga panti,serta 1 mobil untuk fasilitas . Sementara mobil Putri juga dipergunakan untuk fasilitas keluarga panti. Jadi ada 2 mobil yang diperuntukkan untuk fasilitas keluarga panti.
Tak berselang lama, sampailah Bayu dan Putri di panti. Anak anak panti yang sedang bermain di halaman berhamburan menghampiri Putri dan Bayu.
Sebelum mengajak adik adik panti pergi bermain. Putri dan Bayu menemui bu Resti. Ngobrol sejenak dengan bu Resti.
__ADS_1
Bahkan bu Resti juga diajak serta oleh Bayu dan Putri kesuatu tempat perbelanjaan terbesar di kota J.
Semua keluarga panti ikut semuanya, tidak ada 1 pun yang tertinggal. Dari yang besar hingga yang kecil.
Mereka berangkat dengan menggunakan 3 mobil menuju ke pusat perbelanjaan terbesar di kota J.
Tak berselang lama, sampailah mereka di Mall tersebut. Bayu memberi kebebasan untuk semua anak anak memilih sesuka hati makanan dan minuman yang anak anak mau.
Serta membeli pakaian maupun sepatu sendal.Serta peralatan sekolah, yang mereka butuhkan.
Adik panti yang masih kecil dibebaskan bermain di taman bermain di Mall tersebut.
Sedang Putri mengajak bu Resti dan Tini membeli semua kebutuhan dapur panti. Dari sembako, sampai sayur mayur serta buah buahan.
Putri juga memberikan kebebasan buat bu Resti membeli pakaian dan sendal.
Semua merasakan sangat bahagia. Putripun seketika melupakan rasa sedihnya. Hanya canda tawa riang yang saat ini Putri rasakan bersama suami dan keluarga besar panti.
Namun selagi asik menemani bu Resti memilih pakaian. Tiba tiba Putri pingsan. Membuat panik bu Resti.
Untung saat itu bu Resti sedang bersama Tini. Hingga bu Resti memerintah Tini, untuk segera mencari keberadaan Bayu.
Karena di Mall, Bayu dan Putri terpisah. Bayu asik bermain ditempat permainan bersama adik adik panti yang kecil.
Tini berlari menuju ke tempat bermain anak anak dan menghampiri Bayu. Dengan rasa panik, dan ngos ngosan, Tinipun berucap..
"Mas Bayu, buruan ikut Tini.Mba Putri mas, huft huft huft... "Tini berhenti sejenak karena cape untuk menetralisir nafasnya. "
Bayupun ikut panik, karena Tini tak segera memberitahu apa yang sebenernya terjadi dengan Putri.
"Mba mu kenapa Tin?? Dimana sekarang?"Bayu langsung mengguncang guncang tubuh Tini, untuk segera memberitahu dimana Putri saat ini. Karena Mall begitu luas. "
"Mba Putri tiba tiba pingsan mas, ayuk ikut aku sekarang mas "ajak Tini. "
Dengan berlari kecil, Bayu mengikuti lari kecilnya si Tini. Setelah sampe di tempat , Bayu segera menggendong Putri.
"Bu, Bayu permisi dulu ya. Nanti Ibu bisa pulang dengan para asisten saya. Semua belanja nanti Bayu yang bayar.Bayu mau bawa Putri ke dokter "ucap Bayu pamit pada bu Resti. "
Belum juga bu Resti menjawab Bayu sudah menyela. Berucap lagi, namun pada Tini.
"Tini,tolong kamu ambil dompet mamas ini dikantung celana belakang. Sebelah kanan "Perintah Bayu pada Tini. "
__ADS_1
Tini agak ragu dan ga enak hati,namun tetap mengambilnya.
"Ma-aaff ya mas "ucap Tini sambil tangan mengambil dompet di saku celana Bayu. "
"Ini mas "ucap Tini akan menyerahkan dompetnya. "
Namun malah Bayu memerintah untuk membuka dompetnya.
"Kamu buka, trus ambil 1 kartu warna hitam black card namanya. Kamu pergunakan kartu itu buat bayar semua belanjaan yang belum terbayar "Perintah Bayu. "
Tinipun mengambil 1 kartu yang di maksud oleh Bayu, Setelah itu Tini memberikan dompetnya lagi pada Bayu.
Bayu memegang dompet sembari menggendong Putri. Bayu segera melangkah keluar ke arah mobilnya.
Dan mengisyaratkan pada Beno untuk melajukan ke rumah sakit terdekat.
Karena tidak akan mungkin jika Bayu membawa Putri ke rumah sakit dimana dokter pribadinya praktek.
Bayu sangat khawatir dengan kondisi Putri. Hingga mencari rumah sakit yang terdekat. Agar Putri cepat bisa di periksa.
"Sayang, kamu kenapa si?? Pake acara pingsan segala. Mamas khawatir. Ayok bangun dong sayangg "gerutu Bayu sambil terus mengelus rambut Putri dan berkali kali mengecup kepala Putri. "
Selagi Bayu panik malah jalanan macet total. Hingga laju mobilpun terhambat karena kemacetan..
Bayu semakin tambah panik, semakin tambah mengkhawatirkan Putri.
😨😨😨😱😱😱😱😨😨😨😱😱😱😨😨😱
like.. like.. like..
vote.. vote.. vote..
favorite....
Biar author semangat up.. 😊😊😊😊😊
Thanks kaka readers semua yang sudah kasih dukungan like, vote, fav, &komentnya 💝💝💝
__ADS_1
Mohon maaf jika tidak bisa membalas 1 per 1 komentarny.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Salam sehat selalu buat semua.. 😘😘😘😘