
Sementara di ruang rawat Ega, Ega juga merasa kecewa karena mengetahui jika bayi yang telah dinantikan selama ini ternyata bukan anak Arjuna.
"Aku tak habis pikir, aku sempat senang ketika akan mendapat cucu. Tapi ternyata bayi itu bukan cucu kandungku "gerutu Ega dipembaringannya. "
Erik yang melihat Ega menggerutu hanya terdiam saja. Tak mengucapkan sepatah katapun.
Sementara Arjuna masih saja termenung di teras depan ruang rawat inap mamahnya.
"Nyesel banget aku mempertahankan Ela, dan terus terusan memojokkan Putri. Aku selalu menuduh Putri yang bukan bukan, tapi malah ternyata Ela yang bertindak diluar nalar "gerutu Arjuna. "
Dari jauh papah Erik melihat anaknya sedang melamun. Hingga papah Erik meninggalkan Ega dan keluar menghampiri Arjuna.
"Kamu kenapa lagi Jun? "tanya papah Erik menepuk pundak Arjuna, kemudian duduk diteras berhadapan dengan Arjuna. "
"Aku lagi nyesel pah, dulu aku selalu curiga pada Putri. Bahkan didepan klien Putri aku mempermalukan Putri. Berapa kali aku menuduh Putri ada main dengan banyak lelaki. Padahal Putri selalu ngomong, jika semua itu kliennya. Tapi aku tak percaya pah. Malah aku kecewa seperti ini pah. Ela yang tak pernah aku curigai malah berbuat seperti ini "ucap penyesalan Arjuna panjang lebar. "
"Penyesalan memang datangnya akhir, nasi sudah menjadi bubur. Untuk apa kamu terus menyesali kesalahanmu yang lalu. Lebih baik, kamu menata masa depanmu lagi. Dan jadikanlah semua kegagalanmu ini sebagai pelajaran "hibur papah Erik. "
"Iya pah, tapi mana ada wanita yang mau dengan lelaki yang lumpuh ini?? "jawab Arjuna tertunduk lesu. "
"Jun, apa kamu benar benar lupa?? Jika kelumpuhanmu ini hanya sementara ,dan bisa sembuh. Kamu jangan pesimis, jika kamu benar benar tobat. Pasti Tuhan kan memberimu jodoh yang terbaik "hibur papah Erik kembali. "
"Kamu harus optimis, dan harus benar benar berubah. Jangan cuma dimulut saja. Tapi buktikan pada papah dengan perilakumu "ucap papah Erik sambil tersenyum dan menepuk pundak anaknya. "
"Iya pah, Arjun janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Arjun akan buktikan sama papah, jika Arjun kelak punya istri lagi. Arjun akan setia pah "janji Arjuna pada papah Erik. "
2 jam Kemudian..
Juragan Sardi dan Adit telah sampai di kampung mereka.
Adit melangkah gontay ke rumahnya, disambut oleh ibunya.
"Bagaimana nak?? Apa benar bayi itu anaknya Juragan Sardi?? "tanya bu Santi penasaran. "
"Iya bu, "jawab Adit singkat. "
__ADS_1
"Ibu tahu kamu sangat kecewa sama Ela. Tapi ya jangan terlalu dipikirkan. Sudah ikhlaskan saja, ibu yakin kelak kamu pasti dapat jodoh lagi. Jodoh yang terbaik "hibur bu Santi. "
"Entahlah bu, tadi saja Ela ngomong ketus ke Adit bu. Katanya siapapun yang jadi istri Adit pasti akan melakukan hal yang sama seperti Ela."ucap Adit tertunduk murung. "
"Adit memang bukan suami yang baik, suami yang ga berguna. Suami yang tak bisa nyenengin istri "cela Adit pada diri sendiri sambil memukul mukul kepala sendiri. "
"Dit.. kamu ga boleh dengerin apa yang Ela ngomong. Kamu itu suami yang tanggung jawab juga setia. Elanya saja yang ga mau terima keadaan. Sudah nak, kamu ga boleh seperti ini. Inget sama Oky nak. Oky masih butuh kamu "hibur bu Santi mengusap usap bahu Adit. "
Sementara dengan sumringah, Juragan Sardi masuk ke rumahnya. Memanggil manggil istrinya.
"Tin, Entinnnn... kamu dimana sayang?? "
Yang punya nama memdengar namanya di panggil segera keluar.
"Iya bang.. ada apa sii.. kamu dari mana saja ga pulang?? Llohh itu bayi siapa bang?? "tanya Entin heran melihat suaminya bawa bayi.
"Duduklah, biar abang bisa cerita dengan leluasa "ucap Juragan Sardi. "
Juragan Sardi dan Entin duduk bersebelahan. Sementara si bayi asik tidur digendongan Juragan Sardi.
Belum selesai Juragan Sardi bicara, Entin sudah menyela.
"Terus apa hubungannya dengan bayi ini bang?? "tanya Entin penasaran. "
"Gini Tin, ada seorang wanita ga bisa bayar biaya rumah sakit. Lah anaknya mau ditinggal gitu saja di rumah sakit. Jadi sayang kan Tin, abang bayarin biaya rumah sakitnya. Terus anaknya buat abang "ucap Juragan Sardi dengan bohongnya. "
Sebelumnya Juragan Sardi juga telah memberi peringatan pada Adit dan sopir pribadinya agar tutup mulut. Simpan rapat rapat rahasia ini.
Walaupun Adit sudah memberi peringatan agar lebih baik jujur pada istri Juragan Sardi. Namun Juragan Sardi tak mau mendengarkan nasehat dari Adit.
Setelah mendengar penuturan dari suaminya, Entinpun percaya saja.
"Berarti bayi ini untuk kita bang.. Iihh lucunya.. tapi kok mukanya mirip abang ya?? "ucap Entin sekenanya. "
Juragan Sardi menelan salivanya mendengar ucapan Entin yang keluar begitu saja dari bibir Entin.
__ADS_1
"Iya mirip laki laki, karena bayi ini laki laki. Kalau perempuan ya kaya kamu. Kamu kan perempuan " jawab Juragan Sardi. "
"Hhee iya iya bang, udah di kasih nama belum bang? "tanya Entin penasaran. "
"Belum Tin, tapi abang udah siapin nama buatnya. Bagus Sadewa namanya, panggilannya Bagus. "
"Wahh kerenn, sebagus anaknya.. Ya udah Entin bawa Bagus masuk ya bang. Kasihan diluar.. "jawab Entin mengambil bayi yang ada di gendongan Juragan Sardi. "
Sementara Juragan Sardi berpamitan pada Entin, untuk membeli semua peralatan bayi dan susu buat Bagus Sadewa.
Juragan Sardi melangkah keluar rumah, menuju mobilnya. Memerintahkan sang sopir untuk melajukan mobil ke toko peralatan bayi dan susu.
Lain halnya dengan Putri dan Bayu. Yang lagi sibuk sibuknya mengurus persiapan pernikahan.
Untuk saat ini keduanya sedang di pingit. Tak boleh ketemu dan tak boleh kemana mana. Karena hari pernikahan telah dekat.
Semua anggota panti juga sudah berkumpul di rumah Putri. Hingga suasana rame,tidak seperti hari hari biasa.
"Bu, apa ga sebaiknya ibu dan adik adik tinggal disini saja selamanya. Kebetulan juga Putri sudah membeli rumah lagi. Rumah yang disamping rumah ini bu? ""tanya Putri. "
"Hhmm terus rumah ibu yang di kampung dan sekolah adik adikmu yang masih kecil bagaimana Put?? "tanya Bu Resti bingung. "
"Kalau masalah sekolah adik adik, biar Putri yang atur bu. Lagian si Tini ,Tiwi,Tono,Toni kan mau masuk kuliah dikota ini kan. Kalau rumah terserah ibu saja, mau dijual atau ga terserah. Putri ingin kita dekat bu.Mau ya bu? ""rengek Putri memelas. "
"Kita tanya adik adikmu dulu, kiranya mereka mau ga?? "Jawab bu Resti singkat. "
Ibu Resti mengumpulkan anak anak panti, dari yang besar, hingga yang kecil. Ibu Resti menanyakan satu persatu pada anak anak panti.
Kiranya bersedia tidak jika pindah di kota J, dekat rumah Putri. Semua sangat setuju dan sangat antusias jika pindah di kota J. Apa lagi dekat dengan rumah Putri. Kaka tertua mereka.
Hingga bu Resti telah memutuskan, setelah acara pernikahan Putri selesai. Bu Resti akan mengatur kepindahannya.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Jangan lupa like, vote, fav.. 😊😊😊
__ADS_1
Thanka buat yang sudah dukung.. 😘😘😘😘😘