
Setelah melihat vidio moment baby shower di ponsel Arjuna. Papah Erik segera mengembalikan ponsel tersebut pada Arjuna.
"Kenapa Jun?? Kamu iri dengan laki laki yang sekarang telah menjadi suami Putri?? Atau kamu iri sebentar lagi Putri akan punya 2 anak sekaligus?? Sedangkan kamu sama sekali tak punya harapan untuk bisa memiliki keturunan?? "sindir papah Erik ketus. "
"Cukup pah!! Kenapa papah malah seolah olah mencibir nasibku yang seperti ini??!! Apa papah senang, Arjun menderita seperti ini??! "hardik Arjuna emosi. "
"Kok kamu ngomong seperti itu??!! Semua yang kamu rasakan saat ini kan hasil dari perbuatanmu sendiri!! Jika papah ga sayang kamu, ga akan berkali kali dulu papah nasehatin kamu tahu!!! Dasar anak tak tahu diri!! Mulai sekarang, kamu urus mamahmu sendiri!!" bentak papah Erik berlalu pergi dari rumah sakit tersebut. "
Papah Erik ngambek dan memutuskan untuk pulang kerumah, daripada di rumah sakit.
Seperginya papah Erik, Arjuna tak henti hentinya memutar ulang melihat vidio moment baby shower Putri.
Hingga tiba tiba emosi sendiri, ponsel tersebut hampir saja di banting oleh Arjuna. Arjuna duduk di teras dengan kedua kaki diangkat.
Arjuna duduk tertelungkup di teras, sembari menangis meratapi nasib. Karena dirinya sangat putus asa.
Setelah mengetahui dirinya tidak bakalan bisa memiliki keturunan. Arjuna berpikir, dirinya sekarang bagaikan mayat hidup.
Tidak akan ada satu wanitapun yang akan mau bersanding dengan lelaki yang mandul.
"Aku harus bagaimana??!! Aku sudah tak bersemangat jalani hidupku lagi!! Sudah tak ada harapan buatku untuk bisa memperoleh kebahagiaan kembali "gerutu Arjuna sembari terus terusan memukul mukul kepalanya sendiri sembari telungkup. "
Sejenak Arjuna bangkit dari duduknya, dirinya melangkah ke ruang rawat mamahnya. Setelah mengetahui mamahnya sedang tertidur, Arjuna berinisiatif untuk berjalan jalan sebentar.
Menyusuri koridor demi koridor rumah sakit tersebut. Dirinya hanya ingin menghilangkan rasa kepenatan.
Selagi berjalan di koridor bagian ruang periksa kehamilan. Tiba tiba Arjuna berpasasan dengan teman masa kuliahnya.
Dengan menggendong seorang anak laki laki umur 1 tahun, dan menuntun seorang wanita sedang hamil 7 bulan.
"Hey Jun, lama banget ya kita ga ketemu? "Sapa Gio sumringah. "
"Eh kamu Gio yang suka usil itu kan ya? "jawab Arjuna terkekeh. "
"Masih ingat saja loe Jun, kebiasaanku dulu yang suka jahilin teman kampus "ucap Gio terkekeh. "
__ADS_1
"Oh ya Jun, kenalin ini istriku namanya Mia,dan ini jagoan kecilku namanya Revano, biasa dipanggil Vano. "
Setelah Arjuna berkenalan dengan istri dan anak Gio. Arjuna mengajak Gio serta anak dan istrinya ke taman samping rumah sakit.
Karena Arjuna ingin sekali ngobrol dengan teman masa kuliahnya itu.
"Jun, loe ngapain di rumah sakit ini?? "tanya Gio menyelidik. "
"Gwe sedang menjaga mamah gwe, kan mamah gwe kena struk dan serangan jantung.Lah ,loe sendiri ngapain disini? "tanya Arjuna balik. "
"Lah koe emang ga lihat, perut istri gwe. Habis cek kandungan Mia "jawab Gio singkat. "
Kemudian mereka saling bertukar cerita hidup mereka masing masing. Bahkan Arjuna tak sungkan cerita tentang kesalahan masa lalunya.
Karena Gio adalah teman kuliah yang dulu sering diajak curhat oleh Arjuna. Gio seorang teman yang mampu memberi solusi pada setiap masalahnya dulu semasa kuliah bersama.
Gio bercerita tentang hidupnya yang tak seberuntung Arjuna. Karena memang Gio lahir dari keluarga sederhana.
Gio bisa kuliah juga hasil kerja kerasnya sendiri. Dengan bekerja sambil kuliah. Walaupun kerja serabutan dilakukan Gio demi impiannya untuk bisa kuliah.
Saat ini Gio sedang bingung, karena dirinya telah terkena PHK. Padahal 2 bulan lagi istrinya akan melahirkan.
Sedang Gio tak punya simpanan tabungan sama sekali. Gio sudah berusaha melamar pekerjaan ke berbagai kantor. Namun selalu mendapat penolakan.
Setelah mendengar semua keluh kesah Gio, Arjuna merasa iba. Hingga Arjuna menawarkan pekerjaan di kantornya.
Karena kebetulan kantor Arjuna sedang butuh karyawam untuk ditempatkan di bagian marketing.
"Eh loe mau ga kerja di kantor gwe. Kebetulan nech gwe lagi butuh karyawan di bagian marketing "ucap Arjuna menawarkan kerjaan pada Gio. "
"Loe serius Jun, ga bohong kan?? "tanya Gio penasaran. "
"Serius bangetlah, ngapain juga gwe bohongin temen sebaik loe. Yaaa... walaupun suka tengil, suka usil "jawab Arjuna terkekeh. "
"Wahhh thanks ya Jun, kamu bagaikan dewa penyelamat buat hidup gwe "ucap Gio sembari menengadahkan kedua tangannya ke atas matanya merem melek mulut komat kamit seperti orang sedang berdoa, kemudian mengusapkan kedua tangannya ke wajah sendiri. "
__ADS_1
"Ya ile, lebay banget loe, sampe ngatain gwe dewa penyelamat segala. Btw, loe sama bini loe sudah makan siang belom??"tanya Arjuna menyelidik. "
"Harusnya gwe yang traktir loe, karena gwe dapat kerjaan. Ehh malah loe yang traktir "canda Gio terkekeh. "
"Dasar kampret loe, kerjaan juga dapat dari gwe. Ini kartu nama gwe.Ini ada uang sedikit buat loe. Kalau ga, entar gwe ke rumah loe dech.. Masih yang dulu kan rumahnya? "tanya Arjuna sembari memberikan kartu nama dan uang 5 lembar ratusan ribu pada Gio. "
"Iya Jun, masih yang dulu. Belum pindah kok, ini uangnya ga kebanyakan Jun? "Ucap Gio. "
"Ga lah, sisanya bisa buat ongkos pulang loe. Maaf ya, gwe ga bisa lama lama. Mamah ga da yang jaga. Gwe tinggal ya, loe telfon gwe saja.Entar kita lanjut ngobrol di rumah loe ya?? "jawab Arjuna sembari bangkit dari duduknya, kemudian berlalu meninggalkan Gio."
Sementara anak dan istrinya sedang asik bermain main di taman tersebut.
Seperginya Arjuna, Gio mengajak anak dan istrinya ke kantin untuk makan siang bersama.
Sembari menggending Vano, sepanjang perjalanan menuju kantin. Gio bercerita panjang lebar pada istrinya tentang pekerjaan yang ditawarkan oleh Arjuna.
Gio tak bercerita tentang masa lalu Arjuna pada Mia istrinya. Menurut Gio itu tidaklah penting.
Mia ikut merasa senang, mendengar Gio sudah mendapat pekerjaan. Hingga mereka tidak akan bingung kelak jika Mia melahirkan.
Setelah bertemu dengan Gio, suasana hati Arjuna sudah sedikit tenang. Gio pintar sekali membuat hati seseorang yang tadinya berputus asa dan kecewa,berubah menjadi riang kembali.
Arjuna melangkahkan kaki menuju ke ruang dimana mamah Ega di rawat. Sejenak Arjuna teringat akan papahnya.
"Ya ampun, harusnya tadi aku tak bersifat kasar pada papah. Kasihan papah, pasti sedih sekali. Maafkan aku ya pah, aku lepas kontrol "gerutu Arjuna. "
Arjuna akan meminta maaf pada papah Erik, jika nanti Arjuna pulang dari rumah sakit. Karena bagi Arjuna, hanya papah Erik yang berhati baik,berbeda dengan mamahnya.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Hy ka, sambil nunggu author up..
Mampir yukk ke novel author yang sudah tamat, cuma 95 episode..
yyukk ramaikan,.. karena masih sepi..
__ADS_1