Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
2 Bulan Berlalu


__ADS_3

Setelah sampai dirumah almarhum Gio, Arjuna bertanya pada bu Ina. Apakah suaminya bersedia kerja dirumah Arjuna.


"Bu Ina, bagaimana keputusan dari pak Budi?? Apakah bersedia kerja di rumah saya?? Kerjanya ga berat, cuma jagain rumah saya selagi saya bekerja. Bersih bersih halaman, serta merawat pohon pohon yang ada di rumah saya. Gaji saya beri dua kali lipat dari gaji pak Budi selama jadi sopir taxi on line "ucap Arjuna panjang lebar. "


"Suami saya bersedia kok mas"jawab bu Ina. "


"Sekarang bu Ina dan pak Budi berkemas,setelah itu ikut saya. Saya juga sedang mencari satu orang wanita untuk merawat si Vina "jawab Arjuna tersenyum ramah. "


"Anak saya saja bagaimana mas?? Kebetulan anak saya pernah bekerja jadi baby sister "jawab bu Ina. "


"Baiklah bu, entar ibu yang urus Vina. Sedang anak ibu yang urus Vano. Begitu saja bagaimana bu? "ucap Arjuna."


Setelah mendapat kesepakatan bersama, bu Ina mengajak suami dan anaknya ikut ke rumah Arjuna.


Arjuna menunggu sesaat untuk keluarga bu Ina berkemas kemas. Sedang Vano sementara di gendong Arjuna.


"Sayang Vano, mulai sekarang om adalah papah Vano. Papah akan rawat dan jaga Vano sama dede Vina segenap jiwa raga papah "ucap Arjuna sambil menciumi pipi gembul Vano. "


Mata Arjuna berkaca kaca, seakan tak percaya dengan kejadian ini. Hanya dalam sekejap mata, Vano harus kehilangan kedua orang tuanya.


Arjuna akan segera mengusut lebih lagi tentang orang yang menyabotase rem mobilnya.


"Maafkan gwe Gio, harusnya gwe yang saat ini telah berada di makam. Bukan kamu.. maafkan gwe "gerutu Arjuna. "


Setelah menunggu beberapa saat ,keluarga bu Ina telah siap semua. Berangkatlah mereka dengan menggunakan mobil Arjuna.


Setelah menempuh perjalanan 1 jam, akhirnya sampai juga mereka di rumah Arjuna. Arjuna segera mengantar mereka ke kamar yang telah disediakan oleh mereka.


Kamar di bagian paviliun belakang dekat kamar asisten rumah tangga Arjuna yang suami istri juga. 1 kamar untuk Tuti anak bu Ina, dan 1 kamar lagi untuk bu Ina dengan pak Budi.


Sementara untuk kamar para asisten pribadi seperti sopir sopir berada dekat halaman rumah.


Karena untuk sekalian berjaga jaga, dan sesekali menemani security.


Setelah urusan selesai, Arjuna menitipkan Vano kembali pada bu Ina atau Tuti. Arjuna kembali lagi ke rumah sakit. Untuk melihat kondisi Vina.


Tak berselang lama, Arjuna telah sampai di rumah sakit tersebut. Ternyata Vina masih harus di inkubator.


Karena aktifitas di kantor Arjuna sedang padat, Arjuna tidak ada waktu untuk bolak balik ke rumah sakit.


Arjuna meminta ijin pada dokter, untuk membawa pulang Vina. Dengan membawa serta inkubator yang diperlukan oleh Vina.

__ADS_1


Juga menyewa salah satu perawat untuk merawat Vina selama masa pemakaian inkubator .


Dokterpun menyetujuinya, dan memberikan satu perawat yang terbaik untuk ikut serta ke rumah Arjuna.


Untuk merawat Vina selama memakai inkubator.


Semua telah aman terkendali, Arjuna lega sejenak. Karena urusan anak anak almarhum Gio telah teratasi.


Kini Arjuna menyewa beberapa detektif untuk segera menyelidiki kasus sabotase rem mobil yang mengakibatkan Gio meninggal.


Agar dapat cepat tertangkap pelakunya. Karena tidak cukup hanya dengan mengandalkan aparat polisi saja.


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, sudah 2 bulan, anak anak almarhum Gio di rawat Arjuna.


Saat ini usia Revina sudah genap 2 bulan, sudah tidak perlu inkubator lagi. Karena pertumbuhan Revina sangat cepat.


Revina di rawat oleh bu Ina, sedang Revano di rawat oleh Tuti anak bu Ina.


Sudah 2 bulan sejak kasus meninggalnya almarhum Gio, sang penyabotase rem mobil Arjuna belum juga tertangkap.


Sementara di rumah Bayu, kehamilan Putri juga sudah memasuki 9 bulan. Tinggal menghitung hari saja untuk menunggu proses bersalin Putri.


Tubuh Putri semakin gendut karena hamil 2 bayi sekaligus. Jalannyapun sudah tak selincah dulu.


"Sayang, kamu mau kemana pagi pagi begini?? "tanya Bayu mengerjapkan matanya melihat Putri beranjak dari pembaringan. "


"Putri gerah banget mas, mau mandi. Sehabis mandi Putri mau jalan jalan mengitari taman di rumah ini "jawab Putri sembari berjalan perlahan lahan ke kamar mandi. "


Bayu tak tinggal diam, berlari mengikuti Putri. Putri yang tak tahu di ikuti Bayu,dirinya sangat kaget ketika akan menutup pintu kamar mandi tiba tiba Bayu sudah ada di belakangnya.


"Mas, kamu bikin kaget saja dech?? Awas iihh Putri mau mandi.. "rajuk Putri manyun. "


"Sayang, jangan manyun gitu. Mamas hanya ingin bantu kamu saja, biar mamas yang mandiin "ucap Bayu menaik turunkan alisnya. "


"Emang Putri anak kecil pake acara di mandiin segala? "rajuk Putri masih dengan manyunnya.


"Bukan masalah anak kecil atau bukan, kamu kan lagi hamil besar. Kalau mandi sendiri pasti kamu susah sayangggg"ucap Bayu menghela nafas panjang. "


Hingga Putri tak bisa menolak lagi, membiarkan Bayu turut masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Bayu mendudukan Putri di atas kloset duduk, agar Putri nyaman. Untung saja kamar mandi Bayu sangat luas.


Jadi Bayu leluasa untuk memandikan Putri. Putri menyabuni bagian dada sendiri. Sedang Bayu membantu menyabuni punggung dan kaki.


Karena Putri sudah sangat kesusahan untuk menggapai kaki sendiri.


Mandi disela dengan canda tawa oleh keduanya. Sesekali Putri iseng menjahili Bayu dengan mencipratkan air shower ke tubuh Bayu.


Hingga Bayu basah kuyup dan akhirnya ikut mandi sekalian.


Setelah beberapa menit berkutat di kamar mandi .Bayu memapah Putri untuk keluar dari kamar mandi.


Tak lupa Bayu mengenakan ke tubuh Putri, handuk piyama.


Dengan sangat telaten Bayu mengelap seluruh tubuh Putri dengan anduk. Setelah itu memakaian baju pada Putri.


"Sayang.. kita jalan jalan yahh sama mommy sama daddy ke sekeliling rumah saja "ucap Bayu berjongkok sembari mengelus elus perut Putri dan mrnciuminya. "


Dengan sangat perlahan, Bayu menuntun Putri keluar dari kamar. Menuju halaman depan terlebih dulu.


Mommy Maria yang sedang melintas, akan ke dapur. Melihat menantu dan anaknya pagi pagi membuka pintu,merasa heran.


Mommy Maria menghampiri anak dan menantunya.


"Nak, kalian pagi pagi mau kemana? "tanya mommy Maria menyelidik."


"Ini mom, si Putri lagi kepengen jalan jalan mengelilingi sekitar rumah kita "jawab Bayu tersenyum pada sang mommy. "


"Oohhh kira pagi pagi mau pergi kemana?? Kalau bisa jangan pergi jauh jauh ya nak. Karena Hari Perkiraan Lahir kan cuma tinggal menghitung hari "ucap sang mommy. "


"Ga kok mom, Putri cuma jalan disekitar rumah saja .Perut udah segede ini, mana Putri berani pergi pergi jauh mom. Entar malah lahir di jalan "canda Putri terkekeh. "


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Trima kasih ya kaka readers semua, atas dukungannya selama ini.


Baik lewat like, vote, serta favorit juga komentar.


Mohon maaf tidak bisa bales satu persatu komentar kaka readers.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Tinggal beberapa bab lagi, karya author ini akan end.. Jadi simak saja ya kaka.. 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2