Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
MENCINTAI ALENA


__ADS_3

Keesokan harinya, Pras bersiap untuk berangkat kerja dan Alena sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk Pras.


Pras memang lebih suka membawa bekal yang disiapkan oleh istrinya ketimbang makan siang diluar.


Karena selain alasan sibuk bekerja, Ia memang kurang suka dengan makan makanan dari luar.


Dengan alasan itulah Pras merasa jatuh cinta setiap hari pada istrinya.


Karena Alena selalu tau apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai.


Selain itu Alena juga berhati lembut dan selalu memikirkan kebahagiaan sahabatnya.


Memang setelah pengakuan Novi dulu, Hubungan mereka sedang tidak baik.


Sejak saat itu Alena terus menaruh rasa curiga pada Novi.


Sebagai istri Alena tidak mau sampai suaminya direbut wanita lain dan itu wajar saja menurut Pras.


Pras akan membuktikan pada Alena jika itu hanya rasa takutnya saja.


Yang sebenarnya adalah Pras akan selalu mencintai Alena.


Ia tidak mau istrinya terus mencurigainya dengan hal tidak terbukti adanya.


Pras terus menunjukkan perhatiannya pada Alena yang tengah mengandung anaknya.


Pras menelepon Alena untuk mengabarkan jika nanti dia pulang malam karena lembur.


" Assalamu'alaikum, Sayang! ", Salam Pras.


" Waalaikumsalam, Mas! Ada apa kamu telepon? ", Tanya Alena.

__ADS_1


" Aku hari ini nggak bisa pulang lebih awal seperti biasa karena ini sudah akhir bulan dan aku akan lembur jadi kemungkinan aku pulang larut malam, Aku minta kamu tidur duluan saja nanti! ", Jawab Pras dan ia meminta Alena tidak usah menunggunya.


" Iya, Mas! Kamu tidak perlu khawatir, Aku akan menjadi istri penurut! ", Jawab Alena sembari menggoda Pras.


" Yasudah, Mas lanjut kerja lagi ya! Agar pulang membawa sebongkah berlian untuk kesayangan mas! ", Pras menggoda balik Alena kemudian menutup percakapan telepon mereka.


Alena merasa sangat dicintai oleh Pras hingga rasa takutnya sedikit berkurang.


Ia makan malam tanpa ditemani suami tercintanya.


Selesai makan malam, Alena duduk sebentar depan TV lalu masuk kamar dan kemudian tidur.


...----------------...


Keesokan paginya saat Alena bangun, Ia terkejut melihat Pras tidur di sofa.


Dalam hati ia bergumam kenapa mas Pras tidur disini dan nggak masuk kamar? Terus jam berapa mas Pras pulang? .


" Halo.. Assalamu'alaikum Pras! ", Salam Kevin mengawali teleponnya.


" Waalaikumsalam Kevin! ", Jawab Pras.


" Ada apa nih kamu telepon aku pagi-pagi? ", Tanya Pras lagi.


" Kita bisa ketemu di cafe dekat kantor siang ini? ", Tanya Kevin tanpa menjawab pertanyaan Pras.


" Bisa! ", Jawab Pras singkat.


" Oke.. Nanti jam 9 aku tunggu disana! ", Kata Kevin dan menutup teleponnya.


Alena bertanya pada Pras ada hal apa Kevin meneleponnya.

__ADS_1


Dan Pras menjawab jika ia juga tidak tahu.


Pras menuju kamar mandi untuk segera bersiap-siap sarapan.


Alena menuju dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.


Setelah selesai mandi dan bersiap, Pras langsung duduk di meja makan.


Sembari menunggu Alena ia rupanya sudah menyiapkan kejutan untuk Alena.


" Sayang...! ", Teriak Pras.


Alena terkejut dan ia langsung bergegas menghampiri suaminya.


" Ada apa, Mas? ", Tanya Alena dengan wajah panik.


" Kamu kenapa yang? Kok wajah kamu panik banget? ", Tanya Pras dengan wajah menahan tawa.


" Kamu ih... Aku tanya malah nanya balik! ", Kata Alena ngambek.


Ia memalingkan wajah dari suaminya.


Dan betapa terkejutnya ia ketika Pras memasangkan kalung di lehernya.


" Ini apa, Mas? ", Tanya Alena memastikan lagi.


" Ini hadiah untuk istri tercintanya aku! ", Jawab Pras dengan lembut.


Alena langsung memeluk suaminya dan berkata...


" Terimakasih sayang, I love you! ", Bisik Alena ditelinga Pras.

__ADS_1


__ADS_2