
Setelah pertemuan malam itu, Hubungan Novi dan Alena membaik walau memang tidak sedekat dulu.
Mereka sering bertemu dan mengobrol masalalu hingga keseharian mereka.
Alena senang dengan perubahan sikap Novi.
Ia senang Novi akhirnya bahagia dengan kehidupannya sekarang dan tidak menggebu-gebu ingin memiliki Pras.
Pras menceritakan masalalunya dengan Kevin, Bagaimana mereka bisa saling mengenal.
Kevin adalah orang yang telah menolongnya.
Dulu saat keadaan Pras belum sesukses sekarang, Kevin sering memberi pinjaman untuknya memulai usaha baru.
Saat itu Kevin belum menikah dengan Novi.
Saat Kevin mengundangnya untuk datang ke acara pernikahannya, Pras dan Alena tidak bisa datang karena saat itu mereka sedang berduka.
Sehingga mereka tidak pernah tau jika Novi adalah istri Kevin.
Pras berjanji suatu saat akan membalas kebaikan Kevin tapi janji itu belum terpenuhi.
Alena menanyakan keadaan janin di perut Novi dan bagaimana dengan kesehatannya.
" Nov, Bagaimana keadaanmu dan janin diperutmu? ", Tanya Alena.
" Alhamdulillah, Keadaanku dan calon bayiku sehat! ", Jawab Novi.
__ADS_1
" Terus bagaimana denganmu, Len? ", Tanya Novi kemudian.
" Alhamdulillah, Tadi siang kami ke dokter kandungan cek USG dan hasilnya sehat-sehat! ", Jawab Alena.
Kini diwajah keduanya selalu tersirat senyuman.
Alena yakin kini diantara Pras dan Novi tak lagi berhubungan seperti dulu.
Walau hanya bertepuk sebelah tangan tapi sebagai istri Alena tetaplah merasa takut jika Pras merespon dan Novi dengannya akan berhubungan dibelakangnya.
Alena juga dapat melihat cinta diantara Kevin dan Novi.
...----------------...
Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 20:00 WIB, Mereka sudah harus berpisah.
Alena dan Pras pulang duluan, Baru setelah mereka Novi dan Kevin juga pulang.
Disepanjang jalan Alena dan Pras membahas tentang Novi dan Kevin.
Mereka merasa Kevin sangat mencintai istrinya, Hal itu terlihat sangat jelas dari cara ia menutupi penyakitnya demi kebahagiaan sang istri.
Alena merasa terharu dengan cara Kevin mencintai Novi.
Ia ingin suatu saat jika mereka membutuhkan pertolongan Pras, Pras harus menolongnya.
Ia tak sanggup jika suatu saat Novi harus kehilangan Kevin.
__ADS_1
Ia ingin Novi terus bahagia.
Walau ia sempat merasa kecewa dengan sikap Novi yang ingin merebut suaminya.
Sekarang ia mengerti bahwa apa yang dilakukan Novi hanya emosi sesaat.
Novi tidak benar-benar mencintai Pras.
Novi hanya ingin merasakan kebahagiaan yang dirasakan Alena.
" Sayang,, Aku ingin sekali kebahagiaan Novi dan mas Kevin tetap seperti ini terus! Aku tidak tega jika nantinya Novi akan merasakan kecewa seperti kemarin! ", Ujar Alena.
" Kamu masih takut jika Novi kembali berusaha merebut aku, Kan? ", Goda Pras.
" Istri mana yang tidak merasa takut jika suaminya digoda wanita lain terutama sahabat sendiri! ", Kata Alena.
" Tapi jika kamu bisa bahagia dengan Novi, Baik akan aku lepaskan! Karena mengalah bukan berarti kalah, Dan aku melepaskanmu bukan berarti aku tak sayang! Karena besarnya rasa sayangku makan aku rela asal kau bahagia! ", Tambah Alena lagi.
Pras termenung mendengar pernyataan Alena.
Ia tidak tau wanita seperti apa yang ia nikahi.
Wanita didepan matanya ini berhati lembut dan selalu menerima kekurangannya.
Betapa beruntung lelaki seperti Pras dapat menikahi wanita seperti Alena.
" Sayang, Aku merasa jadi lelaki yang paling beruntung mendapatkan cinta yang begitu besar darimu!! ", Puji Pras pada istrinya.
__ADS_1
Alena hanya tersenyum manja pada Pras.