Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Misi 2


__ADS_3

Setelah Adit dan Bayu bercakap cakap cukup lama di mobil, hanya untuk mengatur strategi menangkap Ela.


Segera Adit melajukan mobil menuju rumah Bayu. Untuk mengantarkan Bayu terlebih dulu.


Tak berselang lama, Bayu telah sampai di rumah. Adit langsung melajukan mobilnya menuju rumah sendiri.


Untuk berpamitan dengan ibu Santi dan Merina.


Hanya butuh waktu beberapa menit, Adit telah sampai di rumah.Ibu dan Merina yang sedang asik bercengkerama di teras rumah merasa kaget akan kepulang Adit.


"Nak, ini kan masih siang. Kok kamu sudah pulang? "tanya bu Santi menyelidik. "


Belum juga Adit menjawab, istrinya si Merina menyela dengan pertanyaan juga.


"Iya mas, kok pulang cepet. Apa kamu lagi ga enak badan? "sela Merina sembari menempelkan punggung telapak tangannya ke kening Adit. "


"Anak anak dimana sayang? "Adit balik bertanya pada Merina. "


"Tama sama Oky baru saja tidur "jawab Merina singkat. "


"Wah kebetulan sekali .Ibu, Merina.. aku ingin ngobrol penting dengan kalian berdua "ucap Adit dengan sangat serius menatap Merina kemudian beralih menatap ke ibu Santi. "


Bu Santi dan Merina saling berpandangan, seakan heran dan bingung pada ucapan Adit barusan.


"Kelihatannya kok serius amat mas? "tanya Merina menyelidik. "


Aditpun mulai menceritakan semuanya. Dari awal pergi ke lapas. Hingga rencananya akan ke kampung untuk menyelidiki Juragan Sardi.


"Jadi, Ela kabur dari penjara karena bantuan Juragan Sardi?? Bahkan Ela juga telah membunuh mantan mamah mertuanya sendiri?? Sadis amat Dit.. IIHHH NGERI AMAT... "ucap bu Santi ketakutan. "


"Kalau yang membunuh mamahnya Arjun si belum jelas itu adalah Ela yang melakukannya bu. Itu baru perkiraan para polisi saja. Karena tidak ditemukan sidik jari Ela ditempat kejadian maupun pada jenazah mamahnya Arjun"ucap Adit panjang lebar. "


"Tapi siapa lagi Dit, kalau bukan Ela yang menghabisi mamahnya Arjun. Kalau feeling ibu si Ela loh Dit"ucap bu Santi dengan sangat yakin. "


"Jadi kamu mau berangkat sekarang juga ke kampung ,mas? "tanya Merina menyela pembicaraan Adit dan bu Santi. "

__ADS_1


"Iya sayang, aku akan ke kampung sekarang juga. Biar segera terselesaikan masalah ini"jawab Adit tersenyum manis pada Merina. "


"Kamu yang hati hati ya mas, jaga dirimu baik baik. Karena ini menyangkut kejahatan, suatu tindak kriminal. Pastinya kan si Juragan Sardi dan Ela ,adalah orang yang sangat keji dan kejam "nasehat Merina pada Adit. "


"Iya nak, kamu yang hati hati ya?? "ucap bu Santi menimpali. "


Setelah meminta ijin dan berpamitan pada bu Santi dan Merina. Adit segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh Bayu.


Tak lupa Adit membawa pakaian yang diperlukan untuk ganti dirinya. Lekaslah Adit melajukan mobil menuju arah kampungnya sendiri.


Perjalanan ke kampung cukup jauh, dengan mobil pribadi setidaknya menempuh perjalanan 2 jam lebih..


Dengan kecepatan sedang, Adit melajukan mobilnya.


2 jam 10 menit..akhirnya sampai juga Adit di kampungnya.


Kebetulan rumah ibu Adit belum di jual. Hingga bisa buat persinggahan oleh Adit.


"Wah Dit, sudah sukses kamu di kota ya? "ucap salah satu tetangga dekat rumah Adit ketika melihat Adit keluar dari mobilnya. "


"Biasa bagaimana Dit?? Itu sudah punya mobil? "ucap Ce Ida sembari tersenyum melirik mobil yang di pakai Adit. "


"Ini mobil dinas ce, bukan mobilnya Adit. Adit kan di kota kerja jadi sopir pribadi orang kaya "ucap Adit sekenanya. "


"Ohh gitu ya?? Tapi kan denger denger kamu kan sudah punya rumah sendiri di kota. Makanya ibu dan anakmu di boyong kan? "tanya ce Ida kepoin Adit. "


"Kalau rumah iya ce, memang rumah sendiri"ucap Adit tersenyum ramah. "


"Lah, sudah enak di kota ngapain kamu balik sini Dit? "tanya ce Ida penasaran. "


"Kebetulan Adit kemari karena di perintah ibu. Ada barang penting yang tertinggal di dalam rumah, suruh di ambilin ce "jawab Adit menahan geram, karena ce Ida nyerocos bertanya terus seperti wartawan "


"Ooohh gitu tohh.. Ngomong ngmong soal rumah. Cece jadi ingat Dit. "ucap ce Ida nyeplos. "


"Beberapa bulan lalu, Juragan Sardi pernah kemari. Ingin bertemu dengan ibumu, dikira ibumu masih tinggal disini. Juragan Sardi menginginkan rumahmu ini. Berniat ingin membelinya dengan harga besar "ucap Ce Ida.

__ADS_1


"Kebetulan kan waktu itu cece lagi jemurin baju di halaman rumah, jadi sempat melihat kedatangan Juragan Sardi. Bahkan Juragan Sardi mendekati cece menanyakan tentang ibumu "ucap ce Ida panjang lebar. "


Belum sempat Adit merespon ucapan ucapan dari ce Ida. Ce Ida masih saja berucap.


"Oh iya, kamu pasti belum tahu juga ya? Kalau istri juragan Sardi kan sudah meninggal beberapa bulan lalu. Denger denger kena serangan jantung mendadak. Ketika tahu kalau anak yang selama ini dirawatnya adalah hasil selingkuhan Juragan Sardi sama... mmmaafff mantan istrimu si Ela "ucap Ce Ida panjang lebar. "


"Loh, emang istri Juragan Sardi tahu darimana??Kalau anak yang dirawatnya itu anak kandung Juragan Sardi dari hasil selingkuhan Juragan Sardi dengan mantan istri saya? "tanya Adit menyelidik. "


Loh, apa kamu ga denger rumor istrimu sendiri? "ce Ida malah balik bertanya. "


Adit bingung mau jawab apa, karena ce Ida ini terkenal dengan si tukang gosip.


"Iya Adit tahu kok. Tapi Adit sengaja diam, dan pergi dari kampung ini"ucap Adit. "


"Kamu yang sabar ya Dit.Ya namanya bangkai Dit, ditutupi seperti apapun dengan jalan apapun. Akan tercium juga bau busuknya "ucap ce Ida. "


"Semua terbongkar oleh sopir pribadi Juragan Sardi sendiri. Karena merasa sakit hati, meminjam uang untuk biaya rumah sakit anaknya tapi tak diberi. Padahal sopir tersebut tidak meminta tapi meminjam.Padahal dia kan rentenir banyak uang, tapi ga tahu kenapa, sopir pribadinya pinjam ga diberi.Gara gara Juragan Sardi tak meminjami uang pada sopir tersebut, anaknya kan meninggal Dit.Karena tidak langsung dibawa rumah sakit, karena terbentur biaya. Kasihan sekali "ucap ce Ida panjang lebar. "


"Terus si sopir itu dendam ya ce. Buka rahasia persekingkuhan Juragan Sardi dengan mantan istri saya pada istri Juragan Sardi? ""tanya Adit menyelidik. "


"Iya Dit, benar sekali .Cece juga ga nyangka sama mantan istrimu, sampai masuk penjara juga kan? "ucap ce Ida kembali. "


"Aduhhh kalau sudah ngobrol sama ce Ida bisa lama nech.. Panjangg ga putus putus. Kalau di ladenin terus bisa sampe entar malam baru mundur ni ce Ida "Gerutu Adit dalam hati. "


"Tapi ada gunanya juga, karena aku tak perlu cape cape mencari tahu sendiri tentang Juragan Sardi. Hmm mulai ada petunjuk ini.. Aku harus mencari sopir itu.. Ya, kunci utama ada di sopir itu "gerutu Adit dalam hati. "


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Mohon maaf ka, jika karya masih banyak kekurangan.. 🙏🙏🙏🙏🙏


Mampir karya author "Gadis Tangguh "


Butuh like, fav, koment..


Karena masih sepi

__ADS_1



__ADS_2