Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Ribut


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan dari Bayu, mommy dan daddy tak kuasa menahan haru.


"Kami turut bahagia mendengarkan kabar baik ini. Sehat selalu, jaga selalu kandunganmu ya nak"ucap mommy Maria memeluk Putri dengan meneteskan air mata haru. "


"Sebentar lagi kalian akan jadi orang tua. Jaga baik baik istri dan anak anakmu kelak ya son. Lelaki ataupun perempuan nantinya. Syukuri saja, semua itu anugerah dari yang Kuasa "pesan daddy Samuel menepuk nepuk bahu Bayu. "


Setelah mendapat kabar bahagia ini, Putri dan Bayu masuk ke dalam rumah bersama mommy dan daddy.


Sontak Adit juga tak sengaja mendengar dari si Beno, sesama asisten pribadi di rumah tersebut.


Beno sangat tahu kisah hidup Putri dan Bayu. Juga kisah percintaan majikannya. Beno juga ikut bahagia mengetahui kabar gembira majikannya.


"Jadi saat ini Putri hamil, kembar malah.Sukurlah Put, kamu memang pantas mendapatkan semua itu. Karena kamu wanita yang sangat baik "batin Adit. "


"Dulu kamu merana, menderita, sengsara, bahkan selalu dihujat oleh mamah Arjun. Sekarang kamu menemukan kebahagiaan sejati. Bertemu mertua yang baik, suami yang tak cuma baik tapi kaya raya serta tampannya melebihi mantan suamimu "batin Adit kembali.


Ketermenungan Adit terbaca oleh Beno dan asisten pribadi yang lain. Yang sedang berkumpul, ngobrol ngobrol bersama.


"Eh Dit loe kok bengong?? Sudah ga usah loe


pikirin masa lalu loe. Buruan gih, loe nikahin si Merina. Entar gwe yang pepet si Merina loh.. "canda Beno terkekeh. "


"Hhee iya Ben, gwe sudah rencana kok mau nikahin Merina secepatnya. Nikah kan pake uang Ben, jadi nunggu terkumpul dulu"jawab Adit sekenanya. "


Hubungan Adit dan Merina memang sudah sangat dekat. Adit sudah sering membawa Merina dan Tama bertemu dengan ibu dan anaknya.


Tama dan Oky juga sudah sangat akrab.Sudah layaknya kaka adik saja. Jika Tama main ke kampung dan akan pulang, pasti Oky akan menangis tak mengijinkan untuk Tama pulang.


Selalu dan selalu seperti itu, hingga beberapa kali bu Santi juga menyarankan agar mereka berdua segera meresmikan hubungan mereka dengan sebuah ikatan pernikahan.


Berbeda lagi dengan Arjuna, yang pernikahannya bersama Vani cuma selisih sebulan lebih dengan pernikahan Putri.


Namun belum juga mendapat momongan. Saat ini Arjuna tidak tinggal dirumah Arjuna. Karena Arjuna tak mau rumor perselingkuhannya dengan Ela di ketahui oleh Vani dan keluarga besarnya.


Rumah yang saat ini Arjuna tempati adalah rumah orang tuanya. Sedang orang tuanya saat ini tinggal di rumah Arjuna. Mereka bertukar rumah atas inisiatif Arjuna.

__ADS_1


Untuk saat ini Vani sedang menikmati fase indah. Dimana segala apa yang Vani inginkan selalu di kabulkan oleh Arjuna .


Namun Vani berbeda dengan Putri. Jika orang tua Arjuna bertandang kerumah. Pasti yang ada Vani ribut dengan Ega.


Seperti saat ini, Ega dan Erik berlibur ke rumah Arjuna. Yang sebenarnya adalah rumah mereka namun sudah menjadi milik Arjuna.


Dan rumah Arjuna sudah menjadi milik orang tua Arjuna. Baru 1 malam tinggal di rumah Arjuna, sudah terjadi perang dunia ke 3.


"Van, bagaimana?? Sudah ada tanda tanda kamu hamil belum? "tanya mama Ega menatap tajam Vani disela sarapan mereka. "


"Nikah saja baru berapa bulan, sudah di tanya kehamilan. Sabar dikit kenapa mah, kalau sudah saatnya hamil ya pasti hamil kok. Rempong amat jadi orang tua "cebik Vanik membalas tatapan tajam Ega. "


"Klontang.. "Ega sengaja menjatuhkan sendoknya di piring. "


"Apa jangan jangan kamu mandul juga ya?? Seperti Putri, mantan istrinya Arjun?? Secara wajahmu kan sangat mirip dengannya?? "sindir Ega. "


"Klontang... "Vani ikutan menjatuhkan sendok dipiring makannya."


Vani berani menatap balik mamah mertuanya tajam tanpa berkedip.


Namun Arjuna meraih tangan Vani.


"Sayang, kamu mau kemana?? Selesaikan dulu sarapanmu "ucap Arjuna memberi isyarat dengan mata agar Vani duduk kembali. "


"Ogah mas, sudah ga berselera. Pagi pagi sudah bikin nek tuh mamah kesayanganmu. Aku mau sarapan dirumah orang tuaku saja. Oh iya, kalau mamahmu ini nginep lagi disini. Jangan harap aku akan pulang kerumah. Paham!! "ancam Vani berlalu begitu saja meninggalkan meja makan. "


Vani melenggang dengan santainya ke kamar, hanya untuk mengambil tas dan kunci mobilnya.


Vani pergi dari rumah Arjuna, dengan mengemudikan mobilnya ke arah rumah orang tuanya.


Seperginya Vani, Arjuna sewot ke Ega.


"Bisa ga mah, kalau main kemari ga usah bikin masalah!! "cebik Arjuna meminum air putihnya dan kembali melahap sarapannya. "


"Iya, mamahmu ini memang biang masalah. Ga bisa jaga sikap dan tutur kata. Papah saja sebenarnya sudah ga tahan dengan sikap mamahmu ini "sindir papah Erik melirik sinis. "

__ADS_1


"Loh, kok kalian berdua nyalahin mamah.Memang salah ya, kalau mamah pengen cucu??Cuma sekedar tanya, eehh istrimu sewot. Jangan salahin mamah, salahin istrimu itu yang terlalu sensitif.. "bela Ega ketus. "


"Mah, sebaiknya mamah kemasi barang barang mamah. Dan pulang sekarang juga. Arjun ga mau kalau Vani nginep di rumah orang tuanya hanya gara gara ada mamah disini "ucap Arjun bangkit dari duduknya. "


"Jun, yang bener saja??! Masa kamu usir mamahmu sendiri hanya demi Vani yang baru berapa bulan kamu nikahi??!! "rajuk Ega. "


"Ya Jun, kami akan pulang sekarang juga "sahut papah Erik. "


"Aku meminta mamah yang pulang, kalau papah berlama lama di sini ya silahkan. Ga masalah kalau buat papah "ucap Arjun kembali.


"Ya ga lah Jun, ga mungkinnya mamahmu pulang sendiri dalam kondisi seperti ini. "ucap papah Erik. "


"Ya sudah terserah papah saja, tapi yang jelas Arjun cuma ingin mamah saja yang pulang loh ya pah. Arjun ga usir papah. Sudah dulu pah, Arjun mau berangkat kerja, kebetulan ada jadwal deadline pagi "ucap Arjun menghampiri papah Erik dan mencium tangan papah Erik. "


Namun tidak dengan Ega, padahal Ega sudah menyiapkan tangannnya .Dikira Arjuna juga akan mencium tangan Ega pula.


Arjuna berlalu pergi meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor. Dengan menggunakn sopir pribadi.


Sementara dirumah Vani, kedua orang tua Vani merasa heran dengan kedatangan anaknya pagi pagi benar dengan wajah murung.


"Sayang, kamu kenapa pagi pagi muka di tekuk? "tanya mamah Rani. "


"Ga betah di rumah mah, biasalah ada si nenek sihir "jawab Vani sembari mengambil piring di meja makan."


Kebetulan ketika Vani datang, orang tuanya sedang sarapan. Papahnya belum berangkat ke kantor.


👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏


Ayok ka,,,,mana like, vote, favoritnya.. 😊😊😊


Biar author semangat up.. 😊😊😊😊


Thanks buat para reades yang sudah kasih dukungan. Salam sehat selalu. Mohon maaf ga bisa balas komentar 1 per 1.🙏🙏🙏🙏🙏


Mohon maaff pula karya tak seindah para penulis terkenal. Hanya sebuah karya remahan.🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2