
Tak berselang lama,papah Erik dan Arjuna telah sampai di markas besar kepolisian dimana saat ini Ela di tahan untuk sementara waktu.
Papah Erik dan Arjuna melangkahkan kaki menuju ke ruangan Komandan Syarif.
"Tok tok tok " Arjuna mengetuk pintu ruangan Komandan Syarif. "
"Masuk " Sebuah jawaban dari Komandan Syarif. "
Papah Erik dan Arjuna lekas masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Oohh tuan Arjun dan tuan Erik, silahkan duduk "sapa Komandan Syarif ramah. "
"Begini tuan Arjun, kami telah berhasil menangkap Ela. Namun masih dalam tahap penyelidikan, sampai kami bisa menangkap 2 buronan yang pada saat itu ikut kabur bersama Ela "ucap Komandan Syarif dengan sangat jelas. "
"Baik Komandan, kami justru berterima kasih sekali.Karena hanya dalam waktu singkat pihak kepolisian telah berhasil menangkap Ela "ucap Arjuna tersenyum ramah. "
"Harusnya anda jangan berterima kasih pada saya, tapi berterima kasih pada tuan Bayu. Karena berkat bantuan tuan Bayu, kami bisa menangkap Ela dengan sangat cepat "ucap Komandan Syarif. "
"Maksud Komandan, Bayu siapa ya Ndan? "tanya papah Erik penasaran ."
"Tuan Bayu Samudra, seorang pembisnis terkenal di kota ini "jawab Komandan Syarif. "
Belum sempat papah Erik dan Arjuna bertanya lagi, tiba tiba Komandan Syarif telah berkata kembali.
"Kami juga sedang menyelidiki kasus sabotase rem mobil anda tuan Arjun, juga kasus meninggalnya mamah anda. Saat ini kami kurang bukti yang cukup kuat untuk mengungkap jika Ela ada sangkut pautnya dengan dua kasus tuan tersebut. Jadi mohon bersabar sampai 2 narapidana yang kabur tertangkap "ucap Komandan Syarif panjang lebar. "
"Iya ga apa apa kok Komandan "jawab Arjuna singkat tersenyum ramah. "
"Mari tuan, barangkali kalian berdua ingin bertemu dengan Ela "ajak Komandan Syarif bangkit dari duduknya. "
Komandan Syarif melangkah menuju ke sel dimana saat ini Ela di tahan untuk sementara.Arjuna dan papah Erik mengikuti komandan Syarif di belakangnya.
Namun papah Erik dan Arjuna terhenyak kaget melihat wanita yang ada di dalam sel.
"Maaf Komandan, apa anda tidak salah tangkap? "tanya papah Erik ragu. "
"Iya komandan, itu bukan Ela tapi Putri mantan istri saya "sela Arjuna serasa heran. "
"Komandan,Putri mantan menantu saya itu wanita yang sangat baik. Kenapa ditangkap? "tanya papah Erik kembali. "
Papah Erik dan Arjuna terus saja berkata, tanpa memberi kesempatan Komandan Syarif untuk menjelaskan.
__ADS_1
Papah Erik dan Arjuna saling berpandangan satu sama lain, seolah tak mengerti dengan semua ini.
"Tuan Erik dan tuan Arjun, dia ini memang Ela. Telah mengoperasi wajahnya menyerupai nona Putri "ucap Komandan Syarif. "
Ela yang sedari tadi tertidur, samar samar mendengar percakapan dan suaranya tak asing lagi baginya. Ela segera membuka matanya.
Begitu tahu siapa yang datang, Ela langsung bangkit dari berbaringnya.
Ela lepas kontrol, dengan berkata yang tidak semestinya di katakan. Karena saking emosi, marah, dan begitu besar rasa dendamnya pada Arjuna dan papah Erik.
"Hehh Arjun!!! Aku pikir kamu telah mati menyusul mamahmu!!! Ternyata kamu masih hidup??!! Sayangnya aku ada disini,kalau aku tak dikurung pasti aku yang akan menghabisimu dengan tanganku sendiri seperti aku menghabisi mamahmu si nenek lampir cerewet itu!!Hhaaaaaa "ucap Ela tanpa sadar sembari tertawa terbahak bahak. "
"Komandan barusan dengar kan, apa yang dia katakan? "ucap Arjuna menatap pada Komandan Syarif. "
"Hhmm iya tuan, berarti Ela ada sangkut pautnya dengan sabotase rem mobil anda dan meninggalnya mamah anda "kata Komandan Syarif yakin. "
"Tapi untuk lebih jelasnya, kita tunggu saja kabar dari kepolisian negara M. Karena saat ini 2 burunan yang kabur, berada di negara M bekerja sebagai TKW "ucap Komandan Syarif kembali. "
Papah Erik dan Arjuna sempat bertanya bagaimana bisa Ela mengoperasi plastik wajahnya serupa Putri.
Dan bagaimana bisa 2 buronan lolos sampai di luar negeri.
Komandan Syarif menceritakan semuanya pada papah Erik dan Arjuna. Jika Ela dan 2 buronan lain memakai identitas palsu atas bantuan Juragan Sardi.
Sementara Bayu telah sampai di rumahnya. Bayu sangat lelah, langsung saja menghempaskan pantatnya di sofa ruang tamu.
Putri langsung menyambut kepulangan suaminya.
"Dad, cape banget ya sayang?? "tanya Putri sembari duduk disamping Bayu memijat mijat bahu Bayu menghadap ke arah Bayu. "
Bayu menelan salivanya saat melihat belahan dada Putri yang agak terlihat.
"Sayang, siang siang kamu mancing mancing daddy nech "ucap Bayu melirik ke dada dimana ada dua benda kenyal kesukaannya sedikit menyembul. "
Putri segera menaikan bajunya ke atas agar tidak terlihat lagi belahan dadanya.
"Hhhhmm daddy mah gitu "ucap singkat Putri. "
"Mom, laper nech.. ambilin makan dong "rengek Bayu menaik turunkan alisnya menatap Putri. "
"Oohh kasihan suamiku kelaparann.Sebentar ya daddy sayanggg...mmmuuachh "Putri beranjak bangkit sembari mengecup bibir Bayu. "
__ADS_1
Putri melangkah ke ruang makan untuk mengambilkan makan siang buat suami tercintanya.
"Adduuhh.. siang siang.. mancing mancingg.. sabar ya otongggg... ntar malam saja "gerutu Bayu mengelus elus adiknya yang berkedut kedut minta keluar dari kandangnya. "
Tak berselang lama, Putri telah datang dengan membawa nampan berisikan 2 piring nasi campur sayur dan lauk. Serta 1 gelas minum air putih 1 gelas jus alpukat kesukaan Bayu. "
"Busyet banyak amat mom "ucap Bayu melihat nampan yang dibawa Putri. "
"Ga usah ngomong gitu, entar juga ludes tak bersisa "sindir Putri terkekeh. "
"Sayang, suapin dong..."rengek Bayu menaik turunkan alisnya. "
Putri tak menolaknya, karena kebetulan baby twins juga lagi bobok.
Selagi disuapi oleh Putri sembari bermain ponsel. Orang tua Bayu datang.
Mommy dan daddy geleng geleng kepala melihat anak semata wayangnya sedang di suapi oleh Putri.
"Dad, lihat anak kita itu. Manjanya minta ampun "ucap mommy Maria terkekeh. "
"Biar saja lah mom, manja sama istrinya nech "ucap daddy Samuel ikut terkekeh. "
Kedua orang tua Bayu menghempaskan pantatnya di sofa depan Bayu dan Putri.
Karena di depan Bayu dan Putri terhalang adanya meja.
"Bagaimana son, penyelidikan polisi terhadap Ela? "tanya daddy Samuel penasaran. "
"Ya sedikit rumit grandpa, karena harus mengungkap kasus meninggalnya mamah Arjun. Untuk kasus yang lain sudah terbongkar "jawab Bayu sembari asik mengunyah makanan yang di suapkan oleh Putri. "
Bayu menceritakan lebih detail tentang semua yang terjadi di markas besar Komandan Syarif pada kedua orang tuanya dan istrinya.
Segala yang di dengar dan yang dilihat Bayu di markas besar Komandan Syarif diceritakan tanpa ada yang ditutupinya.
Orang tua Bayu dan Putri dengan seksama mendengar semua yang diceritakan oleh Bayu.
Sambil terus bercerita sambil sesekali mengunyah makanan yang di suapkan oleh Putri.
Sedangkan Putri sambil menyuapi Bayu sambil dengan seksama mendengar cerita dari suami tercintanya.
Hingga tak terasa dua piring nasi komplit dengan lauk pauknya habis.
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Mohon maaf jika karya kurang bagus, dan tulisan masih belepotan bsmaik typo maupun PUEBI nya...🙏🙏🙏🙏🙏