
"Ga kok mom, Putri cuma jalan disekitar rumah saja.Perut udah segede ini, mana berani Putri pergi jauh jauh mom. Ntar malam lahir di jalan "canda Putri terkekeh. "
Mommy Maria ikut pula terkekeh "Ya sudah sana jalan jalan, hati hati ya nak ."
Bayu mendampingi Putri jalan jalan, dari halaman rumah depan.Kemudian samping rumah, hingga terakhir ke belakang rumah.
Rumah Bayu sangat luas, disekitar banyak pepohonan rindang. Bagaikan sebuah rumah ditengah tengah hutan.
Namun disekitar rumah Bayu kebanyakan ditanam segala macam pohon buah buahan.Hingga suasana rumah Bayu selalu sejuk dan segar udaranya.
Selagi asik berjalan berdampingan dengan Bayu, Putri merasa perutnya melilit.
"Aduhhhh, mass... "sembari satu tangan Putri mencekal lengan Bayu. "
"Kenapa sayang, perutmu kenapa?? "tanya Bayu panik. "
"Ini kok tiba tiba perutku melilit sakit banget mas.. aaaauuwwww "Putri mengerang kesakitan. "
"Jangan jangan kamu mau melahirkan sayang?? "ucap Bayu gugup. "
"Mending sekarang kita ke dokter ya?? Sebentar mamas telfon Beno suruh kemari bawa mobil "ucap Bayu masih dengan paniknya. "
Bayu dengan satu tangan menyangga tubuh Putri yang sedang kesakitan perutnya. Satu tangan dengan gemetaran menelfon Beno. untuk segera membawa mobil ke halaman belakang rumah.
Tak berselang lama Beno datang dengan membawa mobil. Bayu langsung memapah Putri masuk ke dalam mobil.
Segera Beno melajukan mobil ke luar dari halaman rumah Bayu. Untuk menuju ke rumah sakit kusus bersalin.
Tak lupa Bayu menelfon mommynya, memberitahu jika saat ini dirinya sedang membawa Putri ke rumah sakit bersalin.
"Aaaduhhhhhh maaasss iisssttt ssssaaakkkittt "rintih Putri lirih sembari terus mencengkeram lengan Bayu. "
"Iya sabar ya sayang.... ""
"Anak anak daddyyy... sabarrrr ya...sebentar lagi sampai rumah sakit.. . udah pengenn ketemu daddy sama mommy ya... "sembari Bayu mengusap usap perut Putri. "
Tiba tiba Putri berhenti merintih, seolah tak terjadi apa apa. Putri juga melepaskan cengkraman tangannya di lengan Bayu.
Bayu yang melihat perubahan reaksi Putri menjadi heran.
__ADS_1
"Sayang, apa udah ga sakit lagi? "tanya Bayu mengerutkan alisnya. "
"Ga mas, habis di elus elus perutnya sama mas terus ga sakit lagi "jawab Putri terkekeh. "
"Hhhaadehhhh bikin orang panik saja"ucap Bayu sembari menepuk jidat. "
"Terus ini ga jadi ke rumah sakitnya? "tanya Bayu ragu. "
"Ga usah mas, aku maunya makan. Kan belum sarapan.. Tapi aku mau makan di cafe deket taman kota "ucap Putri menaik turunkan alisnya sambil mengusap usap perutnya sendiri karena lapar. "
"Kamu dengar kan Ben, barusan istriku ngomong apa? "tanya Bayu singkat menatap Beno yang lagi fokus mengemudi. "
"Iya bos dengar, ini lagi putar arah mau ke cafe dekat taman "jawab Beno sembari melirik ke Bayu lewat kaca spion. "
"Tapi ini masih pagi bos, emang cafenya sudah buka? "tanya Beno ragu. "
"Tengok saja dulu Ben, biar ni anak anaku yang diperut percaya cafenya sudah buka apa belum?? "jawab Bayu sekenanya. "
Tak berselang lama sampailah di cafe dekat taman. Namun karena masih terlalu pagi. Jadi cafe tersebut belum buka.
"Sayang, kamu lihat sendiri kan?? Cafenya belum buka, ini kan masih pagi banget "ucap Bayu menatap sendu pada Putri. "
Tiba tiba mata Putri berkaca kaca.
"Sebentar tanya dulu jam berapa bukanya ya sayang"ucap Bayu mencoba menghibur Putri. "
Kebetulan di dekat cafe ada pangkalan ojek, hingga Arjuna memerintah Beno keluar dari mobil. Dan memerintah Beno untuk bertanya pada tukang ojek yang telah mangkal.
Hanya 5 menit Beno bertanya, kemudia telah masuk kembali dalam mobil.
"Kata tukang ojek masih lama bos, ini kan baru jam 7.Biasa jam 8 kadang malah jam 9 atau jam 10 baru buka katanya bos "ucap Beno. "
"Bagaimana kalau kita makan di tempat lain saja ya sayang? "bujuk Bayu mengusap surai hitam Putri. "
"Ya dech mas, dari pada anak anaku sudah pada kelaparan seperti ini "jawab Putri mayun. "
Hingga akhirnya Bayu memerintah Beno untuk mencari tempat makan yang kira kira pagi sudah buka.
Kebetulan di ujung jalan, ada sebuah cafe yanh bukanya lebih awal dari cafe cafe yang lain. Sehingga Bayu mengajak Putri makan ke cafe tersebut.
__ADS_1
Tak berselang lama, mobil Bayu telah sampe di halaman cafe tersebut. Bayu lekas memapah Putri keluar dari mobil.
Dengan perasaan enggan, Putri keluar dari mobil. Bayu dan Putri mencari tempat yang strategis untuk makan.
Tak berselang lama, datanglah waiters membawa daftar menu makan dan minuman.Namun ketika Bayu menyuruh Putri untuk memilih sendiri menunya. Putri tidak mau.
"Sayang, kamu pilih sendiri mau makan apa? "tanya Bayu menyodorkan daftar menu makanan dan minuman pada Putri. "
"Terserah mas Bagu, Putri ngikut pilihan menu yang mas Bayu pilih "jawab Putri menyodorkan daftar menu tersebut pada Bayu. "
Hingga Bayu memilih yang kira kira Putri suka. 4 macam menu makanan dan 2 macam minuman.
Namun setelah semua tersaji dihadapan Bayu dan Putri. Putri makannya tak berselera,bahkan setiap menu hanya di santap beberapa sendok.
Tidak seperti biasanya, Putri makan 2 atau 3 porsi makannya sangat lahap.Sejenak Putri merasa perutnya sakit kembali.
Putri meringis mengusap usap perutnya. Hingga Bayu panik kembali,dan lekas mengajak Putri buru buru masuk ke mobil.
Namun terlebih dulu Bayu membayar semua makanan yanh sudah dipesan barusan.
Setelah berada di dalam mobil, Bayu bingung. Mau pulang atau mau ke rumah sakit. Karena melihat Putri sedari tadi meringis ringis memegangi perut.
"Sayang, ini mau ke rumah sakit atau balik ke rumah? "tanya Bayu ragu. "
"Pulang saja mas, Putri ga apa apa ga kok. Cuma mules kepengen buang air besar. Setelah mencicipi makanan barusan "jawab Putri tertunduk malu. "
Bayu mencoba menahan tawanya karena tingka Putri yang menurutnya lucu. Bayu pikir Putri mules meringis memegangi perut karena akan melahirkan.
Tapi ternyata Putri meringis sedang menahan rasa mules karena kepengen buang air besar.
Namun Bayu tak bisa menahan tawanya lagi. Karena terbayang di pelupuk mata, raut wajah Putri yang lucu saat menahan tasa mules kepengen buang air besar.
Putri merasa heran, kenapa tiba tiba suaminya tertawa terbahak bahak.
"Mas, kamu kenapa si? "tanya Putri sembari menaruh salah satu telapak tangannya di jidat Bayu. "
"Iisstt sayang, mas masih warasss.. mmaass tuh lagi inget wajahmu tadi lucu.. "jawab Bayu sekenanya.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1
Mohon maaf, ada beberapa bab yang author revisi. Karena ada kesalahan penulisan. Mohon dimaklumi ya kaka readers, karena up nya sembari momong baby 27 bulan. Up juga terputus putus.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Trimakasih ka readers semua yang sudah kasih dukungannya. Mohon maaf jika karya author masih remahan.. Trima kasih untuk segala komentar, baik yang suport, kasih saran, maupu memberi kritikan.. 🙏🙏🙏🙏😘😘😘