Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
PENYAKIT ITU MUNCUL LAGI 2


__ADS_3

Novi dibantu perawat dan membawanya segera.


Dalam kondisi hamil Novi begitu banyak menanggung beban pikiran.


Apa ia mampu? Apa ia sanggup?.


Novi akhirnya tersadar dari pingsannya.


Ia sadar setelah 2 jam dengan kondisi tangan diinfus.


Kondisi Novi saat ini benar-benar lemah.


Ia bahkan tak mampu berdiri sendiri.


Datanglah seorang perawat masuk untuk memeriksanya.


" Bagaimana keadaan, Ibu? Apa ada yang sakit? ", Tanya perawat itu.


" Tidak ada, Bu! ", Jawab Novi.


" Bu, Kenapa saya ada disini? ", Tanya Novi.


" Tadi kami temukan ibu pingsan di Koridor! ", Jawab perawat itu.


" Bu, Bolehkah memakai kursi roda itu? Kaki saya masih lemas dan saya ingin ke ruangan suami saya! ", Pinta Novi.


" Baik, Bu! Bisa saya bantu antarkan kesana! ", Jawab perawat itu.


Mereka berjalan menuju ruangan Kevin.


Setelah sampai didalam ruangan, Novi minta untuk ditinggalkan berdua saja.

__ADS_1


Kevin masih belum bangun dari komanya.


Terlihat Novi menangis disampingnya.


" Kenapa harus seperti ini, Sayang? Aku nggak sanggup melihat kondisimu seperti ini! Aku ingin kamu terus sehat, Kamu harus menyambut dan membesarkan anak kita! Apa yang harus aku lakukan kalau begini? Tidak bisakah kamu menemani hari-hariku lagi seperti dulu? Tidak bisakah kamu membantuku membesarkan anak ini berdua denganku? Tolong jangan seperti ini! Tolong bangun! ", Gerutu Novi dalam tangisnya.


Tubuh Kevin tidak merespon apapun dan itu terjadi hingga 7 hari.


Tepat dihari ke 7 Novi yang tertidur di samping Kevin terbangun karena merasakan tangan Kevin bergerak.


Novi memanggil dokter untuk memeriksanya.


Dokter memeriksa seluruh badan Kevin.


" Iya, Bu! Pak Kevin akhirnya bangun dari komanya dan pak Kevin belum boleh terlalu banyak gerak! ", Kata dokter.


" Baik, Bu! Kami permisi dulu mau cek pasien lain! ", Kata dokter.


Dokter dan perawat meninggalkan ruangan dan kini tinggallah Novi berdua Kevin.


Sangking bahagianya Novi melihat suaminya sadar dari komanya, Ia langsung memeluk Kevin.


" Aku senang mas akhirnya kamu saudara! ", Ucap Novi yang terus meneteskan airmata.


" Maafkan aku mas! Aku tidak peka dengan penyakitnya, Sejak kapan mas kamu menahan sakit ini sendiri? ", Tanya Novi pada suaminya.


" Maaf untuk apa sayang? Sakit apa? Aku nggak ngerti kamu ngomong apa? ", Kevin balik bertanya bingung.


Novi juga jadi bingung.


Apa ternyata Kevin tidak tahu kalau penyakit itu kembali ada ditubuhnya.

__ADS_1


" Sayang, Apa kamu tidak tahu apa-apa soal penyakitmu?", Tanya Novi lagi.


" Enggak, Yang! Emang Aku kenapa? ", Tanya Kevin cemas.


Novi menghela nafas panjang.


Sebelum ia menjawab, Ia kembali memeluk Kevin.


" Sayang, Kamu didiagnosa dokter kembali terkena kanker darah dan saat ini sudah stadium lanjut! ", Jawab Novi sambil menahan tangisnya.


" APA...??", Tanya Kevin terkejut dan ingin memastikan lagi.


" Iya, Sayang! Kamu kembali terkena kanker darah stadium lanjut! ", Jawab Novi.


Ia tak kuat lagi menahan tangisnya.


Tangisnya kembali pecah saat itu.


Kevin masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Tampak ia berpura-pura kuat didepan istrinya.


Ia tak ingin Novi terlalu memikirkan keadaannya.


" Sudah, Sayang! Jangan menangis lagi! Aku yakin, Aku pasti sembuh dan Aku akan terus berada disisimu, Membantumu membesarkan anak kita kelak! ", Hibur Kevin pada istrinya.


Walau sebetulnya hatinya rapuh juga menerima kenyataan itu.


Ia berusaha tetap tenang didepan istrinya.


Flashback kebelakang, Dulu itu alasan untuk tidak bersama Novi karna takut membuat Novi sedih.

__ADS_1


Ia sengaja membuat Novi salah paham dan meninggalkannya.


Apa hal itu akan dilakukannya lagi???.


__ADS_2