
Bayu pulang dengan rasa senang, riang. Karena Ela telah di vonis seumur hidup penjara. Jadi sudah tidak ada lagi rasa gelisah memikirkan akan bahaya yang mengancam untuk istri dan anak anaknya.
Bayu memerintahkan pada Beno untuk menjalankan mobilnya menuju rumah.
Sementara Maman dan pak Joko juga telah bekerja di rumah Bayu sebagai tukang kebun dan bersih bersih taman.
"Hhmm pikiranku butuh kesegaran nech..aku mau ajak Putri due maut ahh "gumam Bayu di dalam hati sembari senyum senyum sendiri. "
Tingkah Bayu mendapat sorotan dari Beno, yang sesekali melirik dari kaca spion mobil.
"Bos, kita mampir ke dokter saja ya? "Beno khawatir bos "ucap Beno tiba tiba membuat lamunan mesum Bayu sirna. "
"Emang loe sakit apa, kok tumben minta ke dokter. Biasa kalau loe sakit itu cuma minum obat warung kan??Loe katanya takut sama jarum suntik??? "sindir Bayu terkekeh. "
"Bukan Beno yang sakit bos, tapi bos Bayu yang sakit. Beno takut bos jadi kebablasan .."jawab Beno manyun. "
"Maksud loe apa si?? Gwe baik baik saja Ben, kaga sakit apa apa!!Dasar kambing conge loe!! "cibir Bayu melirik sinis pada Beno. "
"Noh kan bos ga sadar, tadi itu bos senyam senyum sendiri. Makanya Beno khawatir, apa salahnya si bos kita ke dokter?? "bujuk Beno yang otaknya rada kurang 1 ons. "
"Sialan ,loe kira gwe gila.. gwe masih waras.. "cebik Bayu menarik telinga Beno. "
"Auww sakit tahu bos... kejam amat sama Beno. Kasihan apa gimana,Beno sebatang kara belum punya pendamping "jerit Beno kesakitan sembari meringis. "
"Ga usah curhat loe, mana ada cewe yang mau sama loe yang otaknya kurang se ons!! "ejek Bayu terkekeh. "
"Bos, ini mah aneh. Otak Beno mah ga bisa di timbang. Yang bisa ditimbang itu otak yang dijual dipasaran, noh otak sapi "bela Beno manyun. "
"Ngomong sama loe mah yang ada entar gwe jadi hipertensi "cibir Bayu sinis. "
"Lagi asik banget bayangin duet maut sama yayang Putri malah di ganggu oleh Beno yang otaknya kurang se ons.. "gerutu Bayu dalam hati geleng geleng kepala sembari memijit pelipisnya sendiri. "
Tak berselang lama, akhirnya sampai juga Bayu di rumah. Dirinya duduk di teras depan rumah sembari meregangkan otot otot punggung.
Sembari memejamkan mata menikmati semilirnya angin dari pepohonan disekitar rumahnya.
"Nak, kamu sudah pulang? "tanya mommy Maria mengusap surai hitam Bayu. "
"Eh mommy, baru saja mom. Lagi ngerasa lelah cape banget "jawab Bayu masih dengan menyenderkan punggunya di sofa. "
"Baby twins sama Putri dimana mom? "tanya Bayu menyelidik. "
"Lagi pada ngumpul sama grandpa di halaman belakang. Jadi ga tahu, kamu pulang "jawab mommy Maria tersenyum manis. "
__ADS_1
"Bayu mau mandi dulu mom,badan rasanya lengket banget "ucap Bayu sembari bangkit dari sofa melangkah masuk menuju kamarnya. "
Mommy Maria hanya tersenyum melihat Bayu. Mommy Maria melangkah ke halaman belakang untuk memberitahu pada Putri jika Bayu telah pulang dari persidangan kasus Ela.
"Nak, suamimu sudah pulang. Biar baby twins sama grandma dan grandpa. Kamu urusin dulu suamimu. Sepertinya sangat lelah "ucap mommy Maria pada Putri. "
Dengan segera Putri melangkah masuk menuju kamarnya untuk menemui suami tercintanya.
"Sayang, kamu dimana? "Putri memanggil. manggil Bayu masuk ke kamar dicarinya dari sudut ke sudut. Karena kamar begitu luas. "
Bunyi gemercik air shower terdengar oleh Putri. "Hmm siang siang kok mandi.. "gerutu Putri membalikkan badan akan keluar dari kamar. "
Namun tiba tiba Bayu memeluknya dari belakang "Mau kemana lagi istriku tercinta?? "
"Mau keluarlah sayang.. "jawab Putri singkat. "
"Apanya yang mau di keluarin sayang.. "goda Bayu tak melepaskan pelukannya. "
Bayu malah asik menciumi tengkuk leher Putri, sembari memainkan dua benda kenyal kesayanganya .
"Aarghh mmmaass... sssttt "Putri mulai terhanyut oleh permainan Bayu. "
"Kenapa sayanggg... "goda Bayu mengangkat tubuh Putri ke pembaringan. "
"Mas ini panas panas, siang siang loh. Entar malam saja ya "Putri mencoba bangkit dari pembaringan. "
Bayu melepaskan handuknya yang sebatas pinggang. Otong sudah sangat siap untuk mengobrak abrik gua milik Putri.
Putri tak bisa menolak lagi, karena Bayu menyerang Putri dengan ganasnya.
Bayu tak ingin berlama lama, karena khawatir di ganggu oleh baby twins dengan oek oek minta ASI.
Setelah merasa cukup pemanasannya, Bayu menuntun si otong untuk masuk ke gua milik Putri.
Setelah otong masuk, Bayu melepaskan pegangannya.
Otong sangat senang menari nari berjoget ria di dalam gua. Gua tersebut merespon ikut bergetar getar.
Membuat otong semakin lincah semakin cepat berjoget maju mundur kanan kiri.
Otong sangat lincah, berputar putar karena sangat riang. Namun karena terlalu banyak berputar, otong merasa pusing.
Akhirnya otong muntah muntah di dalam gua tersebut. Setelah muntah otongpun merasa lemas .
__ADS_1
Karena lelah dan cape, si otong tertidur dalam gua tersebut.
Siang siang di cuaca yang sangat panas malah ditambah panas karena Bayu dan Putri selesai melakukan penyatuan cinta mereka.
"Makasih ya sayang.. mmuuacchhh "Bayu mengecup bibir Putri ."
Putri langsung bangun dari pembaringan dan melangkah ke kamar mandi. Dengan terpaksa di siang hari yang panas, Putri membersihkan tubuhnya.
Bayu juga ikut masuk dalam kamar mandi untuk mengulang mandinya kembali.
Tak berselang lama, Bayu dan Putri telah segar dan wangi. Segera keduanya keluar dari kamar.
Keduanya melangkah ke halaman belakang untuk ikut bergabung bersama baby twins dan mommy serta daddy.
Namun setelah sampai di halaman belakang, mommy Maria menyuruh Putri untuk melayani Bayu makan.
Kebetulan baby twins telah tidur nyenyak di masing masing strollernya.
Putri melangkah masuk kembali diikuti oleh Bayu menuju ke ruang makan. Dengan penuh kasih sayang Putri mengambilkan makan siang untuk Bayu.
Sembari makan siang ditemani istri tercinta, sembari bercerita tentang Ela.
Dengan seksama Putri mendengarkan semua cerita Bayu.
"Dad, kalau Juragan Sardi di penjara. Bagaimana nasib anaknya yang bayi itu? "tanya Putri mengerutkan alis. "
"Entahlah mom, itu bukan urusan kita. Kamu ga usah terlalu memikirkanya "ucap Bayu sembari dengan lahapnya menyantap makan siangnya. "
"Hhmm iya juga si dad, tapi entah kenapa mommy memikirkan bayi malang tak berdosa itu "ucap Putri menghela nafas panjang. "
"Mommy ga menyangka dad, jika Ela bisa sejahat itu. Sampai menghabisi mamah Ega "ucap Putri mengerutkan alis serasa tak percaya dengan kelakuan Ela. "
Sementara Juragan Sardi sedang marah marah pada Koko. Karena pengakuan Koko yang membuat masa hukuman Juragan Sardi semakin berat.
Namun Koko juga tak tinggal diam, hingga akhirnya terjadi perkelahian sengit antara Juragan Sardi dan Koko di dalam sel.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Mohon mmaaf jika tidak sempat membalas komentar satu persatu.. 🙏🙏🙏🙏🙏
Kemungkinan tinggal beberapa episode.
Jika bersedia, kaka semua mampir ya ke karya author yang masih sepi..
__ADS_1
Tolong dukung like, koment, fav, serta like.. 😊😊😊😊