Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Perceraian


__ADS_3

Hari ini adalah sidang putusan perceraian Alena dan Pras.


Mereka sepakat untuk menyelesaikannya secara baik-baik.


Novi ikut hadir disidang terakhir itu, tampak perut Novi yang semakin membesar.


dua bulan lagi waktunya Novi melahirkan.


Setelah sidang putusan itu selesai dengan lancar, Dimas menjemput Alena dan mamanya.


Dimas bisa bernafas lega karena akhirnya hidup Alena bisa kembali tenang tanpa bayang-bayang Pras.


Walau dengan status baru yang disandangnya, Alena sekarang jauh merasa bahagia karena ia dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mendukungnya.


Alena sadar jika selama ini ia terjebak dalam toxic love atau kisah cinta yang toxic.


Hari-hari yang ia lewati sekarang penuh dengan senyuman, ia tak lagi bersedih karena urusan cinta.


Walau terkadang ia terkenang dengan kisah cintanya yang dulu, tapi ia sadar hidupnya terus berjalan, ia harus mulai mencari kebahagiaannya dan menata hidup barunya.


Sudah 4 bulan setelah bercerai, kini Alena dan Pras menjalani hidupnya masing-masing, tanpa saling menganggu satu sama lain.

__ADS_1


Pras bahagia dengan kehidupannya sekarang, setelah kehadiran putri kecilnya yang diberi nama Dania Almaira.


Walau cintanya masih belum sepenuhnya untuk Novi setidaknya ia sekarang lebih menghargai Novi sebagai istrinya.


Sekarang baginya Alena adalah bagian dari masalalunya yang memberi pelajaran berharga untuknya sehingga sekarang hidupnya lebih menghargai Novi.


Walau dimasa lalu kebahagiaannya dirusak Novi tapi sekarang Novi lah istrinya.


...****************...


Alena masih belum menerima Dimas meski Dimas telah menyatakan perasaannya berkali-kali.


Ia tak ingin kisah masalalunya terulang kembali.


Meski begitu Dimas tidak menyerah hanya karena ditolak, ia akan menunggu sampai Alena siap menjadi pendampingnya.


Bagi Dimas ini adalah proses yang harus ia jalani karena tidak mudah menjadi Alena, rumah tangga yang ia bangun harus kandas begitu saja oleh orang ketiga yang tidak lain adalah sahabatnya.


Kini Alena berusaha bangkit dari keterpurukannya.


Ia tidak mau gagal yang kedua kalinya, jadi ia hanya perlu waktu untuk kembali memiliki pasangan.

__ADS_1


Dimas dengan setianya terus menunggu dan menemani Alena.


Ia rela melewati proses pendewasaan diri ini bersama Alena.


Tidak mengapa jika Alena menolaknya sekarang asalkan ia tetap bisa bersama Alena.


Suatu hari Alena menghampiri Dimas yang tengah melamun di halaman belakang rumahnya.


"Dim, kamu kenapa? kok masih pagi sudah melamun saja?" tanya Alena mengejutkan Dimas yang melamun.


Alena dan mamanya sekarang tinggal bertetangga dengan Dimas, mereka sering mengunjungi Dimas karena ia tinggal sendiri.


"Tidak, aku tidak apa-apa kok, hanya saja melamun sudah menjadi aktivitas sehari-hariku," jawab Dimas bercanda.


"Aku bawain kamu makanan tuh! ada mama juga jadi ayok kita sarapan bareng," ajak Alena.


"Oke..ayok!" jawab Dimas berdiri.


Dimas masuk rumah menuju meja makan.


Ia mengira Alena mengikutinya rupanya tidak, sekarang Alena terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Dim, kenapa kamu begitu baik? kenapa kamu menghabiskan waktumu hanya untuk seseorang yang hanya membuatmu susah! maafkan aku Dim tapi aku belum bisa sepenuhnya melupakan kejadian itu, mas Pras itu cinta pertamaku, Sejak SMA hanya dia yang aku cinta, hanya dia yang menemani hariku dan hanya dia yang membuatku bahagia, begitu banyak kenangan yang masih membekas dan hari ini harusnya menjadi hari anniversary kami ke 8 tahun tapi malah hari ini aku dan dia sudah tidak bersama lagi tapi setelah sepenuhnya aku melupakan dia hanya ada kamu dihatiku," gumam Alena mengenang semuanya dan tersenyum.


__ADS_2