
Setelah sampai didepan ruang kerja asisten Putri. Merina mengetuk pintunya.
"Tok tok tok "
"Masuk saja "perintah Katty dari dalam. "
Kattyy fokus dengan semua berkas berkas restoran yang berserakan di meja.
Hingga belum sempat menatap siapa yang telah mengetuk pintu.
Apalagi Merina sangat pelan membuka pintunya, hingga tak bersuara. Merina telah berada tepat di hadapan Katty.
Namun Merina juga belum mengetahui jika itu. Katty. Karena sedari Merina masuk, Katty terus tertunduk dengan setumpuk berkas yamg ada di meja.
"Maaf bu ehh non.. saya orang yang direkomendasikan tuan Bayu yang akan bekerja jadi koki di restoran ini " ucap Merina gugup. "
"Panggil saya non saja, karena saya belum menikah. Silahkan ibu duduk dulu, karena saya lagi tanggung. Sebentar ya bu "jawab Katty masih dengan berkasnya, tertunduk belum sempat menoleh ke arah Merina dan Tama. "
Sejenak Merina mengajak Tama duduk di sofa dalam ruang kerja Katty.
Setelah Katty selesai dengan berkas berkasnya. Katty mendekati Merina yang sedang tertunduk memainkan jemari tangannya bersama Tama.
"Maaf bisa kita kenalan dulu, nama ibu siapa?? "tanya Katty menjatuhkan pantatnya di sofa depan Merina. "
Sejenak Merina mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk, begitu juga dengan Tama.
"Katty "...
"Ka... Meri... "
Keduanya saling menatap, bahkan keduanya sama sama matanya berkaca kaca.
Tama hanya terpaku diam saja melihat mama dan tantenya saling bengong.
Merina dan Katty sama sama bangkit dari duduknya. Karena mereka sama sama terkejut.
"Jadi.. kamu ini asisten pribadi nona Putri? "tanya Merina masih terasa gugup. "
Tiba tiba Katty menghambur ke pelukan Merina.
"Ka, sudah bertahun tahun Katty mencari kaka dan anak kaka. "
Merina pun membalas pelukan Katty dengan mengusap usap punggung Katty.
Merina menitikkan air mata tak bisa berkata kata. Kattypun merenggangkan pelukannya. Dan mengajak Merina duduk kembali.
__ADS_1
"Iya ka, Katty ini asisten pribadi bu Putri. Bagaimana kabar kaka sama anak kaka?? Ohh jadi si ganteng ini ponakan tante? "ucap Katty mencolek pipi Tama. "
Merina menautkan alis tanda bingung.
"Memang kapan kalian bertemu? "
"Waktu pernikahan bu Putri. Waktu itu anak kaka menumpahkan ice cream di gaunku. Kami sempat ngobrol, namun ketika Katty ingin bertanya siapa nama mama anak ini, malah om Erik buru buru membawa anak ini pulang. Katty juga sempat kerumah om Erik, untuk memastikan apakah mama anak ini ka Katty atau bukan. Karena anak ini mirip sekali dengan almarhum ka Imannuel "ucap Katty panjang lebar. "
"Nak, ini namanya tante Katty. Tantenya Tama, adik dari papa Tama "ucap Merina mengenalkan Katty pada Tama. "
"Hallo tante, nama aku Tama "ucap Tama mengulurkan tangannya pada Katty. "
Merina dan Katty saling bertukar cerita. Katty bercerita jika kedua orang tuanya sudah sadar. Dan ingin meminta maaf pada Merina. Bahkan kedua orang tua Katty yang telah menyuruh Katty untuk mencari keberadaan Merina dan anaknya.
Sedang Merina bercerita kehidupannya sejak papa Tama meninggal dunia.
Cerita Merina membuat air mata Katty tertumpah kembali.
"Ka, maafin mami sama papi ya ka. Gara gara mereka, hidup kaka dan anak kaka jadi sengsara "ucap Katty sembari menggenggam jemari Merina. "
Merina berkaca kaca, menghela nafas panjang.
"Ga perlu minta maaf, ini sudah jalan hidupku. Jadi tidak ada yang salah "ucap Merina menatap lekat wajah Katty. "
"Ka, sebaiknya kaka ga usah tinggal di kontrakan yang tuan Bayu sudah siapkan. Kaka dan Tama tinggal saja bersamaku bersama mami dan papi. Kita bisa berangkat bareng ke restorannya "saran Katty. "
"Kaka ga usah khawatir, karena mami sama papi sudah berubah. Sudah tidak seperti dulu lagi. Mami sama papi ingin sekali bertemu kaka sama Tama "ucap Katty memberi penjelasan. "
Katty juga menceritakan jika kehidupan keluarganya sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan saat ini Kattylah yang menjadi tulang punggung orang tuanya.
Katty mencoba merayu Merina agar bersedia tinggal bersamanya dan kedua orang tuanya. Katty juga memberi alasan yang sangat tepat.
Yakni jika Merina tinggal bersamanya, kerja Merina akan lebih tenang. Kedua orang tuanya bisa menjaga Tama selama Merina bekeja.
Hingga Merina luluh dan bersedia tinggal bersama kedua mertua dan adik iparnya. Merina juga tak ingin egois.
Bagaimanapun,Tama juga harus mengenal kakek dan neneknya.
Setelah panjang lebar mengobrol, Katty berusaha menelfon Bayu kembali. Namun ponsel Bayu belum aktif.
Katyy beralih menelfon Putri. Panggilan telfon tersambung.
Katty tanpa sungkan menceritakan semuanya pada Putri. Jika Merina ini adalah kaka iparnya yang sudah bertahun tahun Katty cari.
Putripun memberi ijin jika Merina tak jadi tinggal di kontrakan yang telah disediakan oleh suaminya.
__ADS_1
Putri mengijinkan jika Merina akan tinggal bersama Katty.
Untuk sementara waktu, Merina menaruh kopernya di ruang kerja Katty.
Merina akan kerumah Katty setelah restoran tutup. Katty mengajak Merina ke dapur. Memberi penjelasan apa saja yang harus Merina kerjakan sebagai koki.
Karena direstoran Putri, sebagai koki tidak hanya asal memasak. Tapi harus bisa menjaga kebersihan sayur mayur serta alat alat untuk memasaknya.
Sementara Tama duduk diam di ruang kerja Katty dengan asik menonton televisi serial kartun anak.
Waktu begitu cepat, tak terasa sudah sore. Kattypun menutup restorannya. Dan mengajak Merina dan Tama turut serta ke rumah.
Katty akan melaporkan hasil penjualan restoran jika telah tiba di rumah. Dengan mengendarai mobil operasional dari Putri.
Katty mengajak serta Merina dan Tama.
Tak berselang lama, sampailah mereka dirumah orang tua Katty. Rumah sederhana tak seperti rumah yang dulu pernah Merina datangi waktu hamil Tama.
Kedua orang tua Katty terhenyak kaget melihat Merina. Kedua menangis dan berebutan memeluk Merina.
Kedua orang tua Katty mengajak duduk Merina.Sedang Tama diajak ke kamar yang akan ditempati oleh Tama dan Merina oleh Katty.
Karena Katty tak ingin Tama mendengar semua pembicaraan antara Merina dan orang tuanya.
"Mer, papi minta maaf atas kesalahan papi dulu "ucap Willdan berkaca kaca di hadapan Katty. "
"Mami juga minta maaf ya nak, mami juga egois "ucap Hanna menatap sendu Merina. "
"Pi, mi. Kalian tak perlu minta maaf. Karena kalian tidak bersalah. Ini sudah garis hidup Merina "jawab Merjna tersenyum. "
Kedua mertuanya merasa lega, karena sang menantu telah dengan lapang dada memaafkan kesalahan mereka di masa lalu.
Kedua mertua Merina sangat bahagia bisa bertemu dengannya dan cucunya.
Bahkan kedua mertuanya dengan senang hati akan menjaga Tama. Jika Merina sedang bekerja.
Merina sangat bahagia, karena sekarang hidupnya tidak sendiri lagi. Karena sudah memiliki keluarga. Biarpun itu keluarga dari almarhum suaminya.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Bagi votenya kaka, kan ini hari seninn....
😊😊😊😊😊
Maaf ka, jika up terputus putus. Sambil jagain anak.. 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Maaf juga, jika karya kurang sempurna, tahap pembelajaran. Bukan asli penulis, tapi cuma seorang IRT🙏🙏🙏🙏🙏