
Pras bingung harus bagaimana dan memilih siapa.
Dihatinya memang ia masih mencintai Alena tapi jauh didalam lubuk hatinya juga ada nama Novi disana.
Akankah pernikahan yang baru sebentar ini ia akhiri, atau harus ia pertahankan.
Akhirnya Pras bicara pada Novi tentang kegelisahannya.
"Nov, bolehkah aku meminta waktu untuk memikirkan hal ini? mau dibawa kemana hubungan kita sebenarnya, dan aku tidak pernah berpikir akan ada disituasi ini, nanti kalau aku sudah siap aku pasti akan menjemputmu," pinta Pras memohon.
"Tapi sampai kapan mas?" tanya Novi memelas.
"Beri aku waktu sebulan untuk menyelesaikannya," jawab Pras.
Novi mengangguk tanda ia setuju dengan Pras.
"Baik, aku memberimu waktu untuk memilih lepaskan aku atau dia, aku juga tidak ingin berada diantara kalian terus," kata Novi menahan tangisnya.
"Boleh aku mengantar kalian?" tanya Pras.
Novi mengangguk tanda mengiyakan.
Situasi didalam mobil saat itu hening, mereka tidak berbicara satu sama lain.
Sesampainya mereka dirumah Novi, Pras tidak masuk dulu tapi ia langsung pulang menuju rumahnya.
Pras sekarang masih bingung untuk memilih.
Dihatinya adalah cinta pertamanya, Alena yang membangkitkan saat dia terpuruk.
__ADS_1
Tapi Novi adalah tanggung jawabnya, ia wanita yang dia yakinkan untuk menikahinya dan membuka lembaran baru bersamanya.
Kondisi ini benar-benar membingungkan.
Pras tak bisa memilih satu diantaranya dan membuat sakit hati yang lainnya.
...****************...
Keesokan harinya Pras berencana menemui Alena untuk menjelaskan semua yang terjadi.
Dan Alena setuju untuk bertemu Pras.
Kemarin saat kejadian itu dan saat Dimas akan membawa Alena pulang, ia meninggalkan secarik kertas yang berisi nomor handphonenya dan alamatnya.
Dimas memang jatuh cinta pada Alena tapi tidak menutup jalan untuk Alena dan Pras bersama, baginya kebahagiaan Alena yang utama.
Ia tidak mau karena egonya akan melukai hati orang yang ia cintai.
Dimas adalah pria berumur 25 tahun yang berpikiran sangat dewasa.
Baginya masalah cintanya akan terbalas atau tidak itu tak menjadi masalah yang penting Alena bahagia.
Pras yang akan menemui Alena itu segera berangkat menuju rumah Dimas.
Ia bahagia Alena mau menemuinya.
Karena rasa bahagianya itu, akhirnya terjadi sebuah kecelakaan yang membuat kepala Pras terbentur cukup keras dan tak sadarkan diri.
Ia ditolong warga setempat yang membawanya ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Karena salah seorang warga yang mengenal Pras, ia menelpon Novi.
Saat mendengar kejadian itu Novi langsung menuju rumah sakit.
Tapi salah seorang resepsionis rumah sakit itu juga menghubungi Alena berdasarkan panggilan terakhir dihandphone itu.
Alena dan Novi datang bersamaan dan langsung menuju resepsionis untuk menanyakan kamar Pras.
"Sus, dimana kamar suami saya yang tadi kecelakaan?" tanya mereka bersamaan.
"Pasien ada di ruang icu, bu!" jawab suster singkat.
"Makasih, sus!" kata Novi.
Susterpun mengangguk.
Mereka langsung menuju ke ruang icu untuk melihat Pras.
Pras sadar dari pingsannya, dan ia melihat Novi dan Alena disana.
"Alena, kamu disini juga?" tanya Pras.
"Iya, walau kamu sudah memberiku madu yang pahit tapi tetap saja aku mengkhawatirkan suami yang sudah menikahiku 5 tahun lamanya," jawab Alena.
Seketika wajah Novi memerah, ia menahan marah karena Alena yang masih membahas soal itu.
"Mas, aku tunggu diluar mungkin kamu dan Alena ingin berbicara berdua," ucap Novi.
Seakan tidak rela Pras menarik tangan Novi.
__ADS_1
"Nov, sakit badanku tak sebanding sakit yang aku beri pada kalian! jadi aq ingin bicara sekarang tentang semuanya," kata Pras meminta.