Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Sadar &Insaf


__ADS_3

"Mas Arjun ga bakal bisa punya keturunan pah. Karena alat reproduksinya telah rusak akibat kecelakaan yang pernah di alaminya. Kalau dengan Vani ga masalah pah. Vani subur subur saja "sela Vani. "


"Van, tolong kamu tungguin mamah sebentar. Papah ingin ngobrol sebentar sama Arjun" ucap papah Erik menatap sendu Vani. "


"Baiklah pah "jawab Vani singkat. "


Papah Erik menepuk bahu Arjun yang sedari tadi duduk dengan tertunduk menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Jun, ikut papah sebentar. Papah ingin ngomong sesuatu sama kamu "ucap papah Erik. "


Arjuna menoleh ke papah Erik kemudian bangkit dari duduknya. Mengikuti kemana langkah kaki papah Erik pergi.


Papah Erik menuju ke sebuah taman, samping rumah sakit. Dan duduk di sebuah bangku dimana di depan ada pemandangan air mancur.


"Jun, apakah yang di katakan Vani barusan itu benar? "tanya papah Erik menyelidik. "


"Iya pah, Arjun sudah tidak ada harapan untuk bisa punya keturunan. Bagaimana kalau mamah sampe tahu hal ini .Pasti syok sekali "jawab Arjun berkaca kaca. "


"Jun, berapa kali papah bilang ke kamu. Namun kamu sadar hanya sesaat .Tobatmu itu dikala waktu kamu mendapatkan suatu musibah. Padahal musibah yang kamu dapatkan itu bisa jadi sebuah teguran dari Tuhan agar kamu bisa mengoreksi kesalahanmu. "


"Kamu ingat dengan janjimu waktu kamu mengalami musibah kelumpuhan. Kamu janji sama papah, akan benar benar berubah. Tapi setelah kamu sehat dan bisa berjalan lagi. Kamu melupakan semua janjimu. "


"Jangan mudah kamu obral janji, walaupun itu hanyalah sebuah kata.Karena pada hakekatnya janji itu tak ubahnya seperti orang yang berhutang. "


Demikianlah papah Erik berucap panjang lebar. Sejenak Arjuna terdiam .Arjuna sedang merenungi setiap ucapan dari papahnya.


Tak terasa pikirannya merambah melanglang buana ke Putri.


"Pah, apa ini karma buat Arjun ya pah?? Dulu Arjun telah berbuat jahat pada Putri. Dulu Arjun tak mendengar ucapan Putri. Saat Putri di vonis kecil untuk memiliki keturunan. Putri sempat menyarankan bayi tabung. Tapi Arjun menolak."


" Putri juga pernah menyuruh Arjun bersabar


sedikit lagi, pasti di beri momongan. Namun lagi lagi Arjun menolak. Arjun marah ke Putri, menurut Arjun pernikahan 5 tahun belum diberi momongan itu juga penantian yang lama. Arjun salah langkah, menikah siri dengan Ela. "


"Arjun telah menyiakan nyiakan wanita yang benar benar berhati mulia seperti Putri. Sekarang Arjun hanya bisa gigit jari, melihat Putri hamil. Bahkan saat ini Putri hamil 2 bayi pah. "

__ADS_1


Demikianlah serentetan ungkapan penyesalan Arjuna.


Papah Erik hanya menghela nafas panjang.


"Nasi sudah menjadi bubur Jun. Untuk apa kamu sesali sesuatu yang sudah terjadi. Berkali kali dulu papah selalu kasih nasehat, kasih peringatan, namun kamu tak menghiraukannya. Kamu anggap apa papahmu ini? "ucap papah Erik lirih. "


"Arjun minta maaf pah, Arjun egois. Bukannya Arjun tak menganggap papah. Tapi entah mengapa Arjun seperti ini"jawab Arjun tertunduk lesu. "


"Jika pada saat kamu mendapat kecelakaan itu, kamu bener bener tobat. Pasti Tuhan tidak akan menegurmu sekeras ini "ucap papah Erik ketus.


"Setiap apa yang papah ucapkan itu buat kebaikanmu. Ga mungkin seorang papah akan menjerumuskan anaknya. Tapi kamu selalu anggap enteng setiap nasehat dan pesan pesan yang papah sampaikan. Dengan enteng kamu selalu jawab iya pah, iya pah ..Namun ternyata semua nasehat papah masuk kuping kanan, keluar kuping kiri "sindir papah Erik ketus. "


"Coba kalau dulu kamu mau dengarkan Putri juga, untuk bersabar. Pasti saat ini kamu telah bahagia dengan Putri dan bayimu "cebik papah Erik ketus. "


"Sekarang setelah kamu divonis ga bakal punya keturunan,apa yang akan kamu lakukan?? "tanya papah Erik ketus. "


"Entahlah pah" jawab Arjuna singkat. "


"Orang yang mampu mencari dan menemukan kesalahan dan aib itu, jumlahnya banyak sekali.


"Namun orang yang mampu memperbaiki dan berbuat sesuatu untuk menutupinya, amatlah jarang dan langka. "


"Ingatlah akan kelakuanmu pada Putri. Kamu selalu memojokkannya, bukannya membantu mencari jalan keluar dari permasalahan kalian. Malah selalu saja kamu mengira semua yang terjadi adalah salah Putri. "


"Padahal semua atas kehendak yang Kuasa. Kamu sekarang lihat kan, betapa bahagianya Putri saat ini. "


Begitu panjang nasehat demi nasehat yang diberikan oleh papah Erik pada Arjuna.


Sampai Arjuna menitikkan air mata .Karena setiap nasehat yang papah Erik berikan. Sangat menghantam relung hatinya.


Bahkan mengingatkan semua kelakuan buruknya pada Putri. Hingga waktu dirinya akan menikah,sempat juga menghina Putri.


Mulutmu adalah harimaumu, seperti itulah yang saat ini di rasakan oleh Arjuna.


Menghina Putri karena tidak kunjung hamil. Malah sekarang dirinya sama sekali tak bisa punya keturunan karena alat reproduksinya telah rusak dan tak bisa berfungsi.

__ADS_1


Hidup enggan, matipun tak mau. Begitulah yang saat ini sedang di rasakan oleh Arjuna.


Bagaiman dengan perusahaan yang telah berjalan turun temurun. Akankah berhenti sampe di Arjuna. Karena Arjuna tak punya keturunan.


"Jun, ayok kita kembali ke ruang rawat mamahmu. Kali saja mamahmu telah sadar "ajak papah Erik kemudian bangkit dari duduknya. "


Arjuna yang sedari tadi melamun, terhenyak kaget karena tiba tiba papahnya menepuk pundaknya.


Feeling papah Erik benar, ternyata mamah Ega telah sadar. Namun kondisinya cukup memprihatinkan.


Bibirnya mencong ke kanan, tangannya mati rasa. Menekuk satu yang kanan. Tidak bisa diluruskan. Hanya matanya yang masih bisa berfungsi.


Melihat mamah mertuanya sadar, inilah kesempatan bagi Vani untuk membalas perlakuan buruk mamah mertuanya padanya.


" Uluh uluh... si nenek sihir sudah sadar??!! Kenapa ga masuk akhirat sekalian ??!"Bentak Vani sembari melotot pada mamah Ega. "


"Heh nenek sihir, kalau ngebacot makanya di jaga!! Yang mandul,yang ga bisa punya anak justru anakmu!! "ucap Vani kembali melotot. "


Mamah Ega mulutnya hanya menceng menceng tak bisa berbicara.


Sementara Vani terus saja mengolok olok mamah Ega. Bahkan Vani keceplosan berkata, jika dirinya menikah dengan Arjuna juga karena ingin menguras habis hartanya saja.


"Heh, mati saja kamu!! Biar aku lebih leluasa untuk menguras habis seluruh harta anakmu!! Aku ingin anakmu bangkrut dan jadi gembel di jalanan. Bila perlu jadi pengemis atau pemulung!! Setimpal dengan apa yang anakmu lakukan pada papahku. Yang telah buat papahku bangkrut!! "bentak Vani sambil terkekeh. "


Tanpa sepengetahuan Vani, semua ucapannya telah di dengar oleh Arjuna dan papah Erik.


"Oohhhhh jadi seperti ini sifat aslimu!! "sindir Arjuna menghampiri Vani sambil bertepuk tangan. "


"Hebat kamu Van, ternyata selama ini kamu tidak benar benar tulus mencintaiku!!! "cibir Arjuna sambil melotot ke Vani. "


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Trima kasih buat kaka readers yang sudah kasih dukungan like, vote, favorit😘😘😘😘


Mohon maaf jika tidak bisa bales komentar satu per satu.. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon maaf pula, jika karya author tak seindah karya para penulis handal πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Karena author cuma seorang IRT yang ingin menggunakan waktu luang, untuk berkarya.. πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2