
Juragan Sardi sempat bingung, heran, karena Adit mengajaknya kok ke lapas. Karena Adit belum menjelaskan lebih detail pada Juragan Sardi.
Adit tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Juragan Sardi.
"Entar aku jelasin ya Juragan. Untuk saat ini kita utamakan ambil sample darah Juragan dulu untuk tes DNA "Ucap Adit singkat. "
Juragan Sardi hanya manggut manggut, lalu mengikuti langkah Adit.
Adit mencari dokter yang waktu itu melakukan tes DNA terhadapnya dan Arjuna. Untung saja dokter tersebut sedang bertugas.
Sehingga Adit tidak kerepotan mencarinya. Aditpun meminta tolong pada dokter tersebut untuk bersedia tes sample darah Juragan Sardi dengan bayinya Ela. Apakah ada kecocokan.
Dalam hati sang dokter bertanya tanya, sudah 3 x ini tes DNA seorang lelaki untuk bayi si Ela. Sebenarnya mana yang suami dari Ela.
Namun dokter tak ambil pusing, dirinya langsung membawa Juragan Sardi ke ruang laboratorium.
Namun hasil tes terhadap Juragan Sardi juga tidak langsung jadi. Harus menunggu sampai besok pagi.
Hingga akhirnya Adit dan Juragan Sardi mencari sebuah penginapan. Untuk menginap satu malam.
Supaya besok pagi bisa langsung lihat hasil tes DNA tersebut.
Setelah sampai di sebuah penginapan yang kebetulan tak jauh dari lapas.
Adit menceritakan semuanya pada Juragan Sardi, kenapa pula Ela harus di penjara.
Mendengar penuturan Adit, Juragan Sardi hanya geleng geleng kepala. Sama sekali tak menyangka jika Ela bisa berbuat nekad ingin menghabisi sahabat baiknya, hanya demi terobsesi dengan suami sahabatnya. Serta harta dari suami sahabatnya.
"Ela, Ela, kalau dulu kamu menerima tawaranku. Untuk menjadi istri ke 2 ku,pasti kamu sudah bahagia. Ga harus hidup dipenjara untuk jangka waktu yang cukup lama "batin Juragan Sardi. "
Setelah obrolan yang begitu lama, keduanya terlelap dalam tidur.
Hingga tak terasa pagi menjelang, membangunkan ke dua manusia ini. Keduanya segera bergegas bersiap siap untuk kembali ke ruang kesehatan di lapas dimana Ela di tahan.
Terlebih dahulu, mereka berdua beserta sopir pribadi Juragan Sardi tak lupa melewatkan sarapannya.
Setelah benar benar siap, mereka beranjak meninggalkan penginapan tersebut dan menuju ke lapas.
Ternyata sang dokter tugas pagi. Hingga pagi sekali sudah berada di lapas tepatnya di ruang kesehatan.
__ADS_1
Sang dokter sudah paham mengenai kedatangan Adit dan juga Juragan Sardi. Segera sang dokter menuju ruang laboratorium untuk mengambil hasil tes DNA dari Juragan Sardi dengan sang bayi Ela.
Sang dokter langsung saja memberikannya pada Juragan Sardi, setelah itu sang dokter berpamitan untuk menangani pasien lapas yang lain.
Juragan Sardi membuka perlahan lahan hasil tes DNAnya. Aditpun sesekali mencoba mengintip melirik lirik karena rasa penasaran.
Begitu dibuka,dan dibaca. Juragan Sardi matanya membola..Membuat Adit lebih penasaran lagi.
"Bagaimana hasilnya Juragan?? "tanya Adit menyelidik. "
"Hasilnya postifi Dit.. Bayi Ela itu anakku, darah dagingku.. "jawab Juragan Sardi berkaca kaca. "
Sebelum Adit mengatakan sesuatu, Juragan Sardi menyela.
"Dit, bawa saya ketemu Ela juga bayinya. Bayi itu akan saya bawa pulang "ucap Juragan Sardi menepuk bahu Adit. "
"Juragan yakin akan membawa pulang bayinya?? Bagaimana nanti dengan istri Juragan?? "tanya Adit ragu. "
"Kamu ga usah khawatirkan masalah istri saya, yang penting sekarang bawa saya menemui Ela dan juga bayinya. Saya ga mau anak saya tumbuh di dalam penjara. "jawab Juragan Sardi penuh iba. "
Adit mengajak Juragan Sardi menuju ruang kantor petugas polisi. Dan Adit meminta ijin pada salah satu polwan yang bertugas, untuk menemui Ela.
Ela begitu kaget melihat kedatangan Adit beserta Juragan Sardi.
"Ngapain mas Adit kemari lagi?? Ngapain juga bawa Juragan Sardi kemari??! "hardik Ela sinis."
"Loh La, bayimu mana?? "tanya Juragan Sardi tak menghiraukan kemarahan Ela. "
"Ngapain Juragan tanya bayi saya!! Gara gara bayi itu!! Saya kehilangan segalanya!! Saya kasih bayi itu ke salah satu perawat!! Saya ga mau merawatnya!! "jawab Ela sinis. "
"Dit, saya keluar sebentar mau cari bayinya. Sementara kamu disini ya Dit?? "ucap Juragan Sardi berlalu pergi meninggalkan ruang rawat Ela. "
Juragan Sardi segera mencari perawat yang merawat Ela, untuk bertanya dimana bayi Ela.
Setelah Juragan Sardi bertemu dengan perawat tersebut, Juragan Sardi menanyakan dimana bayi Ela.
Sang perawat dengan senang hati memberi tahu dimana saat ini bayi Ela berada. Sang perawat juga bercerita jika Ela sempat melempar bayinya.
Hingga sang perawat berniat akan mengadopsinya jika dari pihak keluarga Ela tidak ada yang memperdulikan bayi tersebut.
__ADS_1
"Saya yang akan merawat bayi ini, suster. Karena sayalah ayah biologis dari bayi ini. Terimakasih, suster telah melindungi bayi saya "ucap Juragan Sardi pada suster yang menjaga bayinya. "
"Sama sama tuan, sukurlah jika akhirnya ada yang merawat bayi ini. Karena jika tidak ada yang mau merawatnya, saya bersedia kok mengadopsinya. "ucap sang perawat sembari menyerahkan bayinya ke Juragan Sardi. "
Sementara Adit menatap sinis pada Ela.
"Aku ga habis pikir sama kamu La, tega sekali kamu hianati aku bukan hanya dengan satu lelaki!! "hardik Adit judes. "
"Kamu ga usah nyalahin aku mas, salah kamu juga. Jadi suami ga berguna, ga bisa nyenengin istri. Kamu bisanya cuma kasih penderitaan! "sindir Ela ketus. "
"Kamu sudah dapat hukuman dari kelakuanmu ini, masih saja keras hati. Kapan kamu sadarnya La??!! "tegur Adit. "
"Ga usah banyak omong kamu mas!! Sok ceramah!! Jadi suami saja ga becus!! Wanita manapun, akan bertindak sama sepertiku, jika punya suami kaya kamu!! "sindir Ela sinis. "
Adit mengepalkan tinjunya, menahan geram. Sementara Juragan Sardi telah kembali keruang rawat Ela.
"La, anak ini aku bawa. Aku yang akan merawatnya, karena akulah ayah biologis dari anak ini "ucap Juragan Sardi menatap Ela. "
"Dit, kamu mau pulang, atau mau masih disini?Kalau mau pulang, ayuk sekalian bareng saya. Tapi kalau masih mau disini, biar saya pulang duluan "ucap Juragan Sardi memberikan dua pilihan pada Adit. "
"Saya ikut pulang Juragan, untuk apa saya berlama lama disini "jawab Adit melirik sinis Ela. "
Akhirnya Juragan Sardi dan Adit pergi meninggalkan ruang rawat kusus pasca bersalin di lapas tersebut.
Dengan menggendong bayi lelaki, Juragan Sardi melenggang keluar dari lapas tersebut diikuti oleh Adit.
Juragan Sardi sudah mempersiapkan alasan yang matang untuk istrinya nanti jika bertanya macam macam padanya tentang bayi yang dibawanya itu.
Dengan naik mobil pribadi milik Juragan Sardi, Adit turut serta pulang kampung.
Sepanjang perjalanan pulang, Adit hanya diam saja. Juragan Sardi juga asik dengan pikirannya.
😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬
Jangan lupa like, vote, fav.. 😊😊
thanks yang sudah kasih dukungannya.. 😘😘😘
Ingin up banyak tapi kendala handphone batre cepet habis, juga susah sekali ces nya.. 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1