
Setelah kepergian mamah mertuanya, Putri berlari kecil menuju ruang kerjanya. Bayu tak tinggal diam. Dirinya segera mengejar Putri.
Setelah sampai diruang kerjanya, Putri melelehkan air matanya. Yang sempat ditahan tahan sedari tadi.
Bayu mengambil tisu yang ada di meja kerja Putri. Dan memberikannya pada Putri.
Bayu duduk disamping Putri, dengan mengusap usap punggung Putri.
"Sudah Put, ga usah di ambil hati ucapan mantan mertuamu itu "hibur Bayu. "
"Tapi ini sungguh keterlaluan mas, masa nuduhku bermain gila dengan mertuaku sendiri?? Ngomong ga jelas, warisan warisan. Aku jadi semakin ga ngerti dengan jalan pikiran mamah mertuaku itu "ucap Putri disela isak tangisnya. "
"Aku malu mas, diomong seperti tadi dihadapan para pelangganku. Mau ditaruh mana mukaku?? Walaupun semua tuduhan ini ga benar. Tapi persepsi atau pemikiran orang kan berbeda beda mas. Aku khawatir, gara gara kejadian ini. Pelangganku kabur semua "ucap Putri tertunduk lesu. "
Bayu tak tega melihat sang pujaan hatinya menanggung kepedihan sendiri. Perlahan Bayu merengkuh Putri dalam pelukannya. Memeluknya erat, mengusap rambutnya.
"Percayalah pada Tuhan, jika yang benar pasti akan selalu menang "hibur Bayu mengecup kepala Putri. "
Putri semakin bersandar pada dada bidang Bayu "Kamu sendiri bagaimana mas?? Apa rasamu padaku goyah, setelah mendengar ocehan mertuaku tadi?? "tanya Putri sembari mendongakkan wajahnya menatap Bayu. "
Bayu tersenyum memandang Putri.
"Jika aku goyah, dan percaya dengan semua ocehan mertuamu tadi. Aku ga mungkin nyusulin kamu sayanggg.. "ucap Bayu sambil mencolek hidung mancung Putri. "
Bayu memeluk lebih erat Putri.
"Sekarang kamu buka lembaran baru, aku akan selalu ada di sampingmu. Untuk selalu menggandengmu menapaki kerikil kerikil tajam di depan langkahmu. Kamu tidak sendiri, ada aku.. Jadi kamu tak usah khawatir lagi dengan Arjun ataupun mamahnya "hibur Bayu kembali, mencoba menenangkan Putri. "
"Kamu mau ikut aku ga??"Supaya kamu sedikit terhibur. Kita ke kantor Irfan, pengacaraku. Untuk meminta kembali surat cerai yang sempat dirobek oleh Arjun ."ajak Bayu "
"Boleh dech mas"ucap Putri tersenyum menengadahkan wajahnya menatap Bayu. "
Bayu melonggarkan pelukannya.
"Nah gitu dong tersenyum,sekarang kamu hapus air matamu. Kamu betulin tuh make up mu yang berantakan karena air matamu "ledek Bayu. "
Putri bangkit dari sofa, menuju kamar mandi yang ada di ruang kerjanya. Putri merias kembali wajahnya yang sempat berantakan karena tangisnya.
Setelah selesai, Putri dan Bayu keluar dari ruang kerja Putri. Mereka tak lupa mendekati Restu yang asik menyantap makanannya ditemani asisten Sansan dan Katty.
Putri dan Bayu berpamitan pada Restu, ada urusan penting di luar. Putri juga menitipkan restoran pada Katty untuk di handle, sementara dirinya tidak ada.
__ADS_1
Segera Bayu dan Putri melangkah menuju mobil Bayu. Namun lagi lagi ada gangguan.
Ela tiba tiba mencekal lengan Putri.
"Tunggu Put, aku ingin ngomong sebentar denganmu "ucap Ela memohon. "
Putri menepis tangan Ela.
"Maaf La, aku lagi buru buru "ucap Putri kembali meneruskan langkahnya. "
Namun Ela menghadang langkah Putri, dirinya mendahului langkah Putri. Sehingga dirinya ada dihadapan Putri dengan merentangkan kedua tanganya kesamping kanan dan kiri.
"Please Put, sebentar saja. Aku tidak akan berbuat ulah kok "ucap Ela memohon. "
Putri menatap sendu pada Bayu meminta persetujuan. Bayupun menganggukkan kepala sembari tersenyum.
Bayu menunggu Putri di dalam mobilnya. Sambil mengawasi jikalau Ela berbuat onar seperti Ega.
"Ada apa si La??!! "hardik Putri. "
"Aku minta sama kamu, kamu tolak warisan yang papah Erik akan berikan padamu "ucap Ela memohon. "
"Maaf La, tadi mamah juga kesini ngomong warisan. Kamu kesini juga ngomong warisan. Aku jadi makin ga ngerti?? "ucap Putri menautkan alisnya. "
"Aku memang benar benar ga ngerti!! Kalau kamu ga percaya ya sudah!! "cebik Putri. "
"Gini Put, kenapa mas Arjun ga mau di gugat cere sama kamu. Karena jika mas Arjun cere sama kamu. Semua harta papah Erik akan jatuh ke tanganmu "ucap Ela. "
"Papah Erik yang membuat aturan seperti itu. Maunya kamu bertahan sama mas Arjun. Jika kalian pisah, entah itu mas Arjun yang talak kamu atau kamu yang gugat cere. Papah akan memberikan seluruh hartanya untukmu. "ucap Ela jelas. "
Putri semakin menautkan alisnya.
"Aku ga tahu lah La, soal itu. Mungkin papah cuma ancem doang "ucap Putri sinis. "
"Kamu bener bener ga tahu, apa memang ga mau tahu?? "sindir Ela. "
"Cukup ya La !!Aku sama sekali ga mengharapkan untuk bisa memiliki harta papah Erik!! Aku masih sanggup mencari nafkah sendiri!! Aku masih sehat!! "bentak Putri. "
Segera Putri berlalu dari hadapan Ela. Terus masuk mobil Bayu. Sama sekali tak memperdulikan panggilan dari Ela.
Bayu merasa penasaran dengan kedatangan Ela. Bayu memberanikan diri bertanya pada Putri.
__ADS_1
Putri menceritakan semua pada Bayu. Bayupun mengerti,dan tiba tiba bertanya pada Putri.
"Mungkin Arjun ga mau berpisah denganmu karena takut masalah warisan ini Put??Terus langkahmu apa Put? "tanya Bayu menyelidik. "
"Aku sama sekali ga mikir warisan punya papah Erik, mas. Aku ingin secepatnya lepas dari mas Arjun. Jika benar papah memberikan semuanya padaku. Aku akan menolaknya kok mas "ucap Putri yakin. "
"Ya sudah sayang, kamu jangan cemberut lagi dongg.. yukk kita langsung ke kantor Irfan. Aku sudah menelfonnya barusan. Dan ternyata Irfan membuat surat cerainya ga cuma satu. Jadi Irfan masih punya satu lagi "ucap Bayu tesenyum pada Putri. "
"Yuk Ben, berangkatttt.. "ucap Bayu memerintahkan Beno untuk melajukan mobilnya menuju kantor Irfan. "
Setelah sampai, langsung saja Bayu dan Putri masuk ruang kerja Irfan.
Irfan sudah tahu maksud dari kedatangan Bayu dan Putri. Irfan langsung memberikan surat cere lagi ke Putri.
Karena Irfan sedang sibuk, dan akan menangani sidang percerean. Segera Bayu dan Putri berpamitan. Tak lupa Putri mengucapkan terima kasih.
"Mas, mau ga temenin Putri ke lapas. Untuk meminta tanda tangan lagi pada mas Arjun??"tanya Putri ragu. "
"Sangat sangat mau dong sayangg, apa si yang engga buatmu.."jawab Bayu mencolek hidung Putri dan terkekeh. "
Mobil dijalankan Beno menuju lapas dimana Arjuna di tahan.
Beberapa menit sampailah Putri dan Bayu di lapas. Mereka berdua meminta ijin pada salah satu aparat kepolisian yang bertugas, untuk bertemu arjuna.
Sesaat kemudian, datang satu aparat polisi mengawal Arjuna.
Arjuna duduk dihadapan Bayu dan Putri.
"Ngapain lagi kamu kesini??!! "tanya Arjuna ketus. "
"Aku ingin kamu segera tanda tangani surat cere!! "jawab Putri ketus pula. "
"Kamu mimpi!! Bukannya surat sudah aku robek waktu itu!! "cibir Arjuna. "
"Aku sudah buat lagi, tolong kamu tanda tangani sekarang juga. Dan aku akan cabut tuntutanku "ucap Putri menatap sinis pada Arjuna. "
"Aku ga mau!!"cebik Arjuna "
😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯
Jangan lupa like, vote, favorit. Biar author semangat up😊😊😊😊
__ADS_1
Thanks buat para pendukung STM, semoga sehat dan bahagia selalu. 💝💝💝💝💝