
"Len, maaf ini bukan salah Novi! aku yang memintanya menikah denganku karenaku kira kamu memang benar sudah tiada, dan itupun baru kulakukan setelah menunggumu berbulan-bulan, almarhum Kevin menitipkan mereka padaku, diusia Alvaro yang masih sekecil ini ia memerlukan sosok seorang ayah dan aku juga masih membutuhkan sosok istri, aku tidak ada niat untuk menduakanmu jika aku tahu kamu masih hidup, setelah kejadian ini aku sadar jika aku tidak bisa memilih diantara kalian, aku membutuhkan kamu tapi aku juga butuh Novi disisiku," jelas Pras yang berharap mereka menerimanya.
Novi dan Alena terdiam sejenak dengan perkataan Pras.
Alena mulai berargumen setelah memikirkannya.
"Mas, izinkan aku memikirkan semua ini! hal ini begitu mengejutkan aku, aku tak mengambil keputusan apapun sekarang, semua harus dipikirkan dengan matang agar tak ada penyesalan," pinta Alena.
Pras mengangguk tanda menyetujuinya.
"Lalu bagaimana dengan kamu, Nov?" tanya Pras kemudian.
"Aku tergantung dengan Alena, jika dia siap maka akupun siap," jawab Novi.
"Semua tergantung denganmu, Len! jika kau setuju menjadikanku madumu dengan senang hati aku terima konsekuensinya, tapi jika kamu tidak mau aku siap mundur," tambah Novi yang mulai pasrah dengan keadaan.
__ADS_1
"Seperti yang aku bilang tadi, kalian berdua sama pentingnya dihidupku, insyaallah aku akan adil jika kalian setuju aku berpoligami," ucap Pras dengan keinginannya.
"Kamu bisa adil mungkin dari segi materi tapi nafkah batin mas? kamu harus bisa menjaga perasaan kami istri-istrimu," balas Alena.
Pras terdiam dengan itu dan mulai berpikir lagi.
...****************...
"Iya, mas! bisakah kamu menjaga perasaan kami jika kami izinkan nanti? apa kamu yakin tidak berat sebelah?" tanya Novi.
"Tapi ini semua terjadi begitu saja, andai dapat kuputar waktu, aku juga tidak menginginkan hal ini terjadi," tambah Pras lagi.
Dimas hanya mengintip dari balik pintu, ia tidak ingin ada disana melihat airmata Alena jatuh karena ia takkan mampu dan Alena akan tahu perasaan yang dipendamnya.
Tapi setelah Alena keluar ruangan, ia langsung memeluk Dimas karena Alena masih menganggap Dimas sebagai adiknya, karena memang dikeluarga Alena ia merupakan anak tunggal.
__ADS_1
Setelah bertemu Dimas ia bisa merasakan cinta seorang adik tanpa ia tahu kalau Dimas berharap lebih.
Sejak kejadian itu Dimas bisa merasakan kalau Alena masih mencintai Pras sehingga ia bisa merasakan sakit saat tahu kalau Pras dan Novi sudah menikah.
"Menangislah lin jika kamu ingin menangis, bahuku selalu bisa kau topangi," kata Dimas membalas pelukan Alena sembari membelai rambut hitamnya nan panjang.
Alena terus menangis, ia tak dapat membendungnya lagi.
Airmata itu terus jatuh membasahi pipinya.
"Dim, apakah kakakmu ini tak berhak bahagia? pertama anakku dan sekarang suamiku nikah dengan sahabatku, setelah itu mau apa lagi cobaan yang dikasih tuhan?" kata Alena mengelap airmatanya.
"Tandanya kamu wanita terpilih len, hanya wanita kuat yang dipilih olehnya, setiap ujian ini pasti ada hikmahnya buat kamu lebih dewasa, walau sekarang hujan tapi ingatlah pasti akan ada pelangi yang indah setelahnya," hibur Dimas.
Hatinya merasa sakit setiap melihat tangisan Alena.
__ADS_1
Baginya Alena wanita luar biasa setelah ibunya, Dimas semakin jatuh cinta setelah melihat rasa cinta Alena pada Pras.