
Seperginya asisten tersebut, Arjuna kembali melakukan aktifitasnya. Berkutat dengan setumpuk berkas berkas kantornya.
Begitu pula Gio sedang asik bekerja. Gio tergolong pintar, hingga Didi tak butuh waktu lama untuk mengajari Gio. Hanya beberapa jam belajar, Gio telah paham.
Selagi asik berkutat dengan laptop dan berkas yang sedang di tanganinya. Ponsel Gio berbunyi. Ternyata yang menelfon adalah nomor istrinya.
Gio : "Hallo sayang, ada apa? "
Mia : Maaf mas Gio, ini saya bu Ina tetangga sebelah. Mas bisa cepat pulang, ini mba Mia jatuh. "
Gio : "Baik bu, trima kasih. Saya akan segera pulang. "
Mia : "Iya mas, ditunggu ya. Karena disini ga da tetangga yang punya mobil. Juga ga ada orang, lagi pada kerja semua. Cuma ada saya, saya ga tahu cara pesan taxi on line. Sedang suami saya baru saja berangkat lagi. Dan saya ga apal nomor ponsel suami saya. Sedang saya juga ga pegang ponsel. Kalau saya apal, saya telfonin pake ponsel Mia, biar suami saya balik lagi bawa mobil taxinya. Ini mba Mianya pingsan. Saya lagi gendong si Vano. "
Gio : "Baik bu, saya segera pulang. "
Sambungan telfon di matikan oleh kedua nya. Baik oleh Gio maupun oleh tetangga Mia yang memakai ponsel Mia.
Gio segera meminta ijin pada Didi, untuk pulang sejenak. Didi bisa memahami kondisi Gio saat ini,sehingga Didi dengan senang hati mengijinkan Gio untung pulang sejenak.
Setelah mendapat ijin dari Didi, Gio berlari menuju ruang kerja Arjuna.
Gio langsung saja masuk ruang Arjuna dengan perasaan panik, khawatir dan sebagainya.
Kedatangan Gio yang sangat panik, membuat Arjuna heran dan bertanya tanya.
"Loe kenapa panik gitu Gio? "tanya Arjuna menyelidik. "
"Jun, gwe mau minta tolong bisa ga?? "Tanya Gio dengan sangat gugup. "
"Ngomong saja, ga usah sungkan "jawab Arjuna singkat. "
"Jun, sebelumnya gwe minta maaf. Baru mulai kerja malah harus minta ijin pulang. Gwe minta ijin pulang sebentar, barusan tetangga gwe telfon pakai ponsel istri gwe . Katanya istri gwe jatuh, dan sekarang ga sadarkan diri. Gwe khawatir terjadi apa apa sama istri dan bayinya "ucap Gio dengan masih gugup. "
"Ya sudah ga apa apa, ini loe pake mobil gwe saja. Kebetulan asisten gwe sedang ada urusan mendadak. Kunci di titipin ke gwe. Loe paham parkirnya mobil gwe kan? "jawab Arjuna sembari memberikan kunci mobilnya pada Gio."
"Ya Jun paham, makasih ya Jun "ucap Gio terburu buru keluar dari ruang Arjuna. "
__ADS_1
Gio langsung saja mencari dimana mobil Arjuna di parkirkan. Setelah di dapatinya, langsung saja Gio mengemudikan mobilnya ke arah pulang.
Gio sangat khawatir dengan kondisi istri dan bayinya. Dalam hati Gio terus saja berdoa, agar anak dan istrinya selamat.
Gio sudah tak sabar ingin lekas sampai rumah, hingga Gio mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat.
Gio akan berbelok ke kiri, tapi rem mobil ternyata blong. Mobil tak bisa dikendalikan, terus melaju kedepan.
Hingga akhirnya mobil yang ditumpangi Gio terjun ke jurang.
Sementara saat ini tetangga Mia sedang panik menunggu Gio tak juga datang.Selagi panik, melintaslah mobil taxi on line milik pak Budi,suami bu Ina. Kebetulan suami bu Ina hanya kerja setengah hari.
Suami bu Ina berprofesi sebagai sopir taxi on line .Tak tunggu waktu lama, suami bu Ina mengangkat Mia .
Memasukkan Mia dalam mobil taxinya, dan mengemudikan mobil taxinya menuju rumah sakit terdekat. Agar segera mendapat pemeriksaan.
Bu Ina, terus saja menelfon Gio. Namun tak diangkat juga. Hingga Bu Ina meminta tolong pada suaminya.
Untuk segera ke kantor dimana Gio bekerja. Karena kebetulan, bu Ina adalah tetangga yang sering ngobrol dengan Mia. Hingga tahu dimana Gio saat ini bekerja.
Sementara Mia langsung mendapat pemeriksaan.Namun dokter belum sempat memberikan keterangan atau penjelasan mengenai kondisi Mia, pada bu Ina. Hingga bu Ina masih saja panik.
Tak berselang lama,sampailah juga pak Budi di kantor Arjuna.
Terlebih dulu pak Budi menemui security untuk meminta ijin bertemu dengan atasan kantor tersebut.
Pak Budi menceritakan detail alasan kenapa datang ke kantor tersebut pada security yang bertugas.
Hingga security tersebut mengijinkan pak Budi bertemu arjuna, dan mengantarkan pak Budi ke rungan Arjuna.
Tak butuh waktu lama, pak Budi masuk ruang Arjuna.
Arjuna sempat terkejut karena ada seorang paruh baya mengenakan seragam taxi masuk menemuinya.
Namun setelah mendengar semua penuturan pak Budi. Arjuna sudah tidak terkejut lagi. Namun Arjuna penasaran dengan Gio.
Padahal Gio sudah pulang beberapa menit lalu dengan memakai mobil miliknya. Arjuna juga menceritakan hal tersebut pada pak Budi
__ADS_1
Selagi rasa penasaran mendera di hati Arjuna. Telfon ruang kerja Arjuna berbunyi.
Polisi : "Maaf dengan saudara Arjun? "
Arjuna : "Iya benar ada apa ya pak? "
Polisi : "Saya petugas lalu lintas di jalan raya A, saya mendapati mobil anda jatuh di dalam jurang beberapa menit yang lalu.Dan penumpangnya saat ini kritis, sudah kami bawa ke rumah sakit terdekat. "
Polisi : "Kami telah mengecek sebab dan akibat kenapa bisa terjadi kecelakaan tunggal ini. Ternyata rem mobil anda blong, sepertinya ada yang menyabotasenya. "
Arjuna : "Baik pak, saya akan segera bertemu bapak untuk memberikan keterangan terkait jatuhnya mobil saya kedalam jurang. "
Kemudian sambungan telfon dimatikan kedua belah pihak.
Arjuna telah diberitahu dimana saat ini Gio mendapat perawatan. Ternyata malah 1 rumah sakit yang sama dengan Mia.
Itupun pak Budi yang menjelaskan jika rumah sakit yang aparat polisi sebutkan barusan adalah rumah sakit dimana Mia saat ini berada.
Karena tergesa gesa, Arjuna tak sempat untuk menelfon asistennya. Arjuna menumpang mobil taxi milik pak Budi.
Arjuna panik dengan kondisi Mia maupun Gio. Karena Arjuna belum tahu mengenai kondisi Mia saat ini.
Tak berselang lama, Arjuna dan pak Budi telah sampai di rumah sakit tersebut.
Kebetulan, didepan rumah sakit telah menunggu beberapa aparat polisi. Bahkan bu Ina juga ada di depan rumah sakit dengan menggendong Vano.
"Bu, kok ibu ada disini? "tanya pak Budi menyelidik. "
"Iya pak, waktu ibu lagi didepan ruang rawat Mia. Ibu ga sengaja lihat Gio bersimbah darah berbaring di brangkarnya di dorong oleh para perawat ke ruang ICU. Bahkan ada bapak bapak polisi ini pak. Yang mendampingi Gio tadi "jawab bu Ina. "
"Ibu jadi penasaran dengan apa yang terjadi sama Gio, makanya ibu tanya bapak polisi ini. Dan kebetulan di ponsel Gio, ada nomor kantor bosnya Gio. Ya pak Arjun itu. Ibu kasih saja nomornya pak Arjun sama bapak polisi ini. "ucap bu Ina lagi. "
"Karena ibu juga bingung mau hubungi siapa lagi kalau bukan bosnya mas Gio. Sementara orang tua mba Mia kan ga suka sama maa Gio pak "ucap bu Ina panjang lebar. "
Sementara Arjun sedang mengobrol dengan para aparat kepolisian.
😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬
__ADS_1
Author mau ngemis vote...
Ayuk readerss bagi votenya dong...