
" Waalaikumsalam, Pras! Mana istrinya kok nggak diajak? ", Tanya mama Kevin.
Pras tiba-tiba murung dan menarik nafas panjang.
" Istri Pras hanyut tante dan sampai sekarang Pras belum bisa menemukannya! ", Kata Pras.
" Maaf Pras, Tante nggak tau soal itu! Yang sabar ya Pras, Semoga segera dipertemukan lagi! ", Kata mama Kevin menguatkan Pras.
" Iya, Tan! Namanya juga tante nggak tau jadi wajar kalau tante bertanya! ", Jawab Pras tersenyum.
" Oh iya tan! Om fandi mana ya, Kok nggak keliatan dari tadi? ", Tanya Pras.
" Om lagi ke bagian administrasi ngurus kepulangan Kevin! ", Jawab tante Indah.
" Oh iya, Tan! Aku ada urusan sebentar dirumah karena kebetulan mama mertua baru pulang juga jadi aku mau nyiapin kebutuhannya dulu karena besok aku mau pergi mencari Alena lagi! ", Kata Pras.
" Oh iya.. iya, Silahkan! ", Balas tante indah.
Selesai pamit Pras langsung pulang.
...****************...
Setibanya Pras dirumah, Ia melihat ibu mertuanya terjatuh dilantai.
Pras bergegas menghampiri mertuanya dan segera mengangkatnya keatas kasur.
" Ma.. Mama bangun, Ma! ", Panggil Pras membangunkan mama mertuanya yang pingsan.
__ADS_1
Mama mertuanya mulai membuka mata.
" Pras..! ", Panggil mamanya.
" Akhirnya mama sadar juga, Mama kenapa? Apa yang sakit, Ma?", Tanya Pras cemas.
" Mama cuma agak pusing! ", Jawab mama eni singkat.
" Apa perlu kita periksa ke rumah sakit lagi, Ma? ", Tanya Pras lagi.
" Tidak perlu, Pras! Mama hanya teringat Alena saja! ", Jawab mama eni.
" Aku juga terus mengingat Alena, Ma! Aku janji akan kutemukan Alena secepatnya, Ma! ", Gumam Pras dalam hati.
" Pras janji insyaallah secepatnya Pras menemukan Alena, Ma! Mama bantu do'a ya, Ma! Supaya Pras bisa menemukan istri Pras! ", Kata Pras.
Tampak ia menahan airmatanya agar tidak menetes.
Kehilangan istri yang sangat ia cintai, Terlebih lagi dalam keadaan mengandung anaknya.
Anak yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.
Tapi takdir justru memisahkan mereka.
...****************...
Keesokan harinya, Pagi-pagi sekali Pras sudah ada di rumah Kevin.
__ADS_1
Hari ini adalah hari pemakaman Kevin.
Karena kemarin masih banyak yang harus diurus dan cuaca yang tidak mendukung.
Sudah banyak kerabat, Warga dan beberapa teman Kevin yang hadir ke rumah dukanya.
Tampak Novi yang tidak berhenti menangis.
Ia duduk dikursi roda yang didorong oleh tante Indah, Mertuanya.
" Aku masih tidak percaya kamu tega meninggalkan aku, Belum kamu beri aku kesempatan untuk menyembuhkan luka yang aku torehkan dihatimu, Tak adakah kesempatan untukku?", Tangis Novi dalam hati.
Tante Indah yang melihat Novi terus menangis itu merangkulnya.
" Sayang, Seseorang yang hidup didunia ini pasti akan pergi menghadapnya! Jadi berusahalah ikhlas demi kesehatanmu dan anakmu! Alvaro masih membutuhkan sosok mama yang menjaganya, Membesarkannya! Kalau kamu sakit nanti siapa yang akan jaga cucu mama? ", Ucap tante Indah menghibur menantunya.
...****************...
Selesai proses pemakaman satu persatu yang ikut hadir pulang dan menyampaikan bela sungkawa nya.
Tiba saatnya Pras juga akan pamit.
" Tante, Om, Novi, Pras juga izin pamit ya karna Pras mau langsung ke puncak! ", Izin Pras.
Tante indah yang tau alasannya ke puncak itu mengangguk.
" Iya, Pras! Tante mau ngucapin terimakasih karena sudah menjaga anak dan menantu tante selama di rumah sakit! ", Ucap tante Indah.
__ADS_1
" Hati-hati ya nak Pras! ", Sahut om Fandi.
Pras langsung pulang menuju rumahnya untuk berkemas.