
07krekk.
ku buka pintu kamar anakku pelan, kulihat dia sedang melukis di buku gambarnya ntah apa yang dia lukis.
"Sayang".. panggilku menghampiri Raisa.
"Bunda"..
akupun langsung duduk disampingnya.
"Kamu lagi gambar apa".. Tanyaku.
Raisa masih pokus dalam gambar nya, dan belum menjawab pertanyaan ku..
"Taraaa selesai deh gambarnya"..
"Bagus sayang, emang yang ada dalam gambar ini siapa"..
Raisa nampak tersenyum padaku.
"dalam gambar ini adalah kita. Ayah, bunda, Raisa dan adik.".. Ucap Raisa menunjukkan gambar nya.
"Raisa berharap kita selalu bahagia dan selalu bersama".. Sambung Raisa.
Aku hanya tersenyum kecut mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Raisa. Rasanya dada ini sesak bahkan terasa sakit, bagaimana jika Raisa tahu apa yang sudah terjadi.
"Bunda boleh gak bobo sama Raisa".. Ujarku.
"Boleh dong bunda, tapi bunda sama ayah ga lagi marahan kan".. Ucap Raisa.
Aku hanya menggeleng pelan pada Raisa.
"Kita tidur aja yuk ini udah malam, besok kan harus sekolah".. Ajakku pada Raisa.
"Iya bunda, tapi bunda peluk aku ya". Pinta Raisa.
Aku langsung memeluk Raisa dan mengusap rambut nya..
"Maafin bunda sayang". Batin ku.
__ADS_1
Beda halnya dikamar putri, saat ini Rama dan putri berada dalam satu kamar seharusnya malam ini Rama tidur bersama Ratih. Namun Ratih menolaknya dan memilih tidur dengan Raisa.
"Mas.. kamu kenapa sih aku perhatiin dari tadi ngelamun terus, lagi mikirin apa sih". Tanya Putri pada Rama.
"Aku bingung put, harus bagaimana lagi aku bicara pada Ratih"..
Putri memutar bola matanya dengan malas..
"kan aku udah pernah bilang sama kamu, jangan terlalu buru-buru serta memaksa Ratih"..
"Apalagi sekarang dia lagi hamil muda pasti moodnya berubah-ubah, inti nya kita harus sabar". Sambung putri lalu bersandar di dada Rama.
"Aku beruntung mempunyai istri seperti mu, kamu begitu dewasa dan bisa mengerti. Makasih sayang". Ucap Rama membelai rambut panjang Putri.
Keesokan paginya tanpa sengaja bi Minah melihat Rama yang baru keluar dari kamar tamu serta rambutnya yang basah.
"Pak Rama habis ngapain dikamar tamu, rambutnya juga basah. kamar itu kan kamar yang ditempati mbak putri". Gumam Bi Minah begitu pelan.
"Bagaimana kalau ibu tahu semua ini".. Pikir bi Minah.
Tidak mau berpikir yang macam-macam, akhirnya bi Minah memutuskan kembali kebelakang.
"Selamat pagi kesayangannya ayah".. Ujar Rama pada Raisa, saat berada dimeja makan.
mas Rama lalu mencium kening Raisa serta aku meskipun sangat risi dan ingin menolak, tapi aku tidak mau Raisa terlihat sedih.
Tak lama kemudian putri datang dengan senyum mengembang di bibirnya. Aku lihat rambut panjangnya yang basah begitupun dengan mas Rama.
"Pagi semuanya". Ucap Putri lalu duduk disebelah mas Rama.
"Pagi juga tante, hari ini tante cantik banget". puji Raisa pada Putri.
"Makasih sayang, gimana kalau hari ini tante putri yang anter kamu kesekolah". Ucap Putri.
"Ngga usah biar aku saja, kamu gak perlu repot-repot put". Seru ku sedikit ketus pada Putri.
"Aku mau ko diantar sama Tante putri, kan bunda gak boleh cape-cape.".
"Yaudah Ra gak apa-apa, biar putri yang anter Raisa kesekolah pasti aman ko. kamu gak usah khawatir".. Ucap mas Rama
__ADS_1
"Iya Ra kamu tenang aja, gak usah takut kita kan sahabat".. Ujar putri.
Aku tersenyum sinis pada Putri, bisa bisanya dia bilang kita sahabat.
"Yasudah kalau gitu". Dengan berat hati aku mengijinkan Raisa bersama putri.
"Yee horee, makasih bunda".. Raisa begitu sumringah..
Setelah kepergian Mas Rama, putri serta Raisa. Aku memutuskan untuk ke kamar namun saat akan menuju kamar bi Minah memanggilku.
"Bu tunggu dulu, ada yang ingin bibi sampai kan sama ibu". Ujar bi Minah.
"Apa bi". Tanyaku.
Bi Minah terlihat begitu gugup dan salah tingkah.
"Katanya ada yang mau disampaikan bi"..
"emm itu Bu anu".. bi Minah tampak ragu.
"Bicara aja bi gak usah takut"..
"Tadi pagi bibi, lihat bapak keluar dari kamar tamunya mbak putri terus rambutnya basah".. Ucap bi Minah.
Aku menghela nafas panjang..
"Ohh itu, Saya juga tahu"..
Bi Minah sangat kaget dan tidak percaya..
"Ko ibu diem aja sih, gak marah gitu".. Tanya bi Minah.
"Cape bi marah-marah terus, Saya kasih tahu ya sama bibi, pak Rama dan putri sebenarnya sudah menikah secara diam-diam".. jelasku.
"Ha.." Bi Minah sangat terkejut mendengar penjelasan dari ku.
"Terus ibu mau gitu dimadu, kalau bibi sih ogah ya. lebih baik bibi pergi dari rumah minta cerai deh dari pada harus satu atap sama madu".. Ujar bi Minah..
"Saya juga gak mau bi sebenarnya di madu, saya juga ingin sekali cerai sama mas Rama, tapi kondisi saya sedang hamil, mungkin nanti setelah melahirkan bi".. Ucap ku pada Minah.
__ADS_1
" Satu lagi bi. tolong ya bi jangan kasih tahu Raisa soal ini, saya gak mau lihat Raisa sedih.." Sambung ku
Bi Minah hanya mengangguk pelan kepada Ratih sambil tersenyum, Setelah itu aku akhirnya ke kamar sedangkan bi Minah kembali kebelakang.