Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Pertengkaran hebat


__ADS_3

"Mas, sejak awal kamu tahu kalau Novi itu sahabatku, kenapa harus dia yang kau jadikan istri? kamu tahu hal yang paling menyakitkan bagiku? dari sekian banyak wanita kenapa harus sahabatku menjadi maduku? kenapa harus dua wanita ini kau jadikan satu rumah, satu atap bahkan suami yang sama? ingin aku mundur tapi ternyata berat bagiku mas," tangis Alena tak dapat terbendung lagi.


Karena sudah tak tahan lagi Alena kembali ke kamarnya sambil menangis.


Dimas yang sejak tadi menahan diri agar tidak mengeluarkan perasaannya pada Alena akhirnya mengaku didepan Pras.


"Pras, kita sama-sama pria yang bodoh! cuma bedanya kamu menelantarkan wanita yang sangat mencintaimu dan aku tidak berani mengungkapkan perasaanku pada wanita yang aku suka! satu hal yang harus kamu tahu jika kamu tidak bisa membahagiakan Alena, aku siap merebutnya dan menggantikan posisimu," kata Dimas dengan percaya diri.


"Silahkan!!" Sahut Novi dari kejauhan.


"Silahkan kamu rebut Alena, aku sebagai sahabatnya tidak tega melihat dia terus terluka!" tambah Novi lagi.


Pras menatap tajam Novi.


"Apa maksudmu?" tanya Pras singkat.


"Maksudku adalah lebih baik kamu serahkan Alena pada Dimas dan kita bisa hidup bahagia dengan anak-anak kita," jawab Novi tersenyum.


"Sudah aku duga maksud istrimu, dia playing victim seolah-olah ikhlas menerima tapi kenyataannya ia ingin menyingkirkan Alena," ujar Dimas.

__ADS_1


"Kok kamu tahu? tahu darimana? apa aku pernah menceritakannya?" tanya Novi tersenyum bahagia.


Dimas hanya mengangguk dan tepuk tangan.


"Nov, kamu sangat licik! apa salah Alena sebagai sahabatmu? bahkan kasih sayang istriku tulus, ia menganggapmu keluarganya tapi kenapa kamu begini?" tanya Pras tak menyangka.


"Istrimu, mas? lalu aku apa? aku capek jadi nomor dua, aku ingin jadi nomor satu dan satu-satunya, aku tidak sebodoh dia yang rela berbagi dengan sahabatnya, aku sudah menunggu lama agar dia mundur dengan sendirinya," jawab Novi dengan tegas.


Pelan-pelan Dimas mundur menyusul Alena.


Ia khawatir dengan Alena.


...****************...


Alena turun untuk menemui mereka dengan membawa surat.


Ternyata Alena sudah mempersiapkan surat ini sejak lama.


Ia merasa tertekan, batinnya tak lagi kuat dengan semua keadaan ini.

__ADS_1


Ia melempar surat itu didepan muka Novi.


"Ini kan yang kamu mau? kurang baik apa aku Nov sampai kamu sejahat ini?" tanya Alena emosi dan marah.


"Maaf len karena kebaikanmu membuatku iri, semua yang kamu mau bisa kamu dapat kebahagiaan, ketenangan dan suami yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang, tak bisakah kau memberiku satu kebahagiaanmu?" jawab Novi dengan percaya diri.


"Mas Pras tidak bisa menceraikanku karena aku tengah hamil anaknya tapi jika dia mempertahankanmu sebagai maduku, aku mundur dan akan kubawa anak kami bersamaku tidak akan kubiarkan dia melihat atau menyentuh anakku," ancam Novi.


Tampak Pras yang sangat marah dengan Novi.


Tatapan tajam penuh amarahnya untuk Novi terlihat jelas, tapi dia tidak berdaya untuk memilih karena Novi tidak memberikannya pilihan.


"Mas, lepaskan aku dari keadaan ini! aku sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakit ini," pinta Alena pada Pras.


Pras terdiam sejenak.


"Tapi aku masih membutuhkanmu disampingku," ucap Pras memelas.


"Tolong, mas! hanya kamu yang bisa menolongku," pinta Alena memohon.

__ADS_1


Apakah Pras akan melepaskan Alena atau malah bersikeras hidup dengan dua istri?.


__ADS_2