
Pagi kaka semua, mohon maaf author ingin kasih informasi sebentar.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Karena ini novel bukan cerpen jadi alurnya memang panjang.. 😊😊😊😊
Author sengaja bikin seperti ini, karena sesuai tema "Berbagi Cinta " event lomba di NT.
Disini author juga ada sedikit pelajaran buat kita semua.
1.Sebenar apapun manusia tak luput dari kesalahan.
2.Harus bijak dalam berkata, karena ada pepatah bilang "Mulutmu Harimaumu " / "Ucapan adalah doa."
Pelajaran buat author juga.
Author minta maaf jika karyanya kurang ok, kurang greget. Karena bukan penulis asli, hanya seorang IRT yang menggunakan waktu luangnya untuk menulis.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Author lagi happy, karena karya author yang ini belum ada 1 bulan sudah banyak yang dukung.Berbeda dengan karya author yang lain.
Author sangat berterima kasih buat para readers semua yang telah mendukung karya STM baik dengan like, vote ,fav, maupun komentarnya.. 😊😊😊😊😊😘😘😘😘
Author hanya bisa mendoakan yang terbaik buat semua para readers yang telah dukung karya author ini. Tuhan Berkati.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mohon doanya, supaya karya author ini menjadi salah satu pemenang lomba menulis bertema "Berbagi Cinta "👏👏👏👏👏👏
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah kepergian mamah mertuanya, Putri menjalani aktifitasnya tidak tenang. Karena selalu kepikiran dengan kondisi papah mertua.
Putri mempunyai sifat yang tidak tegaan dengan orang. Tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri.
Sebenarnya Putri ingin menghilang dari kehidupan Arjuna, sedikit demi sedikit menjauh.
Ketidak jujurannya Putri terhadap papah mertuanya malah membuat permasalahan baru.
Dan pula kecerobohan Arjuna yang tidak bisa memilah milah, mana yang harus dikatakan dan mana yang harus dipendam.
Putri termenung sendiri. Hingga Putri berinisiatif menelfon Arjuna.Putri mendial nomor Arjuna.
Arjuna : "Hallo ini siapa ya?? "
Putri : "Ini Putri mas, maaf ganti nomor. Cuma ingin tahu papah dirawat di rumah sakit mana, dan di ruangan apa? "
Arjuna : "Pantes aku susah hubungi kamu, ternyata nomor ganti. Kok kamu tahu papah dirumah sakit?? "
Putri : " Iya mas, tadi pagi mamah kerestoran. Mengabarkan jika papah kecelakaan dan di rawat di rumah sakit. Tolong kasih tahu segera,dimana papah di rawat. Karena aku ingin jenguk. "
__ADS_1
Arjuna : "Baiklah, aku akan kirim nama rumah sakit dan ruangannya lewat chat pesan.
Putri : "Ya sudah ya mas, aku tutup telfonnya. Aku akan langsung berangkat. "
Putri menutup sambungan telfonnya. Tak berselang lama, Arjuna telah mengirim notifikasi pesan di rumah sakit mana papahnya saat ini dirawat.
Setelah Putri mengetahui dimana papah mertuanya di rawat, Putri segera bersiap siap ke rumah sakit tersebut.
Namun Putri tak lupa membawakan makan dan cemilan buat mamah mertuanya dan Arjuna. Setelah semua siap, Putri langsung berangkat.
Sementara di rumah sakit, Ega terus saja menangisi suaminya. Sedangkan Ela marah marah pada Arjuna.
"Mas, ngapain si kamu ijinin Putri kesini??!!! Semua yang terjadi pada papah kan karena ulah Putri??!!! "cebik Ela manyun."
"Sudah, kamu ga usah brisiklah!! Diam saja kenapa!! Ga usah protes!! "bentak Arjuna melirik sinis. "
"Mas, aku laper mas. Ini sudah jam makan siang. Tolong beliin makan dong, aku lagi bosen makanan on line. Beli di luar rumah sakit atau di kantin rumah sakit kan banyak makanan "rengek Ela sambil mengelus elus perutnya. "
Arjuna mengambil uang 50 ribu di dompetnya dan memberikannya pada Ela dengan sinisnya.
"Ini, kamu jalan sendiri sana. Beli sendiri. "
"Mas, aku kan lagi hamil .Masa suruh jalan kaki ya cape.Lagi pula kasih uang kok cuma 50 ribu??!! "cebik Ela merengut ."
"Ya sudah, kalau tidak mau ga usah makan sekalian "sindir Arjuna cuek."
"Terlalu banyak permintaan kamu La!! Ga da rasa bersyukurnya!! "sindir Ega kembali. "
Selagi mereka meributkan masalah makan siang. Putri sudah sampai di depan pintu.
Putri langsung masuk saja.
"Mas, kamu sama mamah pasti belum makan siang kan?? Ini aku bawakan makan siang, cemilan, juga minuman " ucap Putri sambil menyerahkan bungkusan pada Arjuna. "
Namun ketika Arjuna akan menerimanya, Ela buru buru menyerobotnya.
"Kamu bawakan cuma buat mamah sama mas Arjun??!! Buatku ga ada??!!Pilih kasih kamu Put!! Padahal aku yang lagi laper banget!! Ya sudah jatah mas Arjun yang aku makan ." ucap Ela sinis. "
"Maaf La, aku ga tahu kamu ada disini. Pikirku kamu tidur dirumah "sindir Putri. "
Kemudian Putri mendekati mamah mertuanya yang sedang duduk di samping brangkar, dimana Erik berbaring.
"Mah, sebaiknya mamah makan siang dulu."Dengan Putri mengulurkan tangan kanannya, ingin menyalami Ega. "
Namun Ega malah diam saja tak memberikan tangannya bahkan memalingkan muka.
__ADS_1
Akhirnya Putri beralih pada Arjuna, mendekatinya.
"Mas, boleh aku tahu awal mula kejadian ini?? "tanya Putri menyelidik. "
Arjuna menceritakan semua pada Putri dengan mata berkaca kaca. Setelah itu dirinya diam tertunduk.
"Mas, kenapa kamu menceritakan hal yang seharusnya tak perlu kamu ceritakan?? Padahal aku sudah bersusah payah menutupinya "ucap Putri. "
"Aku juga minta maaf, karena kebohonganku. Papah jadi celaka.Sekali lagi aku minta maaf mas" ucap Putri tertunduk lesu. "
Sementara Ela tengah asik makan siang dengan lahapnya.
Tiba tiba Ega memanggil Arjuna.
"Jun, lekas kamu kesini. Coba kamu lihat, jemari papahmu bergerak.. "
Arjuna lekas mendekat ke Ega, di ikuti oleh Putri.Mereka berdua berdiri disebelah brangkar berhadapan dengan Ega.
Untuk sesaat Putri dan Arjuna menatap lekat Erik. Arjuna tak lupa menggenggam jemari tangan Erik.
"Ayok pah, sadarlahh.. Arjun mohon.. "ucap Arjun terus menatap lekat Erik. "
Perlahan lahan, mata Erik terbuka. Menatap sendu Arjuna, dan perlahan menatap pada putri.
"Put, kamu disini?? "
Putripun menghampiri Erik lebih dekat lagi .
"Iya pah, Putri disini. Putri minta maaf, gara gara Putri. Papah jadi seperti ini "ucap Putri menatap lekat mata sendu Erik. "
"Papah ga menyalahkanmu Put, justru papah yang malu. Papah yang minta maaf, anak papah sungguh kejam sama kamu. Papah tahu posisi kamu saat ini "ucap Erik lemas. "
"Sudahlah pah, papah ga usah banyak bicara dulu. Jangan banyak pikiran, yang penting papah pulih dulu "saran Ega masih menggenggam tangan Erik. "
"Iya pah, mamah benar.Papah istirhat dulu ya. "ucap Putri. "
Setelah bercakap sebentar, Arjuna memanggil dokter dan perawat .Untuk memeriksa kondisi Erik lebih lanjut.
Dokter segera memeriksa kondisi Erik.
"Sungguh suatu keajaiban, tuan Erik telah melewati masa kritisnya lebih cepat dari perkiraan kami "ucap dokter. "
"Berarti kondisi papah sudah ga apa apa kan dok?? "tanya Arjuna penasaran. "
"Iya kondisi tuan Erik sudah tidak apa apa. Tapi tolong jangan dibuat tuan Erik banyak pikiran .Atau setidaknya hindarkan tuan Erik dari permasalahan yang berat. Karena benturan yang terjadi pada kepalanya, membuat tuan Erik mengalami gegar otak .Yang sewaktu waktu bisa kambuh, jika tuan Erik berpikir terlalu berat. Dan akan merasakan sakit pada kepala yang sangat hebat. Jadi saya anjurkan, jauhkan tuan Erik dari semua permasalahan yang bisa memicu sakit pada kepalanya. Karena jika terus terusan kambuh, akibatnya juga fatal. Intinya, buatlah agar tuan Erik terus merasa bahagia, jangan dibebani dengan berbagai masalah, yang membuatnya tertekan dan berujung pada sakitnya "penjelasan dokter dengan sangat terperinci. "
__ADS_1
"Baiklah dok "ucap dokter ."
"Kalau begitu, saya permisi. Karena masih saya masih harus menangani pasien yang lain "ucap dokter sembari tersenyum dan melangkah pergi dari ruang rawat Erik. "