Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Gelisah


__ADS_3

Sementara Ela baru sampai di rumah. Ela menatap heran pada kedua mertuanya. Kenapa keduanya pagi pagi sudah bersiap siap masuk mobil .


"Mamah sama papah pagi pagi mau kemana?? "tanya Ela menyelidik. "


Ega yang akan masuk mobil, berhenti sejenak. Berbeda dengan Erik, tak menghiraukan pertanyaan dari Ela. Erik lekas masuk mobil.


Ega melotot pada Ega.


"Dari mana aja kamu!! Pagi pagi sudah ngeluyur!! Sampai kamu ga tahu kan, suamimu kecelakaan!! "cebik Ega ketus. "


"Loh, bukannya mas Arjun masih di kamarnya mah ???Aku malah ga tahu, kalau mas Arjun keluar.. "bela Ela. "


"Ela ikut ya mah? "ucap Ela memohon. "


Ela duduk didepan bersama sang sopir. Sementara Ega dan Erik dibelakang. Mobil segera melaju ke arah rumah sakit dimana Arjuna di rawat.


Tak berselang lama, sampailah mobil di rumah sakit yang di tuju. Ega, Ela, serta Erik menuju ruang di mana Arjuna di rawat.


Erik memaksakan berjalan jauh, walaupun sebenarnya kaki terasa sakit. Tapi Erik ingin melihat kondisi anaknya.


Sampai juga di ruangan yang dituju. Namun Ega membola melihat ada Putri.


"Ngapain kamu disini??! Pergi sana??!!"usir Ega pada Putri. "


"Mah, kamu ga boleh gitu. Bagaimanapun Putri masih istri sah Arjun "bela Erik pada Putri. "


"Ternyata benar yang di katakan mas Arjun, kalau papah belum tahu tentang percereanku dengan mas Arjun "batin Putri. "


Sementara Ega tak bisa berkata lagi hanya diam saja.


Putri melangkah mendekati Erik dan mencium tangan Erik.


"Papah bagaimana kabar?? Maafkan Putri, waktu papah sakit Putri ga jenguk karena lagi banyak orderan di resto "ucap Putri tersenyum manis pada mertuanya. "


"Ya nak ga apa apa kok"jawab Erik ramah menepuk bahu Putri. "


"Kamu memang wanita yang berhati mulia Put, padahal istriku yang telah melarangmu bertemu aku. Tapi kamu masih saja menutupi salah istriku "batin Erik. "


"Nak, apa kamu tahu bagaimana bisa Arjun mengalami kecelakaan?? "tanya Erik menyelidik. "


Putri tertunduk lesu, perlahan lahan Putri menceritakan bagaimana bisa Arjuna mengalami kecelakaan.


Ega, Erik, Ela, mendengar dengan seksama cerita dari Putri.

__ADS_1


Hingga Ela merasa gelisah sendiri.


"Jadi, mas Arjun ini yang telah menolong Putri. Pikirku yang tertabrak orang lain, malah suamiku sendiri. Maaafkan aku mas Arjun.. "batin Ela. "


Lain halnya dengan Ega yang sangat emosi pada Putri.


"Dasar wanita pembawa sial!! Mandul pula!! Kemarin suamiku !!Hari ini anakku!! Besok kamu mau berulah apa lagi hah!! "bentak, umpat Ega pada Putri. "


"Mah, Putri juga ga mengharapkan ini terjadi. Putri juga ga tau mas Arjun nyelamatin Putri.Ini bukan Putri yang salah. Jadi mamah jangan terus terusan nyalahin Putri. "bela Putri. "


"Berani kamu sekarang ngebantah ya!! Apa ini sengaja kamu lakukan!! Karena Arjun merobek surat ceremu !!Kamu dendam??!! "bentak Ega lagi. "


"Mah, sudahlah. Brisik banget kamu ga bisa diem. Bikin kepalaku sakit nech. Udah ga usah nyalahin Putri terus.. "Lerai Erik sambil memegangi kepala kesakitan. "


Melihat Erik merintih kesakitan, Ega baru bisa diam.


"Pah, maafin mamah. "sambil memijitin kepala Erik. "


"Heran dech mas Arjun, ngapain pake nyelamatin Putri segala. Kalau ga kan, tarjetku mulus "batin Ela. "


Sementara Putri berpamitan untuk ke restoran, Putri berjanji pada Erik. Sebentar bentar pasti tengok Arjuna.


Putri juga akan membawakan makan buat semuanya.


Putri melangkah bersama Bayu menuju mobil Bayu. Beno lekas mengemudikan mobil menuju restoran Putri.


Setelah sampai di restoran, Putri tidak langsung masuk ruangannya. Namun Putri mencari Katty.


Untuk meminta tolong, membungkuskan makanan dan minuman untuk porsi 3 orang. Dan untuk meminta gojek langganan mengantar ke rumah sakit dimana Arjuna di rawat.


Setelah itu baru Putri memesan makanan pula pada Katty untuk dirinya dan Bayu sarapan. Barulah Putri dan Bayu melangkah ke ruang kerja Putri.


Sementara di rumah sakit, gojek suruhan Putri telah sampai di rumah sakit. Mencari ruang rawat Arjuna .


"Tok tok tok "


Tukang gojek mengetuk pintu ruang rawat Arjuna.


Erik dengan langkah susah menuju pintu.


"Ada apa ya mas?? Kami ga pesen apa apa kok mas?? "ucap Erik ramah. "


"Maaf pak, ini titipan dari nona Putri. Katanya suruh diberikan pada pak Erik. Apakah bapak yang bernama pak Erik?? "tanya tukang gojek. "

__ADS_1


"Ohh iya saya sendiri, kalau begitu tolong sampaikan pada Putri, terimakasih ya mas "ucap Erik sambil menerima bungkusan makanan tersebut. "


Sementara Ela sedang sibuk dengan ponselnya. Mengirim notifikasi chat pesan pada Dodo.


Ela : "Gila kamu ya Do!! Yang kamu tabrak itu suamiku!! "


Dodo : "Ya itu bukan salah aku La, lagian ngapain juga suamimu nyelonong gitu saja. "


Ela : "Awas ya Do, kalau sampai suamiku kenapa kenapa. Aku laporkan kamu ke polisi!! "


Dodo : "Ga salah tuh!! kamu mau cari mati!! Sama aja kamu gali lubang kamu sendiri!! "


Dodo : "Silahkan kalau kamu laporkan aku, aku juga akan seret kamu dalam kasusku. Kita sama sama mendekam di penjara. Apa kamu mau, anakmu tumbuh di penjara!! "


Ela geram, dan mengakhiri obrolannya dengan Dodo di notifikasi pesan.


"Aduh, bagaimana ini??!Sampai detik ini mas Arjun belum sadarkan diri??Jika terjadi apa apa dengan mas Arjun, bagaimana dengan nasibku dan anak ini?? "batin Ela gelisah. "


Putri juga merasa bersalah, tapi tak terpikirkan jika mobil itu memang sengaja ingin menabrak dirinya. Putri berpikir itu hanya unsur kecelakaan.


Kegelisahan Putri tertangkap oleh Bayu, dari raut wajah Putri yang murung, sarapan juga ga seperti biasa.


"Kamu masih mikirin Arjun ya Put?? "tanya Bayu menyelidik. "


"Iya mas, aku khawatir mas Arjun kenapa kenapa "jawab Putri sekenanya tanpa memikirkan perasaan Bayu. "


"Seneng ya jadi Arjun, biarpun sudah berbuat kejam padamu. Tapi kamu masih peduli dengannya. Kapan ya, aku diperhatikan. Dihiraukan, dipeduliin sama kamu??? "keluh kesah Bayu di depan Putri. "


Sejenak Putri terdiam, merenung. Putri baru menyadari kalau ucapannya memang salah.


"Aku pamit Put "ucap Bayu melangkahkan kaki akan pergi dari ruangan Putri. "


Namun segera Putri menarik tangan Bayu.


"Mas, kenapa buru buru??Biasa juga kamu lama disini. Kamu marah?? kamu cemburu ya??"ledek Putri pada Bayu dengan menggelitik pinggang Bayu. "


Bayu langsung memeluk Putri.


"Aku bukan lagi cemburu Put, aku takut. Takut dengan adanya kejadian ini kamu luluh. Dan rujuk lagi sama Arjun .Kamu itu orang yang ga tegaan, aku takut. Sungguh takut Put. Kamu berpikir Arjun telah menyelamatkan nyawamu. Dan kamu harus membalas kebaikannya "ucap Bayu panjang lebar sambil memeluk Putri. "


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Jangan lupa like, vote, fav. Biar author semangat up 😘😘😘

__ADS_1


Thanks buat yang sudah kasih dukungan like, vote, fav, serta komentarnya 😘😘😘😘


__ADS_2