
Tak terasa hubungan Restu dan Katty sudah semakin dekat. Begitu pula dengan Putri dan Bayu.
Karena Putri sudah melewati masa idahnya. Bayupun mengutarakan niatnya untuk menikahi Putri.
"Sayang, 3 bulan sudah berlalu setelah perceraianmu dari Arjun. Bagaimana kelanjutan hubungan kita?? Kamu mau kan menikah denganku? "tanya Bayu menaik turunkan alisnya menatap Putri. "
Putri menatap balik Bayu "Mas, aku mau menikah denganmu. Tapi kamu tahu sendiri, aku divonis kecil sekali untuk bisa hamil. Aku ga ingin kamu kecewa "jawab Putri tertunduk lesu. "
"Sayang, berapa kali lagi aku harus meyakinkanmu. Jika itu tak masalah buatku. Aku yakin kok, kita bakal punya anak "hibur Bayu meyakinkan Putri. "
"Baiklah mas, tapi janji ya. Kamu jangan kecewakan aku"ucap Putri menatap lekat manik hitam Bayu. "
"Iya sayang, aku janji. Kamu tak perlu khawatir, aku akan buktikan semua ucapanku ini "jawab Bayu optimis. "
Akhirnya keduanya sepakat untuk menikah bulan depan. Mulai hari ini, Bayu mengatur semuanya.
Untuk kusus pernikahan, barulah Bayu mengerahkan semua asistennya. Setiap asisten ditugasi berbeda beda.
Ada yang mencarikan sebuah hotel untuk acara resepsi, ada pula yang ditugasi untuk masalah gaun pengantin.
Segala urusan mengenai pernikahan Bayu dan Putri telah diurus semua oleh Bayu. Putri hanya tinggal duduk manis. Hanya menyiapkan hati untuk benar benar fokus dalam kelak menjalani prosesi pernikahan.
Bayu telah merencanakan pernikahan yang akan diadakan sangat mewah. Karena Bayu akan mengundang semua relasi bisnisnya.
Sementara di rumah Arjuna, dirinya juga perlahan lahan telah pulih. Selama 3 bulan dirawat oleh Merina, tidaklah sia sia.
Arjuna memang belum bisa berjalan, namun sudah bisa berbicara normal. Arjuna sudah mulai bisa bekerja. Namun dirinya bekerja dari rumah.
Semakin hari Arjuna semakin dekat dengan Tama. Hubungan Arjuna dan Tama layaknya seorang anak dan ayah.
Sementara Ega masih saja ketus,sombong .Ega sering menentang kedekatan Arjuna dengan Tama.
Seperti saat ini, Tama sedang bercanda ria di taman bersama Arjuna. Sedang Merina sibuk dengan urusan dapurnya.
"Sini sayang, lempar bolanya ke om "perintah Arjuna yang masih duduk di kursi rodanya. "
Tamapun melempar bola ke Arjuna, dan sebaliknya jika bola sedang berada di tangan Arjuna.
Arjuna melempar ke arah Tama. Namun Tama tidak bisa mengontrol lemparannya. Tama tidak tahu jika akan ada Ega datang.
__ADS_1
Karena lemparan bola Tama terlalu keras, tidak tertangkap oleh Arjuna. Melainkan melambung ke arah Ega.
Yang posisi tepat ada di belakang Arjuna.
Tama ketakutan, berdiri ditempat. Terpaku diam bengong menatap Ega yang memegang bola sambil melotot ke arah Tama. Dan perlahan Ega mendekati Tama.
Arjuna segera bertindak, karena Arjuna tahu jika mamahnya pasti akan marah marah pada Tama.
Arjuna mencekal tangan mamahnya, yang sebentar lagi mendekati Tama.
"Mah, mamah mau ngapain?? Sudah mah, Tama kan ga sengaja. Lagian, mamah juga ga terluka kan?? "bujuk rayu Arjuna. "
"Lepasin Jun!!Ini anak harus di beri pelajaran!! Padahal mamah sudah bilang berkali kali!! Supaya ini anak dan mamanya di pecat saja!!Hanya bikin onar!! Tapi kamu sama papahmu selalu saja mencegahnya!!! "bentak Ega melotot pada Arjuna. "
"Heh sini kamu!! Kamu harus di sentil kupingnya ya?!!"bentak Ega melotot pada Tama.
Namun ketika Ega sudah dekat dan akan menyentil kuping Tama. Tama lekas berlari kedalam rumah.
"Mama mama... "Tama berteriak ketakutan menuju dapur. "
Erik yang mendengarnya segera keluar dari kamar. Erik mencari sumber suara.
Erik mendapati Tama sedang memeluk Merina sembari ketakutan.
Belum sempat Tama menjawab, telah datang Ega dengan suara petasannya.
"Mana anak tuyul!!! Ohhh disini kamu ya!! Sini kamu, lihat ini!! Gara gara kamu!! Baju mahalku kotor!! "bentak Ega melotot pada Tama yang tengah menyembunyikan diri ketika melihat Ega datang. "
"Maafkan anak saya nyonya besar, biar nanti baju nyonya saya yang bersihkan "ucap Merina tertunduk. "
"Bisanya cuma bilang maaf, maaf saja!!Didik anakmu yang bener!! "bentak Ega kemudian berlalu pergi. "
Sementara Merina bertanya pada Tama.
"Nak, sebenernya kamu apain baju nenek. Hingga kotor?? "tanya Merina pelan pelan. "
"Ga sengaja ma, lagi main lempar bola sama om Jujun. Tapi malah bola kena nenek.Lagian bolanya ga kotor kok ma, baju nenek kan kotor sedikit saja"rajuk Tama tertunduk. "
"Sudahlah Tama, sekarang main lagi yuk sama kakek. Kakek punya banyak buku cerita. Tama kan sudah pinter baca. Kakek mau dong, di bacain bukunya "bujuk Erik. "
__ADS_1
"Biar mama Tama selesaikan dulu masaknya, entar baru Tama sama mama lagi. Tama ga usah takut, kan ada kakek. Nenek ga bakalan berani omel omel lagi "hibur Erik. "
Akhirnya Tama menurut ikut Erik ke ruang tengah. Dan mulailah Tama memilih salah satu buku cerita untuk di bacanya.
Biarpun baru umur 5 tahun, Tama sudah faseh dalam membaca. Karena diusia dini, selalu Merina mengajarkan mengeja dan menghitung.
Hingga diusianya yang 5 tahun, Tama telah pintar membaca dan berhitung.
Sementara tiba tiba Ega menjerit histeris dari dalam kamar. Dan terdengar ada suara kegaduhan.
"Aduhhh, pahhh, tolongggg paahhh... "Teriak Ega kencang sekali hingga ke penjuru ruangan."
Erik yang sedang berada diruang tengah segera beranjak ke kamar. Begitu pula dengan Merina, menghentikan aktifitas masaknya.
Arjuna yang sedang di taman juga mendengarnya. Dengan tergesa gesa menggunakan kursi rodanya.
Arjuna masuk dalam rumahnya.
Erik terhenyak kaget ketika membuka pintu kamar. Mendapati istrinya jatuh telentang tertindih barang barang yang tadinya terletak di atas lemari.
"Ya ampunnn mah, kok bisa begini?? Barusan ngapain saja?? "
"Merina, tolongin saya. Saya ga kuat angkat tubuh istri saya "ucap Erik pada Merina yang ada didepan pintu. "
Karena tubuh Ega yang gendut. Hingga Erik dan Merina tak kuat untuk mengangkatnya. Erik meminta bantuan sang sopir.
Dengan tenaga 3 orang, Ega di angkat dari lantai ke kasurnya. Ega tak bisa menggerakkan badannya, efek jatuh. Punggungnya cedera.
"Pah, cepetan panggil dokter. Ini punggung mamah sakit sekali ga bisa digerakkan. "perintah Ega merintih kesakitan. "
"Mah, pertanyaan papah saja belum dijawab. "cebik Erik. "
"Bawel banget si papah, tadi mamah mau ambil sesuatu diatas lemari. Karena terlalu tinggi, mamah naik kursi plastik. Tapi kursi plastik ga kuat nopang badan mamah. Akhirnya kursi patah, mamah jatuh. Tapi tangan mamah menyambar benda benda yang ada di atas lemari. Ehhh jatuh semua "jawab Ega panjang lebar. "
Erik segera menelpon dokter, untuk segera ke rumah memeriksa Ega. Ega berusaha bangkit tak bisa.
Ega berusaha ganti posisi, dari berbaring ke miring juga tak bisa.
Setiap badan di gerakkan, teramat sangat sakit.
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Mau ngemis vote ahhh, yukk kaka readers bagi votenya donnngg. .😘😘😘😘😘😘